Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

9 Fakta Menarik dari FIlm Ghost in the Cell, Horor-Komedi Karya Joko Anwar

9 Fakta Menarik dari FIlm Ghost in the Cell, Horor-Komedi Karya Joko Anwar
Popmama.com/Salsyabila Sukmaningrum
Intinya Sih
5W1H
Gini Kak
  • Joko Anwar menghadirkan film horor-komedi eksperimental berjudul Ghost in the Cell yang memadukan unsur aksi, satir sosial, dan metafora tentang rusaknya sistem keadilan.
  • Film berlatar penjara ini menampilkan deretan aktor ternama seperti Aming, Morgan Oey, dan Abimana Aryasatya dengan sinematografi long take serta adegan aksi yang dipersiapkan intensif.
  • Tayang perdana di Berlinale 2026 dan mendapat sambutan positif internasional, Ghost in the Cell juga menonjol lewat foley sound megah serta easter egg khas karya Joko Anwar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Sutradara Joko Anwar kembali dengan karya terbarunya di bioskop lewat film Ghost in the Cell. Berbeda dengan beberapa proyek sebelumnya, kali ini punya nuansa horor pada film dipadu dengan unsur komedi.

Namun, unsur horor yang disajikan kali ini bukan dari hantu atau kisah tragis, melainkan metafora yang menggambarkan sistem keadilan yang telah rusak. Film ini disebut sebagai karya eksperimental Joko Anwar yang wajib ditonton di bioskop.

Selain cerita yang fresh, film ini juga melibatkan banyak nama besar seperti Aming, Morgan Oey, Abimana Aryasatya, Lukman Sardi, Tora Sudiro, Danang Suryonegoro, dan masih banyak lagi. Apa saja sih hal yang menarik dari film ini? 

Berikut ini Popmama.com telah merangkum 9 fakta menarik dari film Ghost in the Cell yang jadi karya horor-komedi Joko Anwar. Wajib tahu sebelum nonton!

Table of Content

1. Karya eksplorasi Joko Anwar, padukan horor, aksi, dan komedi

9 Fakta Menarik dari FIlm Ghost in the Cell, Horor-Komedi Karya Joko Anwar (7).png
Instagram.com/comenadseepictures

Setelah sukses dengan Pengabdi Setan dan Siksa Kubur, Joko Anwar kini mengeksplorasi genre supranatural dengan unsur komedi. Meski termasuk karya yang fresh bagi Joko Anwar, sutradara tersebut berhasil menyatukan tiap genre dengan porsi yang pas menurut para pemain. 

“Posisi comedy, action, thriller, horror, itu semua equal aja gitu kan, sama. Jujur mungkin sebuah genre baru di Indonesia, cara sutradara memasak itu pas banget,” kata Aming yang berperan sebagai Tokek, Kamis lalu (5/3/26).

2. Bukan hantu secara harfiah, horor terbentuk dari kerusakan sistem sosial

9 Fakta Menarik dari FIlm Ghost in the Cell, Horor-Komedi Karya Joko Anwar (6).png
Instagram.com/comenadseepictures

Bukan menakuti lewat hantu atau kisah tragis yang menyeramkan, film ini menyoroti isu sosial politik yang mungkin relate untuk kondisi dunia saat ini. 

Film ini menyajikan cerita di balik penjara dengan latar belakang masing-masing tokoh yang menarik. Dari yang awalnya saling berlawanan dan bermusuhan, secara tidak langsung menjadi bersatu karena menghadapi ancaman yang sama.

“Ini ada sosial politiknya, ada satirnya juga,” tambah Aming

3. Latar film diambil di penjara, ceritakan ketimpangan hukum

9 Fakta Menarik dari FIlm Ghost in the Cell, Horor-Komedi Karya Joko Anwar (8).png
Instagram.com/comenadseepictures

Ghost in the Cell merupakan metafora soal keadilan dan sistem hukum yang tajam ke bawah. Latar belakang di film ini diambil dari kisah di balik jeruji besi, di mana para penjahat atau korban kejahatan sistem itu sendiri bersatu.

“Menyinggung banyak hal ya, ada unsur horornya, ketimpangan hukum isu lingkungan, satirnya, berhubungan manusia satu sama lain, dampak sebab-akibat, dan segala macam,” tutur Morgan kepada Popmama.com, Kamis (5/3/26).

Para narapidana di dalam penjara harus menghadapi kenyataan pahit di mana ketidakadilan jadi makanan sehari-hari. Meskipun isu yang diangkat cukup serius, banyak adegan komedi menggelitik yang akan menghibur penonton. 

4. Adegan aksi dipersiapkan selama dua bulan

9 Fakta Menarik dari FIlm Ghost in the Cell, Horor-Komedi Karya Joko Anwar (3).png
Popmama.com/Salsyabila Sukmaningrum

Ghost in the Cell juga menyajikan banyak adegan aksi yang akan memuaskan para penonton. Salah satu yang banyak berperan dalam adegan laga adalah Morgan Oey yang berperan sebagai Bimo.

Pernah bekerja sama dengan Joko Anwar lewat Pengepungan di Bukit Duri, Morgan ungkap persiapan untuk adegan aksi di film ini bahkan lebih kompleks hingga dipersiapkan selama selama dua bulan.

“Secara koreografi juga lebih berat, kualitas lebih intens, dan juga banyak yang harus gue perbaiki lagi dari segi postur, dari segi hitungan tempo, karena di sini Abang (Joko Anwar) pengen adegan fighting nyatetap street fight, tapi tetap ada unsur yang sesuai,” ungkap Morgan.

