Studi: Ucap Syukur Bikin Otak Lebih Kuat Hadapi Tekanan

- Studi dari University of California Berkeley menemukan bahwa kebiasaan bersyukur meningkatkan aktivitas di korteks prefrontal media, area otak yang berperan dalam pembelajaran dan pengambilan keputusan.
- Rasa syukur memengaruhi sistem limbik dan hipotalamus, meningkatkan serotonin serta dopamin yang menumbuhkan rasa puas dan pandangan hidup lebih positif.
- Kebiasaan bersyukur menurunkan reaktivitas amigdala terhadap stres, mengaktifkan sistem saraf parasimpatis, serta membantu otak tetap tenang dan seimbang menghadapi tekanan.
Mengungkapkan rasa syukur bukan semata-mata cara berterimakasih atas segala hal yang pernah Mama alami, tetapi juga memperkuat saat menghadapi tekanan, lho. Studi mengungkapkan bahwa kebiasaan mengekspresikan rasa syukur ternyata meningkatkan aktivitas di area otak.
Aktivitas tersebut rupanya berperan dalam mengatur emosi, memproses segala yang diterima, hingga mendukung dalam pengambilan keputusan.
Intinya, mengungkapkan rasa syukur bisa bikin otak juga lebih tenang dalam menghadapi tekanan, Ma. Tidak hanya dianjurkan dalam agama, ternyata efek bersyukur juga terbukti secara ilmiah.
Yuk simak penjelasan selengkapnya yang telah Popmama.com rangkum berikut ini soal studi buktikan ucap syukur bikin otak lebih kuat hadapi tekanan.
Table of Content
Bantu Otak Hadapi Masalah dan Tentukan Keputusan

Rasa syukur sering kali dikaitkan dengan ketenangan hati agar dapat menghadapi berbagai persoalan. Ternyata, ungkapan syukur yang dilontarkan secara rutin sehari-hari juga berdampak pada kinerja otak.
Sebuah studi dari University of California Berkeley yang juga dipublikasi di membuktikan bahwa kebiasaan mengekspresikan rasa syukur secara konsisten dapat berpengaruh pada otak, termasuk dalam menentukan cara menghadapi masalah.
Penelitian yang dilakukan pada 300 mahasiswa tersebut menemukan bahwa orang-orang yang lebih bersyukur menunjukkan sensitivitas saraf yang lebih besar di korteks prefrontal media, area otak yang berkaitan dengan pembelajaran dan pengambilan keputusan.
Bersyukur Dorong Rasa Puas, Kehidupan Jadi Lebih Positif

Lebih dari sekadar ungkapan, ternyata bersyukur punya proses yang kompleks untuk bisa membuat hati dan pikiran tenang, sehingga menghadapi tantangan menjadi lebih mudah.
Mengutip dari American Brain Foundation, rasa syukur juga mempengaruhi sistem limbik otak, termasuk hipotalamus yang berdampak pada peningkatan serotonin neurotransmitter dan memberikan sinyal batang otak untuk menghasilkan dopamin.
Hal ini yang akhirnya meningkatkan rasa puas dan mendorong untuk mengekspresikan rasa terima kasih. Perasaan ini yang juga berkontribusi pada pandangan positif soal kehidupan yang lebih konsisten.
Terbiasa Fokus pada Hal Baik Dibanding yang Memicu Stres

Bersyukur lebih dari sekadar mengungkapkan perasaan. Bisa dikatakan, ini merupakan cara sederhana untuk menjalani hidup secara lebih tenang dan kuat, terlebih saat menghadapi masalah.
Sebuah penelitian yang dikutip dari Psychology Today juga mengungkapkan bahwa mengungkapkan rasa syukur secara berulang membuat otak lebih fokus pada hal yang berjalan dengan baik.
Dalam hal ini, otak menjadi teralihkan dan tidak secara otomatis memproses hal-hal yang memicu stres atau mengancam. Hal ini membuktikan bahwa bersyukur mengaktifkan area otak agar terhubung dengan regulasi emosi, penghargaan, empati, dan hal yang bermakna.
Otak Lebih Tenang Hadapi Tekanan dan Minim Stres

Bukti bahwa bersyukur dapat mengurangi tingkat stres dan membuat lebih tenang dalam menghadapi masalah juga dibuktikan secara ilmiah.
Amigdala otak yang terlibat dalam pemrosesan emosi dan respons ketakutan akan mengaktifkan sistem saraf parasimpatis yang menangkal respon melawan atau lari saat stres.
Aktivitas sistem saraf ini mengurangi kadar hormon stres kortisol dan memicu rasa relaksasi. Terungkap juga bahwa bersyukur secara teratur dapat mengurangi reaktivitas amigdala terhadap stresor.
Dengan ini, otak bisa lebih kuat dalam menghadapi masalah sebab reaksi emosionalnya kurang intens terhadap situasi yang memicu stres. Efek bersyukur juga dapat mempertahankan keadaaan emosional yang lebih seimbang.
Itu dia penjelasan mengenai studi buktikan ucap syukur bikin otak lebih kuat hadapi tekanan.
Jangan lupa bersyukur, Ma!





















