“Oleh karenanya, menjadi cita-cita kami untuk mengedepankan dan memperkenalkan menu-menu terbaik yang ada di Indonesia,” ujar Indra Budiman, Area General Manager Wyndham Indonesia, dalam acara Wyndham Culinary Journey di Jakarta Selatan, Rabu (7/1/2025).
Eksplorasi Kuliner Ikonik dari Berbagai Daerah di Indonesia

- Sari Laut Bakar Dabu-Dabu dan Buntut Bakar andalan dari Jakarta
- Rawon Misoa dan Tahu Campur khas Surabaya, serta Laksan Palembang dan Nasi Minyak Iga Bakar dari Palembang
- Paha Kambing Bakar dan Kakap Sambal Matah dari Kuta, Bali
- Moringa Seafood Miso Soup dan Bebek Goreng Jivva dari Jivva, Bali
Kuliner Indonesia selalu lekat dengan momen kebersamaan keluarga. Aroma rempah, rasa laut yang segar, dan sajian tradisional yang hangat kerap menjadi pengikat cerita di meja makan, sekaligus mengenalkan kekayaan budaya sejak dini.
Sebagai wujud nyata komitmen dalam melestarikan sekaligus mengangkat kuliner Nusantara, Wyndham Hotel Indonesia mempersembahkan Wyndham Culinary Journey. Program ini menghadirkan menu-menu terbaik dari berbagai daerah Indonesia dalam balutan sajian modern yang tetap menghormati akar tradisinya.
Komitmen tersebut sejalan dengan visi perusahaan induknya. Travel and Leisure Co, induk perusahaan Wyndham, berupaya memperkenalkan kuliner Indonesia ke kancah global melalui jaringan lebih dari 100 properti yang tersebar di berbagai negara, khususnya di kawasan Asia Pasifik.
Melalui program ini, Wyndham Culinary Journey menghadirkan 10 hidangan Nusantara yang diracik langsung oleh lima chef terbaik dari lima hotel Wyndham Indonesia. Penasaran apa saja makanan yang disajikan? Berikut Popmama.com merangkumnya untuk Mama.
Jakarta: Sari Laut dan Buntut Bakar yang Menggoda

- Sari Laut Bakar Dabu-Dabu
Sari Laut Bakar Dabu-Dabu merupakan sajian aneka hasil laut segar seperti udang, cumi, dan ikan yang dipanggang hingga matang sempurna, menghadirkan aroma bakaran yang menggoda dengan tekstur tetap lembut dan juicy.
Disajikan bersama sambal dabu-dabu yang segar dan pedas, lengkap dengan salad serta nasi putih hangat, hidangan ini menawarkan perpaduan rasa gurih dan segar yang seimbang serta kaya cita rasa.
Kalau Mama ingin mencoba menu ini di rumah dengan rasa yang tak kalah segar dari dabu-dabu khas Sulawesi, Chef Angga punya tips sederhana terutama saat pembuatan sambal.
“Dari sisi saya pribadi, untuk sambal dabu-dabu ini, penggunaannya adalah tidak boleh menggunakan bahan tomat yang terlalu muda dan juga harus terlalu matang, jadi harus pas. Jika itu bisa sama-samaan, hasilnya akan optimal,” katanya.
- Buntut Bakar
Selain Sari Laut Bakar Dabu-Dabu, Jakarta juga menjagokan Buntut Bakar Maranggi sebagai hidangan andalan. Dibuat dari buntut sapi yang dimarinasi dengan bumbu maranggi aromatik, lalu dibakar perlahan hingga empuk dan meresap, menghasilkan cita rasa gurih-manis yang khas.
“Kita masak dalam waktu yang lama agar karakter Maranggi tetap sama, manis, rempahnya tidak berubah dari esensinya. Lalu untuk teknisnya, konsep ini kurang lebih sama dengan menu lain, di mana semua menggunakan teknik bakar yang sama untuk mempertahankan rasa asli dari bahan makanan,” ungkap Chef Angga.
Buntut Bakar Maranggi kemudian disajikan bersama sup bening sayuran yang ringan, sambal cabai hijau yang segar, emping melinjo, serta nasi putih hangat. Perpaduan pelengkap ini membuat hidangan terasa lengkap, seimbang, dan memberikan pengalaman makan yang memuaskan.
Surabaya: Semangkuk Rawon dan Tahu Campur

