Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Ayam Tidak Bisa Terbang Padahal Punya Sayap?
Pexels/Edgar Arroyo
  • Ayam tetap bisa terbang, tetapi hanya singkat dan rendah karena sayapnya kecil dibanding tubuh yang berat, sehingga daya angkatnya terbatas.

  • Seleksi manusia untuk menghasilkan ayam berdaging lebih banyak membuat tubuh dan otot dada ayam modern makin berat, mengurangi kemampuan terbang jauh seperti leluhurnya.

  • Latihan sulit mengubah batas fisik beban sayap, tetapi beberapa ras seperti Sumatra, Hamburg, Yokohama, dan ayam kate masih lebih mampu terbang atau melewati pagar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Ayam memiliki kemampuan terbang terbatas; umumnya hanya dapat terbang singkat, melompat, atau meluncur ke tempat rendah seperti pagar, atap kandang, dan dahan.
  • Who?
    Ayam modern, ayam hutan sebagai leluhurnya, serta beberapa ras seperti Sumatra, Old English Game, Hamburg, Yokohama, ayam kate, Araucana, Easter Egger, dan Leghorn.
  • Where?
    Ayam dapat terlihat bertengger atau bergerak melalui udara di sekitar kandang, pagar, atap kandang, dahan rendah, lumbung, dan pohon.
  • When?
    Ayam muda sering terbang untuk mengenali lingkungan. Setelah dewasa, kecenderungan itu berkurang karena terbang menguras energi sementara makanan, air, dan kandang tersedia.
  • Why?
    Sayap ayam relatif kecil dibanding tubuhnya yang berat. Seleksi manusia untuk menghasilkan ayam berdaging lebih besar juga membuat otot dada dan bobot tubuh meningkat, membatasi daya angkat serta jarak terbang.
  • How?
    Ayam memakai tenaga otot untuk naik cepat dan terbang singkat. Umumnya ayam melayang setinggi sekitar 1,8–3 meter atau meluncur 9–15 meter; ayam yang paling mampu bertahan di udara kurang dari 15 meter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Ayam punya sayap, tapi badannya berat dan sayapnya kecil. Jadi ayam cuma bisa terbang sebentar dan tidak jauh. Manusia memilih ayam yang besar untuk dimakan, jadi dada dan tubuh ayam makin berat. Ayam bisa naik ke pagar atau atap kandang. Beberapa ayam kecil masih bisa terbang lebih baik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kamu pasti pernah melihat ayam yang tiba-tiba mengepak-ngepakkan sayap dengan heboh, tetapi ujung-ujungnya cuma naik ke pagar atau atap kandang. Padahal, burung lain bisa melesat tinggi dengan sayap yang sama-sama berbulu.

Lantas, apa yang membuat ayam berbeda? Ternyata ayam bukan sama sekali tidak bisa terbang. Kemampuannya saja yang terbatas dan ada beberapa alasan di baliknya.

Untuk menjawab hal tersebut, berikut Popmama.com mengulas kenapa ayam tidak bisa terbang padahal punya sayap? Yuk, simak sampai habis!

Kenapa Ayam Tidak Bisa Terbang Padahal Memiliki Sayap?

Pexels/Calvin Seng

Menurut Cackle Hatchery, sayap ayam tergolong kecil jika dibandingkan dengan tubuhnya yang berat. Hubungan antara bobot tubuh dan luas sayap ini disebut beban sayap atau wing loading. 

Burung yang pandai terbang biasanya punya beban sayap tidak lebih dari sekitar 2 gram per sentimeter persegi, dengan batas maksimal sekitar 2,5 gram. Lewat dari itu, sayap tidak sanggup menghasilkan daya angkat yang cukup untuk melawan berat tubuh.

Melansir Smithsonian Magazine, ayam modern berasal dari ayam hutan yang terbiasa hidup di darat. Saat manusia membiakkannya untuk dimakan, burung terberatlah yang dipilih sehingga sayapnya tidak memadai untuk terbang jauh.

Kenapa Otot Sayap Ayam Tidak Kuat untuk Terbang?

Pexels/Sharath G.

Sayap kecil memang bukan satu-satunya biang masalah, sebab mesin penggeraknya juga ikut berperan. Mengutip Live Science, persoalannya bukan otot yang lemah, melainkan otot terbang yang terlalu besar dan berat.

Ayam hutan, sama seperti puyuh dan burung pegar, memakai otot besarnya untuk melesat naik dengan cepat lalu terbang sebentar demi kabur dari pemangsa. Tenaganya besar, tetapi daya tahannya pendek.

Nah, ayam modern bahkan sulit melakukan itu karena manusia menyukai dagingnya, sehingga otot dadanya dibiakkan lebih besar daripada milik ayam hutan.

Apakah Ayam Sebenarnya Bisa Terbang?

Pexels/Erwin Bosman

Jawabannya, bisa, hanya saja tidak jauh. Menurut Smithsonian Magazine, ayam yang paling jago pun hanya bertahan di udara kurang dari 50 kaki atau sekitar 15 meter, sedangkan jenis yang lebih besar nyaris cuma bisa melompat.

Mengutip IDN Times, ayam umumnya mampu melayang setinggi 1,8 hingga 3 meter dari tanah, apalagi jika berlari atau melompat dari tempat tinggi. Karena itulah ayam sering terlihat bertengger di atap kandang, dahan rendah, atau lumbung.

Ayam lebih mirip peluncur daripada penerbang. Dari tempat bertengger, ayam bisa meluncur sejauh 30 sampai 50 kaki atau sekitar 9 hingga 15 meter.

Apakah Ayam Bisa Terbang Jika Dilatih?

Pexels/Magda Ehlers

Melihat rekor tadi, wajar kalau kamu bertanya-tanya, apakah ayam bisa terbang lebih jauh jika dilatih? Menurut Cackle Hatchery, yang menentukan apakah ayam bisa terbang atau tidak adalah beban sayapnya.

Karena rasio bobot tubuh dan sayap merupakan bawaan fisik, latihan tampaknya sulit mengubah batas tersebut. Selama tubuhnya masih berat dan sayapnya kecil, ayam sulit diharapkan terbang jauh meski sering dilatih.

Ayam muda sering terbang untuk mengenali lingkungan. Begitu dewasa, minat itu hilang karena terbang menguras energi, sedangkan makanan, air, dan kandang sudah tersedia.

Mengutip The Cape Coop Farm, memangkas bulu terbang utama membuat lepas landas ayam goyah, tetapi efeknya tidak permanen karena bulu baru tumbuh saat ayam berganti bulu.

Apakah Semua Jenis Ayam Tidak Bisa Terbang?

Pexels/Mario H

Tenang, tidak semua ayam sama. Mengutip Cackle Hatchery, ayam Sumatra, Old English Game, Hamburg, dan Yokohama punya beban sayap cukup rendah sehingga bisa terbang.

Menurut The Cape Coop Farm, ayam kate punya peluang terbaik dan bisa melewati pagar setinggi 4 kaki atau sekitar 1,2 meter. Beberapa jenis lain yang dikenal jago kabur adalah Araucana, Easter Egger, dan Leghorn.

Jadi, ayam sebenarnya tidak kehilangan kemampuan terbang begitu saja.Leluhurnya mencari makan di tanah dan hanya naik ke pohon untuk tidur atau menghindari pemangsa, sementara seleksi manusia membuat tubuh ayam kian berat dan sayapnya kian kecil.

Nah, itulah pembahasan mengenai kenapa ayam tidak bisa terbang padahal punya sayap? Semoga informatif dan bermanfaat!

Curated For You

Editorial Team

Related Article