Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Dampak Sering Merokok di Dalam Mobil, Bisa Picu Kebakaran!
Pexels/Ron Lach
  • Merokok di dalam mobil dapat menyebabkan gangguan pernapasan serius bagi pengemudi dan penumpang karena ruang kabin tertutup membuat asap rokok sulit keluar.
  • Kebiasaan ini menurunkan fokus saat berkendara, meningkatkan risiko kecelakaan, serta membuat nilai jual mobil turun akibat bau dan residu asap yang menempel.
  • Asap rokok merusak sistem AC, meninggalkan residu berbahaya di interior, dan bahkan bisa memicu kebakaran jika bara rokok menyentuh bahan mudah terbakar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Orang yang suka merokok di mobil bisa bikin banyak hal jadi bahaya. Asapnya bikin sesak napas dan orang lain juga ikut hirup. Sopir bisa nggak fokus dan bisa tabrakan. Jok dan AC jadi bau dan rusak. Mobilnya juga susah dijual karena bau rokok nempel. Puntung rokok bisa bikin api dan mobil kebakar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bagi sebagian orang, menyalakan rokok sambil menyetir terasa seperti hal biasa. Apalagi kalau jendela mobil dibuka sedikit, banyak yang mengira asapnya bakal langsung hilang tertiup angin. Padahal, kebiasaan ini menyimpan bahaya yang jauh lebih besar dari yang kamu bayangkan.

Bukan cuma soal kesehatan, merokok di dalam mobil juga bisa memengaruhi keselamatan saat berkendara, kondisi kabin, hingga harga jual mobil itu sendiri. 

Bagi kamu yang masih merokok di dalam mobil dan belum mengetahui bahayanya, berikut Popmama.com merangkum 7 dampak sering merokok di dalam mobil. Yuk, simak sampai habis!

1. Memicu masalah pernapasan

Pexels/Anastasia Shuraeva

Ruang kabin mobil itu sempit dan tertutup, berbeda jauh dengan ruangan terbuka. Begitu asap rokok mengepul di dalamnya, paru-paru jadi yang pertama kena imbasnya. 

Dikutip dari Driving Tests, asap rokok dapat langsung mengiritasi paru-paru dan memicu bronkospasme, yaitu kondisi saluran napas menyempit sehingga oksigen yang terserap tubuh berkurang. Efeknya, produksi dahak meningkat dan kamu jadi lebih sering batuk.

Bukan cuma perokoknya, orang yang duduk di sebelah atau di jok belakang pun ikut menghirup udara yang sama. Kalau ini terjadi berulang kali setiap hari, bukan tidak mungkin gangguan pernapasan ringan berkembang jadi masalah yang lebih serius.

2. Penumpang ikut jadi perokok pasif

Pexels/Thirdman

Kalau kamu pikir membuka jendela sudah cukup untuk melindungi penumpang, faktanya tidak sesederhana itu. Mengutip Smoko, sebatang rokok yang dinyalakan di dalam mobil menghasilkan paparan asap sampingan hingga 11 kali lebih banyak dibandingkan dengan merokok di dalam bar. 

Bahkan saat mobil melaju dengan jendela terbuka penuh, paparannya masih 7 kali lebih tinggi daripada kondisi normal.

Riset dari IDIBELL dan sejumlah lembaga kesehatan di Spanyol serta Inggris juga menemukan bahwa paparan asap rokok orang lain dapat meningkatkan risiko kanker paru hingga 20 persen dan risiko serangan jantung hingga 25 persen pada mereka yang bukan perokok.

3. Meningkatkan risiko kecelakaan

Pexels/Vladyslav Huivyk

Merokok sambil menyetir ternyata bukan cuma soal asapnya saja, tapi juga soal fokus. Menurut Driving Tests, aktivitas mengeluarkan rokok dari bungkusnya, mencari korek api, hingga menyalakannya dapat membuat perhatian pengemudi teralihkan dari jalan selama sekitar 12 detik. 

Kalau mobil melaju dengan kecepatan 50 km/jam, itu setara dengan jarak 160 meter yang dilewati nyaris tanpa fokus penuh.

Belum lagi risiko abu rokok yang jatuh secara alami atau asap yang mengganggu pandangan, terutama di malam hari. 

