Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Gangguan Kecemasan Naik Jelang Lebaran, Ini Dampak Kesehatan Tubuh

Gangguan Kecemasan Naik Jelang Lebaran, Ini Dampak Kesehatan Tubuh
Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI
Intinya Sih
  • Laporan Indonesia Health Insights Q1 2026 mencatat peningkatan gangguan kecemasan hingga 27 persen selama Ramadan, terutama menjelang Lebaran akibat tekanan sosial dan perubahan pola hidup.
  • Kecemasan berdampak langsung pada tubuh, memicu hormon stres yang menurunkan daya tahan, menyebabkan gangguan tidur, jantung berdebar, sesak dada, serta keluhan pencernaan.
  • Ahli kesehatan menekankan pentingnya menjaga keseimbangan mental dan fisik dengan istirahat cukup, pola makan seimbang, serta pengelolaan stres agar tetap bugar hingga Idulfitri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Menjelang Hari Raya Idulfitri, banyak orang mulai disibukkan dengan berbagai persiapan, mulai dari mudik, belanja kebutuhan Lebaran, hingga mengatur agenda silaturahmi.

Meski identik dengan kebahagiaan dan kebersamaan, periode ini ternyata juga bisa memicu tekanan mental yang berdampak pada kondisi fisik.

Laporan Indonesia Health Insights Q1 2026 menunjukkan adanya peningkatan gangguan kecemasan yang cukup signifikan selama Ramadan.

Data tersebut mencatat bahwa tingkat kecemasan meningkat secara bertahap dan mencapai puncaknya pada minggu ketiga Ramadan, dengan kenaikan hingga 27 persen dibandingkan rata-rata sebelum Ramadan.

Kondisi ini umumnya dipicu oleh berbagai faktor, seperti persiapan perjalanan mudik, tekanan sosial menjelang pertemuan keluarga besar, hingga perubahan pola tidur selama bulan puasa.

Meski sering dianggap sepele, kecemasan yang tidak dikelola dengan baik dapat memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Berikut, Popmama.com akan membahas mengenai kecemasan naik jelang lebaran yang akan berdampak bagi kesehatan tubuh. Yuk, simak pembahasan di bawah ini.

Table of Content

1. Kecemasan bisa memengaruhi kondisi fisik

1. Kecemasan bisa memengaruhi kondisi fisik

Gangguan Kecemasan Naik Jelang Lebaran, Ini Dampak Kesehatan Tubuh
Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI

Kecemasan tidak hanya berdampak pada pikiran, tetapi juga memicu respons biologis di dalam tubuh.

Saat seseorang mengalami stres atau kecemasan, tubuh akan meningkatkan produksi hormon stres yang dapat memengaruhi sistem imun.

Akibatnya, tubuh menjadi lebih rentan terhadap berbagai keluhan kesehatan. Beberapa gejala yang sering muncul antara lain gangguan tidur, jantung berdebar, hingga rasa sesak di dada.

Dalam banyak kasus, kondisi ini juga berkaitan dengan menurunnya daya tahan tubuh.

Fibriyani Elastria menjelaskan bahwa periode Ramadan hingga Idulfitri memang menghadirkan dinamika kesehatan yang cukup unik.

“Kami melihat adanya berbagai perubahan pola kesehatan masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran. Selain tantangan fisik, ada juga tekanan mental yang muncul akibat aktivitas dan persiapan menjelang hari raya,” ujarnya dalam acara Indonesia Health Insight Report Q1 2026, pada Selasa, 10 Maret 2026, di Jakarta.

Data kesehatan menunjukkan bahwa meningkatnya hormon stres dapat berkontribusi pada munculnya keluhan fisik, salah satunya radang tenggorokan.

Karena itu, menjaga keseimbangan kesehatan mental selama Ramadan menjadi hal yang penting agar tubuh tetap prima hingga hari raya tiba.

2. Gangguan tidur

Gangguan Kecemasan Naik Jelang Lebaran, Ini Dampak Kesehatan Tubuh
Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI

Salah satu gejala paling umum dari kecemasan adalah sulit tidur atau kualitas tidur yang menurun.

Pikiran yang terus memikirkan berbagai persiapan Lebaran, seperti perjalanan mudik atau agenda keluarga, dapat membuat seseorang sulit beristirahat dengan optimal.