- Rawon Misoa
Rawon Misoa merupakan perpaduan rawon khas Jawa Timur dengan sentuhan modern. Kuah hitam pekat dari kluwek menghadirkan rasa gurih yang kaya serta aroma rempah yang khas.
Daging sapi dimasak hingga empuk dan disajikan bersama mi misoa yang lembut. Kombinasi ini membuat tekstur hidangan terasa lebih ringan tanpa menghilangkan cita rasa rawon yang autentik.
Untuk Mama yang terbiasa menikmati rawon dengan nasi, Chef Tatang menghadirkan alternatif berbeda lewat penggunaan misoa.
"Di rawonnya juga saya sajikan yang lain, saya kasih misoa di dalamnya. Ini ada misoa sebagai ganti karbohidrat, orang kalau enggak makan nasi atau kalau lagi enggak enak badan, sakit, dan sedang diet kan bisa menikmati ini,” ujarnya.
- Tahu Campur
Tahu Campur merupakan hidangan hangat khas Surabaya yang memadukan tahu lembut, irisan daging sapi, dan lentho goreng dalam satu sajian. Setiap komponennya berpadu menghadirkan tekstur yang beragam, mulai dari lembut hingga renyah.
Disajikan dengan kuah gurih yang kaya aroma, Tahu Campur menawarkan rasa sederhana namun penuh cita rasa. Awal mula terciptanya hidangan ini memang berangkat dari soto yang dipadukan dengan tahu dan berbagai pelengkap lainnya.
“Awalnya hidangan ini berasal dari soto yang dicampur dengan tahu. Karena beberapa bahan mengalami penyesuaian, ditambahkan tahu serta lentho yang terbuat dari singkong. Setelah itu dilengkapi dengan kubis dan selada. Secara konsep memang mirip soto, namun diberi sentuhan khas Jawa Timur,” jelas Chef Tatang.
Palembang: Laksan Berkuah Santan dan Nasi Minyak Iga Bakar

- Laksan Palembang
Laksan Palembang merupakan salah satu hidangan tradisional khas Sumatra Selatan yang kaya rasa. Terbuat dari olahan ikan tenggiri dan sagu yang dibentuk menyerupai pempek, laksan disajikan dalam kuah santan kental yang gurih dengan sentuhan pedas yang lembut.
Kuah santannya yang kaya rempah berpadu dengan tekstur laksan yang kenyal, menciptakan rasa yang menghangatkan dan memanjakan lidah. Hidangan ini kerap menjadi pilihan comfort food khas Palembang yang tak hanya mengenyangkan, tetapi juga sarat akan cita rasa tradisi.
“Untuk laksan sendiri itu pembuatannya seperti kita mengadon dari ikan tenggiri dicampur dengan tepung sagu tani. Jadi diadon terus jangan terlalu keras untuk pengadonannya biar dia nggak alot, nggak keras. Jadi dia masih kenyal tapi mudah digigit,” jelas Chef Warsito.
Sebagai opsi Mama di rumah, membuat laksan tidak harus selalu menggunakan ikan tenggiri. Chef Warsito merekomendasikan pilihan ikan gabus atau ikan belida. Ikan gabus sering dipilih karena memiliki tekstur daging yang pas dan tidak terlalu berair.
- Nasi Minyak Iga Bakar
Selain laksan, Palembang juga dikenal dengan Nasi Minyak Iga Bakar yang menggugah selera. Nasi minyak dimasak dengan aneka rempah sehingga menghasilkan aroma yang harum dan rasa gurih yang khas sejak suapan pertama.
Disajikan bersama iga sapi bakar yang empuk dan beraroma, hidangan ini dilengkapi sambal nanas segar yang memberikan sentuhan manis dan asam.
Sebagai penyeimbang rasa gurih dari nasi minyak dan iga bakar, hidangan ini wajib disajikan dengan sambal nanas. Campuran nanas ini memberikan sensasi rasa yang lebih segar, manis, dan asam yang mampu menetralkan lemak dari minyak samin dan daging.
Kuta, Bali: Paha Kambing Bakar dan Kakap Sambal Matah

