“Tapi kami bisa mengatakan bahwa sebagian besar bahan baku kami adalah dari lokal source, sumbernya dari lokal,” ungkap Caroline Kurniadjaja, Associate Director of Marketing McDonald’s Indonesia dalam acara konferensi pers “Sepenuhnya Indonesia” di Jakarta Selatan pada Selasa (27/1/2026).
Gunakan Bahan Lokal, Restoran Cepat Saji Ini Dukung Petani Indonesia

- Lebih dari 76% Bahan Baku Berasal dari Indonesia: Nasi, sayur-sayuran, ayam, telur, roti, cabai, dan minyak goreng dipasok oleh mitra lokal.
- Memberdayakan Ratusan Petani Lokal: Made Gunada berhasil merangkul hampir 150 petani mitra dengan fasilitas teknologi. Petani dibekali dengan mesin spinner dan laboratorium mini untuk memastikan kualitas sayuran.
- Menu Bergizi Seimbang untuk si Kecil: Kandungan lemak, itu sudah sesuai dengan yang direkomendasikan untuk anak-anak.
Dalam memilih asupan untuk keluarga, kesegaran dan asal bahan makanan menjadi prioritas utama bagi setiap Mama dan Papa. Hal ini penting untuk memastikan kualitas makanan yang dinikmati bersama keluarga setiap hari.
Merayakan 35 tahun kehadirannya di Indonesia, McDonald's Indonesia mengusung tema “Sepenuhnya Indonesia” mengungkap bahwa sebagian besar bahan baku yang digunakan berasal dari hasil bumi nusantara dan dipasok oleh mitra lokal.
Berikut Popmama.com rangkum cerita menarik di balik dapur mereka.
Table of Content
Lebih dari 76% Bahan Baku Berasal dari Indonesia

Mungkin selama ini Mama mengira bahan-bahan di restoran cepat saji berasal dari luar negeri. Ternyata, lebih dari 76% bahan baku yang digunakan McD Indonesia saat ini berasal dari sumber lokal.
Mulai dari nasi, sayur-sayuran, ayam, telur, roti, cabai, dan minyak goreng semuanya dipasok oleh mitra dan pengusaha dalam negeri.
“Hingga hari ini lebih dari 76% bahan-bahan yang kami gunakan itu berasal dari lokal ya, mulai dari nasi, kemudian sayuran, ayam, lalu juga cabe, kemudian roti, minyak itu semua tuh dari Indonesia gitu,” ujar Caroline Kurniadjaja.
Menurutnya, karena suplai daging di Indonesia belum mencukupi, pihaknya akan melakukan importasi daging dari luar.
Memberdayakan Ratusan Petani Lokal

Kualitas bahan baku ini tidak lepas dari peran para petani lokal yang terbaik. Salah satu sosok inspiratifnya adalah Made Gunada, seorang petani dari Bali yang telah menjadi mitra selama 33 tahun.
Berawal dari hanya menyuplai 10 kg selada, kini Pak Made berhasil merangkul hampir 150 petani mitra yang tersebar di wilayah Bali, Jawa Tengah, hingga Jawa Barat.
Para petani ini dibekali dengan disiplin tinggi serta fasilitas teknologi seperti mesin spinner dan laboratorium mini untuk memastikan sayuran tetap segar dan berkualitas dari kebun hingga ke restoran.
“Kami juga mendapat dukungan fasilitas, terutama bagi petani kecil yang sebelumnya belum memiliki sarana yang memadai. Mulai dari mesin spinner hingga laboratorium mini, sehingga produk-produk itu dari kebun sampai ke resto benar-benar kualitasnya terjaga,” kata Made Gunada.
Menu Bergizi Seimbang untuk si Kecil

Mama tidak perlu khawatir soal gizi, karena saat ini terdapat komitmen yang kuat untuk menghadirkan menu anak yang lebih seimbang. Paket menu anak dirancang agar kandungan kalorinya tidak melebihi 600 kalori per porsi.
“Tahun 2019 itu kami sudah meluncurkan menu-menu yang sudah bisa kami klaim sebagai menu yang seimbang. Kenapa seimbang? Karena kandungan gula, kandungan lemak, itu sudah sesuai dengan yang direkomendasikan untuk anak-anak,” jelas Caroline Kurniadjaja.
Di menu Happy Meal, inovasi yang dilakukan antara lain menghadirkan jagung manis (sweet corn) sebagai alternatif pengganti kentang goreng, serta memberikan pilihan minuman berupa susu atau air mineral.
Selain itu, sayuran segar hasil pertanian lokal tetap ditambahkan ke dalam burger untuk membantu memenuhi kebutuhan serat anak setiap harinya.
Menu Inovasi dengan Cita Rasa Nusantara

Karena menggunakan bahan-bahan lokal, mereka juga rutin menghadirkan menu yang sangat familiar di lidah kita, Ma. Beberapa menu dengan cita rasa lokal yang menjadi favorit antara lain Nasi Uduk, Burger Rendang, hingga Ayam Gulai.
Khusus di bulan Agustus untuk merayakan kemerdekaan, biasanya hadir kampanye "Ini Rasa Kita" yang menonjolkan lebih banyak menu dengan sentuhan bumbu khas daerah.
Selain menu khusus kemerdekaan, terdapat juga tradisi tahunan yang sangat dinantikan, yaitu kehadiran menu favorit Ramadhan dengan cita rasa lokal yang selalu berhasil membangkitkan kehangatan momen berbuka puasa bersama keluarga.
Nah, dengan komitmen menggunakan bahan lokal, dukungan pada petani, dan menu bergizi seimbang, Mama bisa lebih tenang memilih hidangan untuk keluarga.
FAQ tentang Restoran Cepat Saji Dukung Petani Indonesia
| Mengapa dukungan restoran cepat saji penting bagi petani lokal? | Dukungan dari restoran cepat saji memberi kepastian pasar bagi petani, sehingga hasil panen lebih stabil terserap. Selain itu, kerja sama jangka panjang membantu petani meningkatkan kualitas produksi dan pendapatan secara berkelanjutan. |
| Bahan pangan apa saja yang biasanya berasal dari petani Indonesia? | Umumnya meliputi ayam, telur, beras, kentang lokal, sayuran segar, cabai, bawang, hingga berbagai bumbu dan rempah. |
| Apakah kualitas bahan lokal setara dengan bahan impor? | Ya, kualitas bahan lokal tidak kalah dengan impor. Bahkan, bahan dari petani Indonesia cenderung lebih segar karena rantai distribusinya lebih pendek dan diproses sesuai standar keamanan pangan yang ketat. |


