Padahal, tidur yang cukup sangat penting untuk menjaga keseimbangan hormon dan memperkuat sistem imun.

Jika berlangsung dalam waktu lama, kurang tidur dapat menyebabkan tubuh mudah lelah dan rentan sakit.

3. Jantung berdebar dan sesak dada

Gangguan Kecemasan Naik Jelang Lebaran, Ini Dampak Kesehatan Tubuh
Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI

Kecemasan juga dapat memicu reaksi fisik berupa jantung berdebar lebih cepat. Hal ini terjadi karena tubuh merespons stres dengan meningkatkan aktivitas sistem saraf.

Pada beberapa orang, kondisi ini bahkan bisa disertai dengan sensasi sesak di dada.

Meski tidak selalu berbahaya, gejala ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

4. Menurunnya daya tahan tubuh

Gangguan Kecemasan Naik Jelang Lebaran, Ini Dampak Kesehatan Tubuh
Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI

Saat hormon stres meningkat, sistem imun cenderung mengalami penurunan fungsi. Akibatnya, tubuh lebih mudah terserang infeksi ringan seperti flu atau radang tenggorokan.

Menjelang Lebaran, kondisi ini sering diperparah oleh kelelahan akibat aktivitas yang padat, kurang tidur, serta perubahan pola makan.

5. Gangguan pencernaan

Gangguan Kecemasan Naik Jelang Lebaran, Ini Dampak Kesehatan Tubuh
Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI

Selain memengaruhi sistem saraf, stres juga dapat berdampak pada kesehatan saluran cerna.

Data kesehatan menunjukkan adanya peningkatan keluhan pencernaan selama Ramadan hingga periode Lebaran.

Keluhan seperti sembelit bahkan meningkat sejak minggu pertama Ramadan dan mencapai puncaknya saat Idulfitri.

Perubahan pola makan, kurangnya asupan serat, serta stres dapat menjadi pemicu utama kondisi ini.

6. Tubuh terasa mudah lelah

Gangguan Kecemasan Naik Jelang Lebaran, Ini Dampak Kesehatan Tubuh
Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI

Kombinasi antara stres, kurang tidur, dan aktivitas yang padat dapat membuat tubuh cepat merasa lelah. Kondisi ini sering muncul menjelang Lebaran ketika banyak orang harus mengatur berbagai persiapan sekaligus.

Jika tidak diimbangi dengan istirahat yang cukup, kelelahan dapat memengaruhi produktivitas dan menurunkan kualitas kesehatan secara keseluruhan.

7. Pentingnya menjaga keseimbangan mental dan fisik

Gangguan Kecemasan Naik Jelang Lebaran, Ini Dampak Kesehatan Tubuh
Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI

Menjaga kesehatan selama Ramadan hingga Lebaran tidak hanya soal pola makan, tetapi juga keseimbangan antara kondisi mental dan fisik.

Ketika pikiran lebih tenang, tubuh juga akan lebih mudah mempertahankan daya tahan yang optimal.

Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Waluyo Dwi Cahyono, menjelaskan bahwa tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi, terutama setelah menjalani perubahan pola makan selama bulan puasa.

“Tubuh memerlukan masa transisi setelah berpuasa selama satu bulan. Penting untuk menjaga pola makan yang seimbang serta memastikan tubuh mendapatkan istirahat yang cukup agar tidak mudah mengalami gangguan kesehatan,” jelasnya dalam acara Indonesia Health Insight Report Q1 2026, pada Selasa, 10 Maret 2026, di Jakarta.

Karena itu, penting bagi masyarakat untuk mulai mengelola stres dengan baik. Mengatur jadwal aktivitas secara realistis, menjaga kualitas tidur, serta tetap memperhatikan asupan nutrisi dapat membantu tubuh tetap bugar.

Itulah pembahasan tentang kecemasan naik jelang lebaran yang akan berdampak bagi kesehatan tubuh.

Dengan keseimbangan antara kesehatan mental dan fisik, masyarakat dapat menjalani momen Idul Fitri dengan lebih nyaman.

Pada akhirnya, menjaga kondisi tubuh tetap sehat menjadi bagian penting agar kebahagiaan dan kebersamaan di hari raya dapat dinikmati secara maksimal bersama keluarga.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias
Follow Us

Latest in Life

See More