Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta dan Mitos Tentang El Nino yang Perlu Kamu Ketahui
Pexels/Dominika P
  • El Nino tidak menghilangkan hujan sepenuhnya; curah hujan dapat turun sekitar 40 persen, tetapi peluang hujan tetap ada.

  • Dampak El Nino di Indonesia tidak merata; wilayah selatan ekuator dan berpola hujan monsun tipe A lebih rentan, sementara kekeringan dipengaruhi kondisi geografis serta iklim lokal.

  • El Nino dapat memperparah atau memperpanjang kemarau, bukan menyebabkannya; fenomena ini juga bisa meningkatkan produksi garam melalui cuaca panas dan kering.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    El Nino merupakan fenomena iklim yang dapat menurunkan curah hujan sekitar 40 persen, memperparah atau memperpanjang musim kemarau, serta memberi dampak berbeda antarwilayah.
  • Who?
    BMKG memberikan keterangan mengenai pola dampak El Nino di Indonesia, sementara petani garam dapat memperoleh peningkatan produksi saat cuaca panas dan kering.
  • Where?
    Dampak lebih rentan terjadi di wilayah Indonesia selatan ekuator, termasuk Jawa, Bali, NTB, NTT, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.
  • When?
    El Nino terjadi setiap dua hingga tujuh tahun sekali. Di Indonesia, fenomena ini dapat memengaruhi kondisi curah hujan dan musim kemarau ketika berlangsung.
  • Why?
    El Nino memicu pergeseran awan pembentuk hujan menjauhi Indonesia, sehingga curah hujan dapat menurun. Dampaknya dipengaruhi letak geografis dan iklim lokal tiap wilayah.
  • How?
    Curah hujan tetap dapat turun meski berkurang. Cuaca panas dan kering mempercepat penguapan air laut dalam produksi garam, sehingga hasil produksi dapat meningkat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
El Nino tidak membuat semua tempat di Indonesia kering. Hujan masih bisa turun, walau lebih sedikit. Daerah seperti Jawa, Bali, NTB, dan NTT lebih mudah terkena. El Nino juga bukan penyebab musim kemarau, tapi bisa membuatnya lebih lama. Cuaca panas membantu petani garam membuat lebih banyak garam.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat El Nino terjadi, berbagai informasi tentang fenomena ini biasanya ikut bermunculan. 

Ada yang menyebut El Nino pasti membuat semua wilayah mengalami kekeringan, ada pula yang menganggap El Nino adalah penyebab musim kemarau. 

Benarkah demikian? Yuk, cek fakta di balik mitos-mitos seputar El Nino dalam artikel Popmama.com tentang 5 mitos dan fakta tentang El Nino berikut ini.

1. Hujan saat El Nino

Pexels/Yan Krukau

Mitos: Tidak ada hujan selama El Nino.

Fakta: Dilansir dari laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), El Nino tidak berarti tidak hujan. Curah hujan saat El Nino memang turun sekitar 40%, tetapi masih ada peluang untuk hujan turun.

2. Wilayah terdampak El Nino di Indonesia

Pexels/Nothing Ahead

Mitos: El Nino melanda seluruh wilayah Indonesia.

Fakta: Dampak El Nino tidak selalu merata di seluruh wilayah Indonesia. Wilayah Indonesia yang berada di selatan ekuator lebih rentan terhadap El Nino dibanding wilayah Indonesia di utara ekuator. 

BMKG menyebutkan bahwa hal ini terjadi karena El Nino cenderung melanda wilayah dengan pola hujan monsun tipe A, seperti Pulau Jawa, Pulau Bali, NTB, NTT, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan

3. Kekeringan akibat El Nino

Magnific/jcomp

Mitos: El Nino menyebabkan kekeringan merata di seluruh wilayah Indonesia

Fakta: Dampak kekeringan karena El Nino tidak selalu terjadi merata di seluruh wilayah Indonesia. Dampak El Nino bisa berbeda tergantung dari letak geografis dan iklim lokal tiap wilayah.

4. Dampak El Nino

Pexels/Quang Nguyen Vinh

Mitos: El Nino tidak memiliki dampak positif, hanya negatif.

Fakta: Dampak El Nino tidak selalu negatif, seperti kekeringan, kebakaran hutan, dan gagal panen. El Nino ternyata membawa rezeki bagi petani garam.

El Nino rupanya menguntungkan sektor produksi garam. Seperti yang diketahui, salah satu proses produksi garam adalah penguapan air laut hingga akhirnya menjadi butiran garam yang selama ini kita lihat. 

Cuaca panas dan kering selama El Nino mampu mempercepat proses penguapan dan meningkatkan produksi garam mencapai berton-ton. Hal ini tentunya sangat menguntungkan bagi petani garam.

5. El Nino dan musim kemarau

Magnific/wirestock

Mitos: El Nino adalah penyebab musim kemarau

Fakta: Melansir dari Bureau of Meteorology, El Nino merupakan fenomena iklim yang terjadi setiap 2-7 tahun sekali sehingga bukanlah penyebab musim kemarau yang bisa terjadi setiap tahun, khususnya di Indonesia.

Terjadinya El Nino, khususnya di Indonesia, hanya memperparah atau memperpanjang musim kemarau karena memicu pergeseran awan pembentuk hujan menjauhi wilayah indonesia sehingga dapat menurunkan curah hujan.

Nah, itulah 5 mitos dan fakta tentang El Nino. Semoga informasi ini dapat membantu meluruskan berbagai anggapan yang beredar di masyarakat dan membuat kamu lebih memahami fenomena El Nino dengan tepat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article