Pinterest.com/Graphic Mania
Malam Nuzulul Quran yang diperingati pada tanggal 17 Ramadan juga memiliki keterkaitan erat dengan malam Lailatul Qadar. Kedua peristiwa ini sama-sama berkaitan dengan turunnya Al-Quran.
Dilansir dari MUI Digital, para ulama tafsir, termasuk Ibnu Abbas RA, menjelaskan bahwa proses turunnya Al-Qur’an terjadi dalam dua tahap. Tahap pertama, Al-Quran diturunkan secara keseluruhan dari Lauhul Mahfuz ke langit dunia (Baitul I’zzah) pada malam Lailatul Qadar. Tahap kedua, Al-Quran kemudian diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW, yang diawali dengan turunnya Surat Al-Alaq ayat 1–5.
Berdasarkan firman-Nya dalam Surat Al-Qadr ayat 1–3, Allah SWT juga menjelaskan kemuliaan malam tersebut.
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ
Artinya : "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan." (QS. Al-Qadr ]: 1-3).
Karena itu, beribadah pada malam yang penuh kemuliaan ini memiliki nilai yang sangat besar. Bahkan, amal ibadah yang dilakukan pada malam tersebut disebut lebih baik daripada ibadah selama seribu bulan, atau setara dengan lebih dari 83 tahun.
Itulah 4 keistimewaan malam Nuzulul Qur’an. Bagi umat Muslim, dianjurkan untuk memanfaatkan malam yang mulia ini dengan memperbanyak ibadah dan amalan kebaikan agar dapat meraih keberkahan yang Allah SWT janjikan.