Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

8 Ciri-Ciri Herpes Kulit yang Perlu Dikenali Sejak Dini

8 Ciri-Ciri Herpes Kulit yang Perlu Mama Kenali Sejak Dini
istockphoto/PonyWang
Intinya sih...
  • Sensasi kesemutan atau terbakar sebelum ruam muncul, tanda awal herpes kulit
  • Muncul lepuhan kecil berisi cairan bening yang mudah pecah dan perih
  • Lepuhan pecah dan menjadi kerak kekuningan, disertai rasa nyeri tajam di area kulit
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Herpes kulit sering kali terlihat seperti ruam biasa, padahal gejalanya memiliki pola yang sangat khas dan perlu dikenali sejak awal. Tanda ini perlu diperhatikan apabila sudah terlihat ada lepuhan kecil.

Kondisi ini disebabkan oleh infeksi virus herpes simpleks (HSV) yang menyerang saraf dan jaringan kulit sehingga memunculkan sensasi perih, gatal, hingga lepuhan berisi cairan.

Banyak Mama yang tidak menyadari tanda-tanda awalnya, karena gejalanya muncul bertahap dan sering menyerupai iritasi ringan. Padahal, mengenali ciri-ciri awal dapat membantu Mama mengambil langkah yang tepat agar tidak semakin parah.

Supaya Mama memahami lebih dalam, berikut Popmama.com akan membahas tentang 8 ciri-ciri herpes kulit yang perlu Mama kenali sejak dini. Yuk simak pembahasannya dibawah ini.

1. Sensasi kesemutan atau terbakar sebelum ruam muncul

8 Ciri-Ciri Herpes Kulit yang Perlu Mama Kenali Sejak Dini
istockphoto/Vitalii Bezverkhii

Mama akan merasakan sensasi aneh di kulit seperti kesemutan yang datang tiba-tiba, dan ini biasanya menjadi tanda paling awal herpes akan muncul. Sensasi ini terasa seperti gatal halus bercampur perih, seolah kulit Mama sedang “digigit kecil”.

Tanda ini muncul karena virus herpes sedang bergerak dari saraf menuju permukaan kulit. Mama mungkin mengira ini hanya iritasi atau alergi ringan, padahal tubuh sedang memberi sinyal kuat. Sensasi tersebut bisa bertahan beberapa jam hingga satu hari.

Pada banyak kasus, ini muncul jauh sebelum lepuhan tampak. Semakin Mama mengenali tahap ini, semakin cepat pula bisa mengambil tindakan. Ini fase yang paling penting untuk tidak diabaikan.

2. Muncul lepuhan kecil berisi cairan

8 Ciri-Ciri Herpes Kulit yang Perlu Mama Kenali Sejak Dini
istockphoto/JeonStock

Setelah sensasi awal muncul, lepuhan kecil berisi cairan bening mulai terlihat di kulit Mama. Bentuknya kecil-kecil tapi biasanya bergerombol, dan ini menjadi ciri khas herpes yang sangat mudah dikenali.

Lepuhan ini sangat rapuh dan mudah pecah jika tersentuh. Mama mungkin melihat area sekitarnya tampak merah dan bengkak sebagai tanda adanya peradangan.

Saat lepuhan terbentuk, rasa perih akan semakin terasa karena kulit sedang mengalami iritasi hebat. Banyak Mama yang merasa sakitnya tidak sebanding dengan ukuran lepuhannya.

Inilah mengapa herpes kulit sering terasa lebih menyakitkan daripada kelihatannya. Fase ini biasanya berlangsung beberapa hari.

3. Lepuhan pecah dan menjadi kerak kekuningan

8 Ciri-Ciri Herpes Kulit yang Perlu Mama Kenali Sejak Dini
istockphoto/CorbalanStudio

Jika lepuhan pecah, cairannya akan keluar dan area tersebut berubah menjadi luka terbuka. Dalam waktu 1–2 hari, luka ini mulai mengering dan membentuk kerak berwarna kekuningan.

Mama mungkin mengira luka sudah sembuh, tetapi sebenarnya kulit masih dalam proses pemulihan. Di fase ini, rasa perih tetap dapat dirasakan, terutama saat Mama bergerak atau kulit teregang.

Kerak yang terbentuk tidak boleh dikupas karena bisa memperpanjang waktu penyembuhan. Mama mungkin juga melihat pinggiran luka tampak sedikit merah karena peradangan. Proses pengeringan ini adalah tahap akhir infeksi di permukaan kulit.

4. Rasa nyeri tajam atau tersengat di area kulit

8 Ciri-Ciri Herpes Kulit yang Perlu Mama Kenali Sejak Dini
Istockphoto/Asiavision

Herpes kulit memberikan sensasi nyeri yang berbeda dibanding luka biasa karena infeksinya mempengaruhi saraf. Mama bisa merasakan nyeri berdenyut, menusuk, atau seperti tersengat listrik kecil.