5. Banyak one-long take shot, bak karya teater

9 Fakta Menarik dari FIlm Ghost in the Cell, Horor-Komedi Karya Joko Anwar.png
Popmama.com/Salsyabila Sukmaningrum

Film Ghost in the Cell juga cukup unik dari segi sinematografi karena pengambilan gambar lebih banyak menggunakan teknik one shot atau long take. Disebut Joko Anwar sengaja memilih teknik ini agar pengambilan gambar lebih intens dan tidak terlalu banyak memotong.

“Jadi kebanyakan long (take) shot semua, jalan gitu adegannya, benar-benar kayak teater dan itu banyak banget hal-hal yang ajaib lah yang akhirnya keluar karena ansambel  yang sudah jadi,” tutur Danang Suryonegoro yang memerankan karakter Irfan Hamdan. 

6. Lagu ‘Cicak-Cicak di Dinding’ jadi OST, ini maknanya

9 Fakta Menarik dari FIlm Ghost in the Cell, Horor-Komedi Karya Joko Anwar (5).png
Instagram.com/comenadseepictures

Soundtrack yang digunakan cukup unik, yakni lagu anak legendaris ‘Cicak-Cicak di Dinding’ yang nuansanya dibuat ngeri. Pemilihan lagu ini disebut yang paling mirip dengan Tokek yang merupakan karakter utama dalam film ini. 

Bukan membuat film jadi lebih menyenangkan, maksud penggunaan lagu ini adalah menggambarkan bagaimana Tokek bukan membawa hoki seperti cicak, melainkan membawa sial.

Karakter Tokek yang diperankan oleh Aming ini disebut cukup kompleks, bahkan disebut jadi salah satu highlight dalam karier aktingnya.

7. Tayang lebih dulu di festival luar negeri, dapat respon positif

9 Fakta Menarik dari FIlm Ghost in the Cell, Horor-Komedi Karya Joko Anwar (4).png
Popmama.com/Salsyabila Sukmaningrum

Meskipun film berbahasa Indonesia, Ghost in the Cell justru telah tayang perdana di luar negeri, tepatnya di ajang bergengsi International Film Festival Berlinale pada 13 Februari 2026.

Menarik, film ini telah diputar empat kali dan mendapat sambutan respon yang positif di kancah global. Dalam keterangan resminya, Joko Anwar bahkan mengungkapkan hak distribusi film ini telah diakuisisi oleh Plaion Pictures untuk ditayangkan di negara-negara berbahasa Jerman. 

Bertambah lagi karya anak bangsa yang membanggakan!

8. Foley sound yang megah, wajib ditonton di bioskop

9 Fakta Menarik dari FIlm Ghost in the Cell, Horor-Komedi Karya Joko Anwar (4).png
Instagram.com/comeandseepictures

Foley sound merupakan proses penciptaaan suara ulang dari detail-detail seperti suara daun, suara langkah kaki, dan surat-suara lain yang dibuat ulang setelah syuting. Tim yang membuat foley sound dalam Ghost in the Cell adalah tim Cobblestone Foley. 

Tim tersebut juga telah memproduksi film 28 Years Later, Poor Things, The Zone of Interest, hingga Jordan Peele’s Nope. Terbukti telah terlibat dalam film prestisius, para pemain juga menyarankan agar film ini ditonton di bioskop untuk merasakan detail suara yang lebih mencekam.

9. Ada easter egg yang berkaitan dengan karya Joko Anwar sebelumnya

9 Fakta Menarik dari FIlm Ghost in the Cell, Horor-Komedi Karya Joko Anwar (3).png
Instagram.com/comenadseepictures

Sama seperti karya-karya sebelumnya, film Joko Anwar kali ini juga memiliki easter egg yang berkaitan dengan film-film karya sutradara Pengabdi Setan tersebut. Hal ini menarik untuk disimak penonton selama menonton film.

”Nanti ada hal-hal kecil seperti pakaian, sesuatu yang dikonsumsi, itu ada (jadi easter egg),”

Lewat wawancara eksklusif, para pemain Ghost in the Cell juga meminta para penonton memerhatikan nomor baju para narapidana karena memiliki makna tersendiri. 

Itu dia 8 fakta menarik dari film Ghost in the Cell yang jadi karya horor-komedi Joko Anwar. Film ini tayang pada 16 April 2026 di bioskop Indonesia.

Simak terus agar tidak ketinggalan jadwal tayangnya, Ma!

FAQ Seputar Ghost in the Cell dan Joko Anwar

Joko Anwar terkenal karena apa?

Joko Anwar terkenal karena kemampuannya menyutradarai film berkualitas tinggi lintas genre (horor, thriller, superhero) dengan narasi kuat, visual menarik, dan seringkali mengangkat isu sosial, seperti film laris Pengabdi Setan dan Gundala, serta membawa sinema Indonesia ke kancah internasional.

Ghost in the Cell tentang apa?

Film ini berpusat pada narapidana di lembaga pemasyarakatan di Indonesia yang struktur kekuasaannya rapuh ketika seorang narapidana baru datang dengan entitas supernatural pendendam yang memburu mereka yang memiliki aura paling gelap.

Film Joko Anwar apa saja?

Joko Anwar adalah sutradara dan penulis skenario terkemuka Indonesia yang dikenal melalui karya-karya horor dan thriller berkualitas, seperti Pengabdi Setan (2017), Perempuan Tanah Jahanam (2019), dan Siksa Kubur (2024), terbaru Pengepungan di Bukit Duri (2025) dan Ghost in the Cell (2026).

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias
Follow Us

Latest in Life

See More