Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Ciri-Ciri Makanan Berformalin, Mulai dari Tekstur hingga Baunya
Pexels/Kindel Media
  • Makanan berformalin punya tekstur lebih kenyal, keras, dan tidak mudah hancur dibanding makanan segar seperti mi, tahu, atau bakso biasa.
  • Ciri lain terlihat dari tampilan yang terlalu mengilap, warna tidak alami, serta daya tahan yang jauh lebih lama meski disimpan di suhu ruangan.
  • Dari aroma, makanan berformalin bisa berbau kimia menyengat atau justru kehilangan bau khasnya, bahkan sering tidak dihinggapi lalat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernahkah kamu membeli mi, tahu, bakso, atau ikan teri di pasar, lalu penasaran kenapa makanan itu terlihat awet meski tidak disimpan di kulkas? Bisa jadi itu bukan kebetulan. 

Salah satu kemungkinannya adalah makanan tersebut mengandung formalin, bahan pengawet yang sebenarnya dilarang keras digunakan untuk pangan.

Sayangnya, di balik daya awetnya, formalin menyimpan risiko kesehatan yang serius dan membahayakan bagi tubuh manusia jika terus-terusan dikonsumsi. 

Nah, biar kamu semakin tahu dan waspada, berikut Popmama.com mengulas 5 ciri-ciri makanan berformalin. Yuk, simak sampai habis!

1. Tekstur

Pexels/Cats Coming

Ciri pertama yang paling mudah dirasakan pada teksturnya. Makanan yang mengandung formalin biasanya punya tekstur yang terasa aneh, lebih kenyal dari biasanya dan tidak mudah hancur meski ditekan atau diremas. 

Mengutip jurnal Biofarmasetikal Tropis, mi yang mengandung formalin memiliki ciri kenyal jika ditekan, tidak mudah hancur, dan tidak mudah putus.

Hal serupa juga berlaku untuk tahu dan bakso. Menurut Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, tahu yang sudah ditambah formalin jadi tidak mudah hancur, lebih keras, dan lebih kenyal dibanding tahu biasa. 

Sementara itu, penelitian dari Jurnal Kesehatan Andalas menemukan bahwa bakso berformalin punya tekstur yang sangat kenyal dan elastis, bahkan kalau dilempar ke lantai bisa memantul seperti bola, beda jauh dengan bakso normal yang teksturnya lebih lembut.

2. Tampilan pada makanan

Pexels/Engin Akyurt

Selain dari segi tekstur, tampilan fisik makanan berformalin juga punya keunikan tersendiri, yaitu terlihat lebih mengilap dibandingkan dengan makanan sejenis yang masih segar dan alami. 

Dikutip dari Jurnal Biofarmasetikal Tropis, mi basah berformalin biasanya tampak lebih mengilap dan kuning bersih dibandingkan dengan mi normal yang cenderung lebih kusam.

Begitu pula dengan ikan teri yang positif mengandung formalin, punya penampakan yang cerah dan sedikit mengilap, hampir terlihat terlalu bagus untuk produk yang dijual di pasar tradisional. 

Jadi, kalau kamu menemukan makanan yang tampilannya kelewat mulus dan berkilau, tidak ada salahnya untuk lebih waspada, ya.

3. Masa awet makanan

Pexels/Erik Mclean

Ini dia ciri yang sering jadi alarm utama, yaitu makanan yang seharusnya cepat busuk, tapi malah bisa bertahan lama meski disimpan di suhu ruangan. 

Dilansir Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, mi basah berformalin bisa tidak rusak sampai dua hari pada suhu kamar (25°C) dan bahkan bertahan lebih dari 15 hari jika disimpan di suhu dingin (10°C). 

Padahal, mi basah pada umumnya hanya tahan sekitar tiga sampai empat hari saja tanpa pengawet tambahan.

Pola yang sama juga ditemukan pada tahu, yang bisa bertahan sampai tiga hari di suhu kamar dan lebih dari 15 hari di suhu dingin, serta pada bakso yang bisa tidak rusak hingga lima hari di suhu ruangan. 

Ikan yang telah diformalin tidak rusak selama lebih dari satu bulan pada suhu kamar. Kalau makanan kamu tahan lama dan awet seperti ini, jangan buru-buru senang dan harus dicurigai.

4. Warna pada makanan

Pexels/Kai-Chieh Chan

Warna juga bisa jadi penanda penting, meski sifatnya agak berlawanan tergantung jenis makanannya. Pada mi basah, ciri yang muncul justru warna kuning yang terlalu bersih, pucat, atau terang dibandingkan dengan mi biasa, seperti dikutip dalam Jurnal Biofarmasetikal Tropis

Sementara itu, untuk ikan segar, formalin justru membuat tampilan jadi kurang segar, contohnya mata ikan yang tidak cemerlang dan keruh, warna tubuh putih keabuan sampai kemerahan, serta insang yang pucat dan kusam keputihan.

Mengutip dari Jurnal Kesehatan Andalas, bakso berformalin warnanya terlihat lebih putih pucat di bagian luar, tapi jika dibelah, bagian dalamnya justru terlihat lebih merah dari biasanya. Hal ini disebabkan oleh kandungan zat pemutih dalam formalin yang memengaruhi warna permukaan bakso.

5. Bau pada makanan

Pexels/Mikhail Nilov

Ciri terakhir yang tidak kalah penting adalah dari segi aroma. Pada mi basah, formalin biasanya meninggalkan bau yang agak menyengat, mirip bau kimia, berbeda dari aroma mi pada umumnya. Seperti dikutip dari Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat.

Tapi uniknya, pada ikan teri dan daging ayam, efeknya justru sebaliknya. Formalin membuat makanan kehilangan bau khasnya. 

Ikan teri berformalin cenderung tidak berbau khas ikan teri dan tidak dihinggapi lalat meski berada di tempat yang banyak lalatnya. 

Begitu juga bakso, dikutip dari Jurnal Kesehatan Andalas, aroma dagingnya jadi tidak terlalu kuat dibandingkan dengan bakso yang dibuat secara alami. Jadi, kalau makanan amis tapi tiba-tiba tidak berbau dan dijauhi lalat, itu bisa jadi pertanda yang harus kamu curigai.

Nah, itulah pembahasan mengenai 5 ciri-ciri makanan berformalin. Semoga bermanfaat!

Editorial Team

Related Article