- Paha Kambing Bakar Sayur Urap
Paha Kambing Bakar menjadi menu unggulan yang menghadirkan kekayaan rasa Bali. Daging paha kambing dibakar hingga empuk dengan aroma asap yang menggugah selera dan rasa gurih yang seimbang.
Chef Stefanus menjelaskan bahwa daging kambing impor dari Australia dipilih untuk menjaga tekstur tetap lembut, berdasarkan pengalaman penggunaan daging lokal yang cenderung lebih keras.
Meski menggunakan daging impor, cita rasa Bali tetap terasa melalui sayur urap dan ragam sambal pendamping, termasuk sambal khas Bali dan dabu-dabu, yang memperkaya karakter hidangan.
- Kakap Sambal Matah
Kakap Sambal Matah diolah dari ikan kakap segar yang dimarinasi dengan bumbu tradisional, lalu dikukus hingga matang sempurna agar teksturnya tetap lembut dan juicy. Teknik memasak ini menjaga rasa alami ikan sehingga tetap ringan namun kaya cita rasa.
Disajikan bersama sambal matah khas Bali yang segar dan harum, hidangan ini menghadirkan perpaduan rasa gurih, pedas, dan aromatik. Kesederhanaan penyajiannya justru menonjolkan kualitas bahan utama yang digunakan.
Keunikan utama menu ini terletak pada jaminan kesegarannya. Ikan kakap diambil langsung dari nelayan di Bali Utara. Chef Stefanus bahkan menegaskan bahwa ia rutin mengunjungi pasar tradisional dan pantai setiap hari untuk memastikan ikan yang digunakan benar-benar segar.
“Jujur, saya tiap hari harus ke pantai atau ke pasar tradisional untuk membeli ikan yang bagus. Untuk Kakap Sambal Matah ini kami menggunakan red snapper atau kakap merah dari nelayan di pantai utara Bali, jadi kesegarannya benar-benar terjaga,” ujarnya.
Sebagai tips untuk Mama yang ingin mencoba membuatnya di rumah, kunci utama hidangan ini adalah memastikan ikan kakap dalam kondisi benar-benar segar agar rasa dan teksturnya tetap maksimal.
Jivva, Bali: Moringa Seafood Miso Soup dan Bebek Goreng

- Moringa Seafood Miso Soup
Mungkin Mama di rumah jarang menggunakan daun kelor untuk dimasak, namun Moringa Seafood Miso Soup menghadirkan inovasi sehat tanpa mengorbankan rasa. Sup ini memadukan daun kelor sebagai bahan utama dengan aneka seafood segar.
Chef Nyoman menjelaskan bahwa di luar negeri, daun kelor dikenal sebagai superfood karena kandungan nutrisinya yang tinggi, seperti vitamin, mineral, dan antioksidan. Sayangnya, di Indonesia konsumsi daun kelor masih tergolong jarang, padahal manfaatnya sangat baik untuk kesehatan.
Dipadukan dengan kaldu miso yang gurih, sup ini diisi dengan cumi lembut, udang segar, dan ikan barramundi. Perpaduan rasa gurih, ringan, dan earthy dari daun kelor menghasilkan sajian hangat yang menenangkan sekaligus menyehatkan, cocok dinikmati sebagai comfort food modern bernuansa Bali.
- Bebek Goreng Jivva
Chef Nyoman merancang hidangan ini dengan sangat detail. Bagian dasar hidangan mengambil inspirasi dari Jawa Tengah, sementara teknik memasaknya mengikuti tradisi Jawa Timur, dan identitas akhirnya disempurnakan dengan karakter Bali.
Untuk menghasilkan rasa gurih yang meresap dan daging yang lembut di dalam, bebek ini diproses dengan teknik diungkep menggunakan berbagai rempah khas Jawa Timur sebelum digoreng hingga renyah.
Hidangan ini juga bisa Mama sajikan dengan dua jenis sambal autentik Bali, yaitu sambal goreng dan sambal mentah, yang memberikan keseimbangan rasa pedas dan aromatik.
Itulah beberapa kuliner Nusantara yang ikonik dari berbagai daerah. Lewat menu-menu ini, Mama bisa merasakan bagaimana cita rasa Indonesia terus hidup, berkembang, dan tetap relevan untuk dinikmati lintas generasi.


















