"Awalnya itu cuma bikin sebuah desa yang terkutuk, tapi dari situ (ceritanya) berkembang. Yang seru itu ketika menulisnya, membuat peraturan dunianya. Itu penting banget supaya nggak bikin penonton nonton terus mikir, loh, kok nggak gini aja?'" ungkap Ivander Tedjasukmana, sutradara film Bisikan Desa Gringsing.
6 Fakta Menarik Film Bisikan Desa Gringsing sebelum Nonton di Bioskop

- Film Bisikan Desa Gringsing dijadwalkan tayang perdana 24 September, mengisahkan desa terkutuk dengan aturan: orang yang masuk dan berusaha keluar mempertaruhkan nyawa.
- Film ini disebut sebagai horor Indonesia pertama yang memakai virtual production, melibatkan kerja sama tiga negara; teknologi tersebut menuntut pemain mengandalkan imajinasi saat syuting.
- Cerita mengusung horor atmosferik dan misteri psikologis, bukan jump scare, dengan karakter Hesti yang trauma serta tiap tokoh memiliki sisi baik dan buruk.
Menjelang tayang perdana pada 24 September mendatang, film horor Indonesia berjudul Bisikan Desa Gringsing mulai mencuri perhatian.
Popmama berkesempatan hadir langsung dalam sesi media day di Jakarta pada (20/08/2026) bersama jajaran pemain dan sutradara untuk mengorek cerita di balik layar film ini.
Dari alasan bergabung, tantangan syuting, sampai teknologi yang bikin film ini beda dari horor Indonesia kebanyakan, semuanya dibahas santai dalam obrolan tersebut.
Buat kamu yang penasaran, berikut Popmama.com mengulas 6 fakta menarik film Bisikan Desa Gringsing. Yuk, simak sampai habis!
Table of Content
1. Berawal dari ide sederhana

Instagram.com/bisikandesagringsing Cerita Bisikan Desa Gringsing ternyata lahir dari premis yang sederhana, yaitu sebuah desa yang dikutuk dan memiliki kisah tragis di dalamnya.
Namun, di tangan penulis skenarionya, ide itu berkembang menjadi cerita yang lebih rumit lewat pembentukan aturan dunia atau world rule yang logis, supaya penonton tidak bertanya-tanya kenapa karakter di film tidak melakukan cara yang lebih mudah untuk keluar dari masalah.
Dari situ, muncullah aturan utama dalam cerita, yaitu Desa Gringsing dilarang dimasuki sembarang orang, karena siapa pun yang nekat masuk lalu mencoba keluar lagi, nyawanya jadi taruhan.
2. Pertama di Indonesia, film horor ini pakai teknologi virtual production

Instagram.com/bisikandesagringsing Salah satu hal yang bikin Bisikan Desa Gringsing beda dari film horor Indonesia kebanyakan adalah penggunaan teknologi virtual production atau VP, di mana latar belakang adegan ditampilkan lewat layar raksasa alih-alih syuting di lokasi asli.
Film ini disebut sebagai horor pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi tersebut, dengan proses produksi yang melibatkan kerja sama tiga negara.
"Ini juga jadi tantangan di virtual production-nya, ini syuting pertama aku di VP. Aku tertarik banget buat mempelajarinya, apalagi kerja sama dengan tiga negara. Semoga ini bisa jadi pionir buat rumah produksi lain di Indonesia," ujar Aghnyni Haque sebagai salah satu pemeran dalam film ini.
3. Syuting dengan VP ternyata punya tantangan tersendiri

Instagram.com/bisikandesagringsing Meski terdengar canggih, syuting dengan teknologi VP nyatanya tidak semudah kelihatannya. Sebab, latar visual di belakang pemain baru benar-benar terlihat utuh setelah proses digabungkan di tahap pascaproduksi, bukan saat syuting berlangsung.
Hal ini membuat pemain harus benar-benar mengandalkan imajinasi supaya emosi dan kontinuitas ceritanya tetap nyambung.
"Ada adegan aku abis minum-minum, jadi harus kelihatan sedikit efek habis minum. Padahal syutingnya di awal banget, real set-nya baru kelihatan pas sudah digabung, jauh banget waktunya. Nah, tantangan-tantangan kayak gitu yang harus kita pelajari," jelas Khiva Iskak sebagai salah satu pemeran dalam film ini.
4. Karakter utama punya latar belakang trauma yang kompleks

Instagram.com/bisikandesagringsing Salah satu pemain film ini mengaku tantangan terbesarnya adalah memerankan karakter utama bernama Hesti, seorang perempuan yang hanya tinggal bersama ayahnya karena sosok ibu tidak pernah hadir dalam hidupnya.
Kondisi makin rumit karena sang ayah menikah lagi dengan perempuan yang ternyata adalah teman dekat Hesti sendiri. Latar belakang inilah yang membuat karakter Hesti tumbuh jadi sosok tertutup dan penuh trauma.
"Tantangannya itu memainkan karakter supaya nggak satu layer. Marah itu ada sebabnya, ada layer-nya kenapa dia bisa marah, nangis, sampai ketakutan. Gimana caranya karakter ini nggak cuma ditempelin buat nakut-nakutin doang, tapi punya nyawa," jelas Aghniny Haque.
5. Kedekatan pemain di lokasi syuting terbentuk secara alami

Youtube.com/CINEMA 21 Di balik ceritanya yang mencekam, suasana syuting Bisikan Desa Gringsing justru penuh kehangatan antarpemain yang berperan dalam film ini.
Para pemain mengaku tidak mengalami kesulitan berarti dalam membangun kedekatan atau chemistry satu sama lain, karena semua orang di lokasi syuting sama-sama terbuka dan saling membantu.
Menariknya, pemeran karakter antagonis dalam film ini, Fatimah, justru menjadi sosok yang paling disayangi di lokasi syuting. Ia digambarkan sebagai anak bersama untuk semua kru dan pemain lainnya.
"Dari awal aku nge-build chemistry-nya sama dia (Fatimah), rasanya kayak dia itu anak semua orang. Ada yang nganggep dia adik, ada yang nganggep dia anak sendiri, jadi rasa sayang itu tumbuh dengan sendirinya," pungkas Surya Saputra yang juga bermain dalam film ini.
6. Bukan horor jump scare, tapi horor yang mengedepankan atmosfer

Youtube.com/CINEMA 21 Berbeda dari kebanyakan film horor Tanah Air yang mengandalkan jump scare, Bisikan Desa Gringsing justru memilih pendekatan horor atmosferik yang lebih menekankan misteri dan sisi psikologis dari setiap karakternya.
Bahkan, sosok manusia dengan niat jahat digambarkan lebih menyeramkan dibandingkan dengan hantu yang biasanya dalam film selalu memberikan kesan menakutkan.
“film horror yang beda banget sama film horror kebanyakan. Jadi, ada macem-macem rasa, ada macem-macem emosi, ini horror yang misteri jadi menurut saya, (film ini) tuh lebih ke nuansa horror atmosferik menurut gue. Jadi, kalo ngarepin jump scare salah. Ini lo (film ini) bakal membawa sesuatu yang baru dan menyenangkan” tegas Surya Saputra.
Dalam film ini, setiap karakter juga digambarkan punya sisi baik dan buruknya masing-masing, sehingga penonton diajak untuk ikut menebak alasan di balik setiap tindakan yang muncul di sepanjang cerita.
Nah, itulah pembahasan mengenai 6 fakta menarik film Bisikan Desa Gringsing. Semoga informatif dan bermanfaat!






















