Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pexels.com/Polina Tankilevitch
  • Gen Z, kelahiran 1997–2012, diproyeksikan memiliki kekuatan ekonomi besar; Bank of America memperkirakan pendapatannya mencapai US$36 triliun pada 2030 dan US$74 triliun pada 2040.

  • Perpindahan kekayaan besar dari Baby Boomers kepada generasi muda berpotensi menambah kemampuan finansial Gen Z melalui warisan antargenerasi.

  • Kedekatan dengan teknologi digital dan akses fintech membuka peluang penghasilan serta pembangunan aset, meski banyak Gen Z masih menghadapi biaya hidup tinggi, kerja terbatas, dan sulit membeli rumah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Gen Z diproyeksikan menjadi salah satu generasi dengan kekayaan terbesar pada 2035, didorong pertumbuhan pendapatan, transfer kekayaan antargenerasi, peluang digital, dan akses layanan keuangan.
  • Who?
    Generasi Z, yaitu kelompok yang lahir pada 1997–2012, diproyeksikan memperoleh peningkatan kekuatan ekonomi dan berpotensi menerima perpindahan kekayaan dari generasi Baby Boomers.
  • Where?
    Proyeksi ini mencakup kondisi ekonomi Gen Z secara luas; wilayah atau negara tertentu per saat ini masih belum diketahui.
  • When?
    Gen Z diprediksi menjadi salah satu generasi terkaya pada 2035. Pendapatannya diproyeksikan mencapai US$36 triliun pada 2030 dan US$74 triliun pada 2040.
  • Why?
    Pendorongnya meliputi kenaikan pendapatan, potensi warisan melalui Great Wealth Transfer, kemampuan memanfaatkan ekonomi digital, serta akses fintech untuk mengelola uang, bisnis, dan aset.
  • How?
    Kekayaan Gen Z berpotensi tumbuh melalui pekerjaan digital, e-commerce, bisnis media sosial, layanan fintech, pembangunan aset, serta perpindahan kekayaan dari generasi yang lebih tua.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Gen Z, yaitu orang yang lahir tahun 1997 sampai 2012, diperkirakan bisa jadi sangat kaya pada 2035. Mereka mudah memakai internet untuk kerja dan jualan. Mereka juga mungkin menerima warisan dari orang yang lebih tua. Sekarang banyak Gen Z masih susah karena biaya hidup mahal dan cari kerja tidak selalu mudah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah tantangan biaya hidup dan kerja yang masih dihadapi, Gen Z memiliki fondasi peluang yang kian luas melalui kedekatan dengan teknologi, akses layanan keuangan, serta berkembangnya sumber penghasilan digital. Proyeksi kenaikan pendapatan dan potensi transfer kekayaan antargenerasi turut menggambarkan ruang yang besar bagi penguatan kondisi finansial mereka.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Setiap generasi punya kondisi dan tantangan finansial yang berbeda. Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan dunia kerja, cara seseorang mendapatkan penghasilan hingga membangun kekayaan juga ikut berubah.

Gen Z menjadi salah satu generasi yang tumbuh di tengah perubahan tersebut. Generasi yang lahir pada 1997–2012 ini ternyata punya prospek finansial yang cukup besar di masa depan.

Bahkan, Gen Z diprediksi dapat menjadi salah satu generasi dengan kekayaan terbesar pada 2035 lho. Penasaran apa penyebabnya? Yuk simak penjelasan Popmama.com terkait hal tersebut!

1. Pendapatannya diprediksi tembus Rp1.200 triliun

Pexels.com/Mikhail Nilov

Laporan terbaru Bank of America memproyeksikan pendapatan Gen Z akan mencapai US$36 triliun atau sekitar Rp591,6 triliun pada 2030.

Jumlah tersebut diperkirakan terus meningkat hingga US$74 triliun atau sekitar Rp1.214,8 triliun pada 2040. Pertumbuhan pendapatan ini menjadi salah satu faktor yang membuat Gen Z diprediksi memiliki kekuatan ekonomi semakin besar.

2. Bakal menerima warisan besar

Pexels.com/Pavel Danilyuk

Salah satu faktor yang dapat mendorong kekayaan Gen Z adalah Great Wealth Transfer atau perpindahan kekayaan antargenerasi.

Triliunan dolar dari generasi Baby Boomers diperkirakan akan berpindah kepada generasi yang lebih muda dan bisa berpotensi menambah kemampuan finansial Gen Z.

3. Terbiasa dengan dunia digital

Pexels.com/Tima Miroshnichenko

Gen Z tumbuh ketika internet dan teknologi sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Kondisi ini membuat mereka lebih familiar dengan berbagai peluang ekonomi berbasis digital.

E-commerce, pekerjaan digital, hingga bisnis melalui media sosial dapat menjadi sumber penghasilan yang semakin mudah diakses oleh generasi ini.

4. Punya akses ke berbagai peluang keuangan

Pexels.com/Tima Miroshnichenko

Perkembangan fintech juga membuat akses terhadap layanan keuangan menjadi semakin luas. Gen Z dapat menemukan berbagai pilihan untuk mengelola uang, mengembangkan bisnis, hingga mulai membangun aset.

Jika dimanfaatkan dengan bijak, kemudahan tersebut dapat membantu Gen Z mempersiapkan kondisi finansial untuk jangka panjang.

5. Kondisi finansialnya saat ini belum mudah

Pexels.com/Thirdman

Meski punya prospek besar, bukan berarti Gen Z saat ini sudah hidup serba berkecukupan. Sebagian bahkan masih hidup dari gaji ke gaji untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Banyak dari mereka masih harus menghadapi biaya hidup tinggi, kesempatan kerja yang terbatas, hingga kesulitan memiliki rumah.

Itu dia alasan Gen Z diprediksi menjadi generasi terkaya pada 2035. Meski masih menghadapi tantangan finansial, peluang ekonomi dan transfer kekayaan dapat memperkuat kondisi keuangan mereka di masa depan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article