5 Efek Buruk Sering Memendam Emosi dan Cara Mengatasinya

Bisa berpengaruh pada fisik dan mental, Ma

31 Mei 2021

5 Efek Buruk Sering Memendam Emosi Cara Mengatasinya
Freepik/marymarkevlch

Senang, sedih, kesal, adalah beberapa bentuk emosi pada setiap manusia. Jika kerap memendamnya, ada efek yang tidak baik untuk mental dan fisik, lho.

Memendam emosi adalah suatu kondisi ketika kamu menghindari, tidak mengakui, atau tidak bisa/tidak dapat mengekspresikan emosi dengan cara yang tepat. Hal ini bisa terjadi dengan atau tanpa disadari. 

Seringnya, emosi yang suka dipendam adalah kemarahan, frustasi, kesedihan, ketakutan, dan rasa kecewa. 

Terlalu sering memendam emosi memiliki efek buruk untuk diri sendiri. Apa saja efeknya? Mari cari tahu bersama Popmama.com.

1. Melemahkan imun tubuh

1. Melemahkan imun tubuh
Freepik/wayhomestudio

Hormon yang tidak seimbang bisa jadi salah satu pintu masuk bakteri dan virus masuk untuk mengganggu imunitas tubuh. Saat seseorang mengalami ketidakseimbangan hormon karena perasaan yang sedang campur aduk, maka efeknya bisa berpengaruh pada kekebalan tubuh.

Kamu yang suka menahan emosi bisa jadi lebih mudah terserang flu, batuk, dan penyakit lain yang bisa saja membahayakan tubuh. 

Editors' Picks

2. Memicu kecemasan berlebih

2. Memicu kecemasan berlebih
Freepik/wayhomestudio

Sering memendam emosi bisa juga berujung pada gangguan mental yaitu kecemasan berlebih. Kamu bisa merasa mudah khawatir, mudah marah, dan tidak tenang dalam menjalani hari. 

Kecemasan berlebih yang berkepanjangan bisa memicu otak memproduksi hormon stres secara berkala. Alhasil, akan berdampak negatif pada kesehatan seperti sakit kepala, mual, muntah, atau kesulitan bernapas. 

3. Memicu depresi

3. Memicu depresi
Freepik/jcomp

Selain kecemasan berlebih, kamu juga bisa mengalami depresi. Hal ini bisa terjadi jika kamu kerap memendam emosi yang sedang dirasakan dalam waktu yang lama. 

Jika sudah sampai tahap ini, emosi negatif bisa berubah menjadi perasaan hampa, putus asa, atau keinginan mengakhiri hidup. 

Gejala yang bisa kamu rasakan saat mengalami depresi antara lain sering lelah, insomnia, dan tidak bersemangat pada hal yang biasanya menarik bagimu. 

Sedangkan bagi tubuh, gejala depresi bisa ditandai dengan sakit kepala, penurunan berat badan, hingga gangguan pernapasan. 

4. Memicu berbagai penyakit kronis

4. Memicu berbagai penyakit kronis
Freepik/creativeart

Saat memendam emosi, produksi hormon stres semakin tinggi. Ini bisa memengaruhi detak jantung dan tekanan darah yang meningkat. 

Ketika dibiarkan dalam waktu yang lama, bisa saja kamu jadi berisiko menderita berbagai penyakit kronis seperti stroke dan gagal jantung. 

Selain itu, keadaan ini juga mengganggu proses pengiriman sinyal dari otak ke usus. Sehingga, kamu jadi lebih rentan terkena gangguan sistem pencernaan. 

5. Cara meregulasi emosi dengan sehat

5. Cara meregulasi emosi sehat
Freepik/wayhomestudio

Setelah mengetahui efek buruk memendam emosi, sebaiknya biasakan untuk meregulasikan emosi dengan cara yang sehat .

Saat merasa resah dan gelisah, tanyakan pada diri sendiri apa yang tengah kamu rasakan. Mengetahui emosi yang sedang kamu rasakan bisa membantu kamu mengenali perasaan sehingga bisa membantu menyampaikannya dengan benar. 

Kemudian, ungkapkanlah dengan cara yang paling sesuai denganmu. Jika tak ingin marah ke anak-anak, maka bisa menarik diri sebentar dan lakukan hal yang bisa menenangkanmu. 

Kamu bisa juga melakukan latihan dengan mengungkapkan perasaan ke diri sendiri. Beberapa contohnya, "Saya merasa takut", "saya merasa kecewa", atau "saya merasa bingung".

Jika merasa kewalahan dengan perasaan sendiri, ungkapkanlah ke orang terdekat yang kamu percaya. Kamu juga bisa berkonsultasi dengan tenaga profesional yang bisa membantumu merasa lebih baik. 

Itulah beberapa langkah yang bisa dilakukan. Jangan ragu untuk mengungkapkan emosi yang sedang dirasakan, ya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.