Bahkan sentuhan ringan saja dapat menimbulkan rasa sakit yang cukup mengganggu. Rasa nyeri ini bisa muncul sejak fase awal, bertahan selama lepuhan aktif, hingga sesudah kerak mulai terbentuk.

Pada beberapa Mama, nyeri bertahan lebih lama karena saraf membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih. Sensasinya pun bisa naik turun sepanjang hari.

Ini salah satu alasan herpes kulit sering terasa sangat tidak nyaman. Tubuh Mama sebenarnya sedang memberi sinyal bahwa area tersebut perlu dilindungi.

5. Kulit merah, hangat dan sedikit membengkak

8 Ciri-Ciri Herpes Kulit yang Perlu Mama Kenali Sejak Dini
istockphoto/Vershinin

Herpes memicu respons inflamasi yang cukup kuat, sehingga kulit Mama tampak lebih merah dari biasanya. Jika diraba, area tersebut terasa hangat dan kadang sedikit bengkak.

Ini adalah tanda bahwa tubuh Mama sedang melawan infeksi virus yang aktif. Inflamasi bisa melebar sedikit di area sekitar lepuhan. Pada hari kedua atau ketiga, peradangan ini bisa terlihat lebih jelas.

Bahkan ketika lepuhan mulai mengering, warna kemerahan masih bisa terlihat beberapa hari. Perubahan ini menandakan proses penyembuhan sedang berjalan. Mama tidak perlu panik, karena ini bagian normal dari perjalanan herpes kulit.

6. Gatal yang menguat dan semakin terganggu

8 Ciri-Ciri Herpes Kulit yang Perlu Mama Kenali Sejak Dini
istockphoto/PonyWang

Gatal pada herpes terasa lebih mengganggu karena bercampur dengan sensasi perih dan panas. Mama mungkin merasa ingin menggaruk, tapi menggaruk justru membuat lepuhan pecah lebih cepat.

Gatal terjadi karena saraf kulit sedang teriritasi oleh infeksi. Pada beberapa Mama, sensasi ini bisa menyebar ke area sekitar ruam. Gatal biasanya meningkat ketika lepuhan mulai mengering.

Selain mengganggu aktivitas, rasa gatal sering membuat tidur tidak nyaman. Mama perlu menahan diri agar tidak menyentuh area tersebut agar tidak memperburuk kondisi.

7. Ruam kerap muncuk di lokasi yang sama saat kambuh

8 Ciri-Ciri Herpes Kulit yang Perlu Mama Kenali Sejak Dini
Istock/Amphawan Chanunpha

Virus herpes tinggal di dalam saraf, sehingga setiap kali kambuh, ia muncul di area kulit yang sama. Mama mungkin memperhatikan pola bahwa lepuhan muncul berulang di tempat tertentu seperti bibir, paha, bokong, atau sekitar kemaluan.

Ini terjadi karena lokasi saraf tempat virus bersembunyi tetap sama. Kambuhan bisa terjadi saat daya tahan tubuh menurun. Ada Mama yang hanya kambuh 1–2 kali setahun, ada juga yang lebih sering.

Setelah beberapa kali mengalami, Mama akan lebih mudah mengenali tanda awalnya. Pola kambuhan ini menjadi salah satu ciri paling khas herpes.

8. Sensasi tidak nyaman saat kulit bergesekan dengan pakaian

8 Ciri-Ciri Herpes Kulit yang Perlu Mama Kenali Sejak Dini
Freepik/8photo

Kulit yang terinfeksi akan menjadi lebih sensitif daripada biasanya. Mama mungkin merasa risih hanya karena pakaian menyentuh area tersebut, meskipun bahannya lembut. Gesekan kecil saja bisa memicu rasa perih atau panas.

Hal ini terjadi karena peradangan membuat saraf kulit lebih peka terhadap sentuhan. Pada beberapa Mama, sensasi ini berlangsung sepanjang hari. Kain, bra, celana dalam, atau pakaian yang ketat memperparah ketidaknyamanan.

Mengurangi gesekan biasanya membantu mengurangi rasa sakit. Ini juga salah satu alasan mengapa istirahat penting saat herpes aktif. Herpes memang bisa kambuh, tetapi semakin Mama mengenal tanda-tandanya, semakin mudah untuk mengontrolnya.

Itulah 8 ciri-ciri herpes kulit yang penting untuk Mama pahami agar dapat mengenalnya sejak awal dan menghindari kondisi yang semakin parah. Semakin cepat mengetahui, maka semakin cepat juga penanganan yang bisa dilakukan.

Dengan memahami setiap tahap gejalanya, Mama bisa lebih cepat mengambil langkah yang tepat dan menjaga kesehatan kulit. Jangan lupa untuk selalu konsultasikan ke dokter agar tidak salah dalam penanganan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias
Follow Us

Latest in Life

See More

Bisa Menyembuhkan Batuk, Inilah 5 Manfaat Kencur untuk Kesehatan

07 Jan 2026, 20:30 WIBLife