Ingin Berlibur ke Pantai? Perhatikan 5 Hal Ini Demi Keselamatan Anak

Ma, meeskipun sedang berlibur harus tetap prioritaskan keselamatan anak ya

1 Juli 2018

Ingin Berlibur ke Pantai Perhatikan 5 Hal Ini Demi Keselamatan Anak
Unsplash/Patryk Sobczak

Ada rencana untuk pergi liburan di pantai nggak nih, Ma?

Kalau Mama sudah punya rencana ke pantai pasti sudah ada bayangan untuk menikmati sinar matahari, bermain pasir dan air bersama Si Kecil ya.

Tak hanya kesenangan saja yang bisa dirasakan di pantai, namun ada juga bahaya yang mengincar. Mulai dari ombak pantai, kondisi matahari yang menyengat hingga binatang berbahaya seperti ubur-ubur.

Agar liburan Mama sekeluarga bisa lancar, ada baiknya untuk tetap memperhatikan keselamatan Si Kecil saat berada di area pantai. Berikut rangkuman Popmama.com yang wajib Mama baca sebelum pergi berlibur ke pantai.

1. Jangan lupakan jaket pelampung

1. Jangan lupakan jaket pelampung
Unsplash/Leo Rivas

Perlu Mama ketahui nih kalau keamanan air yang ada di pantai tentu berbeda dengan keamanan kolam renang ya. Kondisi air yang terlihat dangkal saat di pantai pun bisa sangat berbahaya untuk Si Kecil. 

Air terbuka seperti pantai ini tidak bisa Mama prediksi situasinya. Ombak kecil dan besar bisa saja muncul tiba-tiba. Untuk itu, walau Mama membiarkan Si Kecil asik bermain air memang seharusnya tetap dijaga keamanannya ya. Berikan jaket pelampung kecil agar Si Kecil bisa merasa lebih aman. 

Editors' Picks

2. Jangan biarkan anak untuk mengubur kaki dengan pasir basah

2. Jangan biarkan anak mengubur kaki pasir basah
Unsplash/Rafael Souza

Saat berada di pantai dengan hambaran pasir pasti menjadi sesuatu yang menyenangkan ya, Ma. Apalagi kalau Si Kecil baru kali pertama merasakan suasana pantai. 

Selain bertemu air, ketika di pantai Si Kecil akan punya keinginan untuk bermain-main dengan pasir. Mengubur kaki di dalam pasir memang sesuatu yang menyenangkan saat berlibur ke pantai ya. Namun, ketika tidak dilakukan di tempat yang tepat akan membahayakan Si Kecil. 

Mama harus bisa pastikan Si Kecil agar tidak mengubur kaki di pasir di tepi pantai ya, Ma. Ini bisa beresiko untuk keselamatan Si Kecil apalagi kalau dirinya mengubur kaki di pasir yang basah dan benar-benar dekat dengan pantai. Saat Si Kecil lengah terhadap ombak yang datang, pasir basah akan menjebak kakinya dan membuatnya kesulitan untuk bergerak. 

Semakin dekat dengan pantai, semakin tinggi juga resiko yang bisa terjadi. Itu sebabnya, Mama harus selalu memantau kegiatan Si Kecil saat bermain di pantai ya. 

3. Ketahui bahaya ubur-ubur

3. Ketahui bahaya ubur-ubur
Unsplash/ Nik Ramzi Nik Hassan

Saat ingin berlibur ke pantai, ada baiknya Mama memberikan beberapa pemahaman mengenai bahaya yang mungkin saja bisa terjadi ke Si Kecil. Mulai dari ombak pantai yang harus dijauhi, mengubur kaki dengan pasir basah di tepi pantai hingga tidak memperbolehkan untuk memegang ubur-ubur atau bulu babi.

Pengetahuan seperti ini harus diberikan Mama saat diperjalanan ya, Ma. Si Kecil terkadang suka penasaran sendiri dan ingin mencoba sesuatu yang baru.  Apalagi kalau Si Kecil suka nonton SpongeBob Squarepants yang sering mengejar ubur-ubur, bisa jadi ini akan ditiru. Sebelum hal seperti ini terjadi, ada baiknya diberitahukan tentang beberapa bahaya yang harus dicegah. 

4. Perhatikan kondisi matahari 

4. Perhatikan kondisi matahari 
Unsplash/Derek Thomson

Saat ingin melakukan banyak aktivitas di pantai, kondisi Si Kecil harus diperhatikan nih, Ma. Apalagi tubuh anak-anak biasanya masih perlu menyesuaikan diri dengan teriknya panas matahari pantai. Untuk mencegah kulit Si Kecil terbakar sinar matahari, sebaiknya menggunakan tabir surya saat sedang berada di pantai. 

Mama bisa mencari tabir surya yang bisa melindungi kulit dari sinar ultraviolet B, pilih yang tidak mengiritasi kulit dan tentunya mengandung SPF tinggi karena akan memberikan perlindungan kulit lebih lama. 

Untuk membuat tabir surya menyerap lebih sempurna, Mama bisa mengoleskan ke kulit Si Kecil 15-30 menit sebelum berangkat. Jangan lupa juga untuk tetap mengoleskannya kembali setiap 1-2 jam selama masih berada di pantai. 

5. Perkenalkan anak dengan penjaga pantai

5. Perkenalkan anak penjaga pantai
Unsplash/Anna Kolosyuk

Mama bisa memperkenalkan Si Kecil dengan penjaga-penjaga yang ada di pantai nih. Dirinya juga bisa belajar mendengarkan arahan dari penjaga pantai yang sedang bertugas, Selain itu, penjaga pantai yang tentunya lebih berpengalaman juga bisa melakukan pertolongan pertama saat terjadi sesuatu dengan Si Kecil.

Meskipun harus bisa memproteksi diri dari bahaya, Si Kecil juga harus diajarkan cara berteriak saat ada dalam situasi yang membahayakan dirinya. Katakan kepadanya dengan berteriak, Mama dan orang lain termasuk penjaga pantai juga akan datang untuk menyelamatkannya. 

Beberapa hal di atas perlu Mama perhatikan saat ingin mengajak Si Kecil berlibur ke pantai nih. Meskipun ingin senang-senang, namun keselamatan Si Kecil harus tetap diperhatikan. 
 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.