Beberapa penelitian bahkan mencatat bahwa perokok memiliki peluang kecelakaan 1,5 sampai 3,2 kali lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak merokok saat mengemudi.

Jadi, kebiasaan ini bukan cuma soal kenyamanan pribadi, tetapi juga menyangkut keselamatan bersama di jalan.

4. Menurunkan harga jual mobil

Pexels/Mike Bird

Buat kamu yang berencana menjual mobil suatu hari nanti, ada baiknya mulai memikirkan ulang kebiasaan merokok di dalamnya. Melansir laman Motorist, mobil dengan aroma rokok yang menyengat cenderung sulit dijual dengan harga tinggi karena banyak calon pembeli yang tidak menyukai baunya. 

Bau ini bisa meresap ke jok, karpet, plafon kabin, hingga sistem AC, dan tidak gampang dihilangkan hanya dengan disemprot pengharum ruangan.

Mengutip Smoko, mobil yang rutin dipakai untuk merokok memiliki nilai jual yang bisa turun cukup signifikan dibandingkan dengan mobil serupa yang bebas asap rokok. 

Kalau sudah begini, mau tidak mau interior mobil harus dibongkar ulang, mulai dari jok, karpet, sampai dashboard, supaya layak dijual kembali. Tentu saja, itu artinya ada biaya tambahan yang harus dikeluarkan.

5. Sisa pembakaran menempel di jok

Pexels/Vitali Adutskevich

Asap rokok yang mengepul di kabin tidak langsung menghilang begitu saja setelah rokok dipadamkan. Ada yang disebut sebagai residu asap rokok, yaitu partikel dan zat kimia dari pembakaran tembakau yang menempel dan meresap ke permukaan kabin, termasuk jok, karpet, dan plafon.

Mengutip riset yang dipublikasikan di jurnal Environmental Research dan melibatkan IDIBELL, kandungan residu asap rokok di mobil milik perokok bisa sampai enam kali lebih tinggi dibandingkan dengan mobil nonperokok. 

Residu ini tidak cuma bikin jok bau apek dalam waktu lama, tapi juga tetap bisa terhirup meski tidak ada aktivitas merokok yang sedang berlangsung. Jadi, meski kamu merokok kemarin, orang yang naik mobil hari ini tetap bisa terpapar sisa-sisa zat berbahayanya.

6. Merusak sistem pendingin udara (AC)

Pexels/Karolina Grabowska www.kaboompics.com

Selain jok dan karpet, komponen mobil yang juga terkena dampaknya adalah sistem AC. Melansir laman Motorist, asap rokok membawa tar dan jelaga yang lama-kelamaan menempel pada kisi-kisi ventilasi dan filter kabin.

Akibatnya, AC mobil menjadi mengeluarkan bau apek, performa pendinginannya menurun, dan biaya perawatannya pun ikut membengkak.

Kalau dibiarkan terus-menerus, bukan cuma soal bau yang mengganggu, tapi juga bisa memengaruhi kualitas udara yang kamu hirup setiap kali berkendara.

Filter yang kotor karena residu asap juga bekerja lebih berat untuk menyaring udara, sehingga usia pakainya jadi lebih pendek dari seharusnya.

7. Bahaya kebakaran di dalam kabin

Pexels/Pixabay

Ini mungkin dampak yang paling jarang disadari, tapi risikonya paling fatal. Menurut Driving Tests, bagian tengah bara rokok yang menyala bisa mencapai suhu hingga 600 derajat Celsius.

Kalau rokok atau abu sampai jatuh ke jok, karpet, atau bahan lain yang mudah terbakar di dalam kabin, potensi kebakaran jadi nyata.

Melansir laman Motorist, puntung rokok yang masih menyala saja sudah cukup untuk memicu kebakaran pada material kain jok, karpet, atau kertas yang tertinggal di dalam mobil.

Situasi ini semakin berbahaya kalau terjadi saat mobil sedang melaju, karena pengemudi jadi lebih sulit menangani api sambil tetap mengendalikan kendaraan.

Nah, itulah pembahasan mengenai 7 dampak sering merokok di dalam mobil. Semoga informatif dan bermanfaat!

Curated For You

Editorial Team

Related Article