Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

6 Gejala Herpes yang Umum Terjadi dan Perlu Diwaspadai

6 Gejala Herpes yang Umum Terjadi dan Perlu Diwaspadai
verywellhealth
Intinya Sih

  • Muncul lepuhan kecil berisi cairan, sering terjadi di area mulut, bibir, hidung, genital, atau anus.

  • Rasa gatal, panas, atau terbakar muncul sebelum lepuhan dan disebut sebagai gejala prodromal.

  • Nyeri atau perih pada area terinfeksi dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Herpes adalah infeksi virus yang sering dianggap sepele, padahal gejalanya bisa menimbulkan rasa tidak nyaman dan sering tidak disadari sejak awal. Penyakit ini disebabkan oleh Herpes Simplex Virus (HSV) yang dapat menyerang area mulut, wajah, hingga genital. 

Yang membuat seringnya herpes tidak disadari adalah tanda-tandanya yang muncul secara bertahap dan sering disangka sebagai masalah kulit biasa. Tak jarang, banyak orang termasuk Mama mungkin baru menyadari setelah keluhan terasa semakin mengganggu atau berulang.

Agar Mama tidak salah mengenali dan bisa lebih waspada, penting untuk mengetahui gejala herpes yang umum terjadi. Berikut Popmama.com kasih penjelasannya.

Table of Content

1. Muncul lepuhan kecil berisi cairan

1. Muncul lepuhan kecil berisi cairan

6 Gejala Herpes yang Umum Terjadi dan Perlu Diwaspadai.jpg
drvaidji

Gejala herpes yang paling khas adalah munculnya lepuhan kecil berisi cairan bening. Lepuhan ini biasanya muncul berkelompok dan terlihat kemerahan di sekitarnya. Kondisi ini sering kali menjadi tanda awal infeksi herpes yang paling mudah dikenal.

Seiring berjalannya waktu, lepuhan dapat pecah dan berubah menjadi luka terbuka yang terasa perih atau nyeri. Setelah beberapa hari, luka tersebut akan mengering dan membentuk keropeng sebelum akhirnya sembuh dengan sendirinya.

Menurut Mayo Clinic, herpes lepuh dapat muncul di sekitar mulut, bibir, hidung, area genital, atau anus, tergantung jenis virus yang menginfeksi.

2. Rasa gatal, panas, atau terbakar

6 Gejala Herpes yang Umum Terjadi dan Perlu Diwaspadai.jpg
infobae

Sebelum lepuhan muncul, banyak penderita herpes merasakan sensasi tidak nyaman seperti gatal, panas, atau terbakar di area tertentu. Gejala ini sering kali muncul beberapa jam hingga beberapa hari sebelumnya.

Sensasi tersebut dikenal sebagai gejala prodromal , yaitu tanda awal bahwa virus herpes sedang aktif kembali di dalam tubuh. Pada tahap ini, kulit biasanya belum menunjukkan perubahan yang jelas.

Mayo Clinic menjelaskan bahwa mengenali gejala awal ini penting karena pengobatan antivirus dapat bekerja lebih efektif jika diberikan sejak dini.

3. Nyeri atau perih pada area terinfeksi

6 Gejala Herpes yang Umum Terjadi dan Perlu Diwaspadai.jpg
Freepik/stefamerpik

Saat penyakit lepuhan herpes pecah dan berubah menjadi luka, penderitanya dapat merasakan nyeri atau perih pada area yang terinfeksi. Rasa tidak nyaman ini bisa terasa ringan hingga cukup mengganggu aktivitas sehari-hari.

Pada herpes genital, nyeri juga dapat muncul saat buang air kecil atau ketika area luka terjadi. Kondisi ini membuat penderita sering merasa tidak nyaman, terutama pada fase awal munculnya luka.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), herpes dapat menimbulkan luka yang terasa nyeri atau sensitif, terutama saat virus sedang aktif. Tingkat nyeri dapat berbeda-beda pada setiap orang, tergantung kondisi tubuh dan respon sistem kekebalan masing-masing.

4. Demam dan tubuh terasa lemas

6 Gejala Herpes yang Umum Terjadi dan Perlu Diwaspadai.jpg
Freepik

Pada infeksi herpes pertama, sebagian orang dapat mengalami demam ringan hingga sedang. Kondisi ini biasanya disertai rasa lelah, sakit kepala, dan nyeri otot.

Gejala ini muncul karena sistem kekebalan tubuh sedang bekerja melawan virus yang masuk ke dalam tubuh. Karena menyerupai flu, herpes sering kali tidak langsung dikenali.

World Health Organization (WHO) menyebutkan, gejala sistemik seperti demam dan badan lemas lebih sering terjadi pada infeksi awal herpes dibandingkan infeksi berulang.

5. Pembengkakan kelenjar getah bening

6 Gejala Herpes yang Umum Terjadi dan Perlu Diwaspadai.jpg
Freepik

Herpes juga dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening, terutama di area leher, ketiak, atau selangkangan. Pembengkakan ini biasanya terasa nyeri saat ditekan.

Kelenjar getah bening berfungsi sebagai bagian dari sistem imun. Ketika terjadi infeksi, kelenjar ini akan bekerja lebih aktif sehingga ukurannya bisa membesar sementara.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menjelaskan, bahwa pembengkakan kelenjar getah bening merupakan respon alami tubuh dalam melawan infeksi virus, termasuk herpes.

6. Kesemutan atau nyeri saraf

6 Gejala Herpes yang Umum Terjadi dan Perlu Diwaspadai.jpg
Freepik/karlyukav

Beberapa penderita herpes mengalami sensasi kesemutan, nyeri ringan, atau seperti tertusuk jarum di area tertentu. Gejala ini berkaitan dengan kemampuan virus herpes yang bersembunyi di jaringan saraf.

Sensasi ini sering muncul sebelum lepuhan terlihat, atau menjelang herpes kambuh kembali. Oleh karena itu, banyak penderita yang dapat memprediksi kekambuhan dari sensasi tersebut.

Cleveland Clinic menyebutkan, bahwa nyeri saraf merupakan salah satu ciri khas infeksi herpes karena virus menyerang sistem saraf tubuh.

Nah, itulah penjelasan lengkap mengenai gejala herpes yang umum terjadi. Dengan mengenali tanda-tandanya sejak dini, Mama bisa lebih waspada dan segera berkonsultasi ke dokter. 

FAQ tentang Herpes

Berapa lama herpes sembuh?

Herpes biasanya sembuh dalam 2–4 minggu.

Bagaimana agar herpes cepat kempes?

Agar herpes cepat kering, langkah utama yang perlu dilakukan adalah menggunakan obat antivirus seperti acyclovir, valacyclovir, atau famciclovir.

Bagaimana agar herpes tidak menyebar?

Untuk mencegah herpes menyebar, hindari kontak langsung dengan luka, cuci tangan rutin, jangan berbagi barang pribadi (handuk, alat makan, lipstik), gunakan kondom saat berhubungan seksual, dan konsultasi dokter untuk obat antivirus seperti asiklovir.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias
Follow Us

Latest in Life

See More