Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Kenapa Maskapai Garuda Indonesia Tidak Lagi Berstatus Bintang 5?
Unsplash/Fasyah Halim
  • Skytrax menurunkan peringkat Garuda Indonesia dari bintang lima menjadi bintang empat karena produk dan fasilitasnya dinilai tertinggal serta memerlukan pembaruan signifikan.
  • Hasil audit Skytrax 2026 menunjukkan penilaian berbeda untuk tiap kelas penerbangan, dengan rata-rata skor 3,5 hingga 4 bintang pada layanan jarak pendek maupun jauh.
  • Pemerintah dan manajemen Garuda Indonesia berkomitmen melakukan pembenahan menyeluruh melalui roadmap peningkatan layanan, mencakup perbaikan kabin, ground service, lounge, hingga pengalaman digital penumpang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Garuda Indonesia kini tidak lagi menyandang predikat maskapai bintang lima versi kembara pemeringkat penerbangan dunia, Skytrax.

Dalam pernyataan terbaru yang dirilis pada awal Maret 2026, peringkat Garuda Indonesia diturunkan menjadi maskapai bintang empat. 

Melalui keterangan resminya, Skytrax mengungkapkan bahwa penurunan peringkat ini terjadi karena kondisi produk dan fasilitas Garuda Indonesia sudah tertinggal, sehingga membutuhkan pembaruan. 

“Garuda Indonesia, yang dulunya merupakan maskapai bintang 5, sedang menjalani masa restrukturisasi. Dengan banyaknya produk di dalam pesawat dan fasilitas darat di Jakarta dan Denpasar yang kini sudah sangat ketinggalan zaman dan perlu ditingkatkan atau dimodernisasi, peringkat Garuda Indonesia telah diturunkan menjadi maskapai bintang 4,” tulis Skytrax dalam pernyataannya.

Untuk informasi selengkapnya, berikut Popmama.com siap membahas kenapa maskapai Garuda Indonesia tidak lagi berstatus bintang 5?

1. Produk dinilai mengalami penurunan kualitas

dok. Garuda Indonesia

Skytrax menyebutkan meskipun standar layanan dari staf maskapai Garuda Indonesia masih dinilai baik, kualitas produk yang ditawarkan kepada penumpang mengalami penurunan cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Penilaian produk yang dimaksud mencakup berbagai aspek pengalaman penumpang selama penerbangan, seperti:

  • Kenyamanan tempat duduk

  • Fasilitas di dalam kabin

  • Kualitas makanan dan minuman

  • Sistem hiburan dalam pesawat (In-Flight Entertainment/IFE)

  • Kebersihan kabin

  • Kinerja staf kabin dan staf darat dalam melayani penumpang.

Penurunan kualitas yang diberikan cukup signifikan, sehingga membuat Skytrax memutuskan untuk menurunkan sertifikasi Garuda Indonesia dari maskapai bintang lima menjadi bintang empat.

2. Hasil penilaian Skytrax 2026 untuk Garuda Indonesia

commons.wikimedia.org/Gunkarta

Berdasarkan hasil evaluasi Skytrax tahun 2026, peringkat Garuda Indonesia terbilang berbeda-beda, tergantung layanan kelas dan jenis penerbangan yang diambil penumpang. 

Berikut hasil pemeringkatan terbaru untuk Garuda Indonesia, yaitu:

Penerbangan jarak jauh 

  • Kelas Bisnis: 3,5 bintang 

  • Kelas Ekonomi: 3,5 bintang 

Penerbangan jarak pendek 

  • Kelas Bisnis: 4 bintang 

  • Kelas Ekonomi: 4 bintang

3. Penilaian dilakukan melalui audit yang mendalam

dok. Garuda Indonesia

Skytrax menjelaskan bahwa penentuan peringkat maskapai dilakukan melalui proses audit yang sangat detail terhadap standar kualitas maskapai dan bandara.

Sistem penilaian menggunakan skala 1 hingga 5 bintang, di mana bintang lima merupakan kategori tertinggi dan paling eksklusif di industri penerbangan global.

Penilaian ini mengacu pada standar produk serta layanan lini depan maskapai yang diukur dengan sistem konsisten dan terintegrasi.

Fokus utama dari penilaian tersebut adalah pengalaman pelanggan secara keseluruhan, baik dari segi fasilitas yang tersedia maupun kualitas pelayanan selama perjalanan.

4. Tanggapan Menteri Perhubungan

Unsplash/Timothee Pineau

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, turut memberikan respons terkait keputusan Skytrax yang menurunkan peringkat Garuda Indonesia dari bintang lima menjadi bintang empat.

"Kita melihat lagi kira-kira mana yang perlu kita perbaiki, sehingga yang tadinya sempat peringkat lima dalam waktu yang panjang bisa kita raih kembali. Ya perbaikan tadinya perlu, dan memperbaiki dan juga mempertahankan itu ya," ujar Dudy pada Minggu (8/3/2026), melansir dari berbagai sumber. 

5. Garuda Indonesia kini sedang melakukan pembenahan secara menyeluruh

Pexels/Jeffry S.S.

Di sisi lain, PT Garuda Indonesia (Perserp) Tbk juga mengakui tengah melakukan berbagai pembenahan secara menyeluruh sebagai bagian dari transformasi layanan mereka.

Penurunan dari bintang 5 (5-Star Airline) menjadi bintang 4 (4-Star Airline) menjadi salah satu alasan perusahaan untuk mempercepat perbaikan, mengingat predikat bintang lima sendiri telah mereka pertahankan sejak tahun 2014.

Dalam keterangan resminya, Garuda menyebutkan bahwa mereka sedang menjalankan peta jalan atau roadmap peningkatan layanan yang mencakup berbagai titik perjalanan penumpang.

Upaya tersebut meliputi peningkatan kualitas layanan kabin, pembaruan pengalaman penerbangan, perbaikan layanan di bandara (ground service), pembaruan lounge, pengembangan layanan digital serta inflight service, hingga penyempurnaan berbagai elemen layanan lainnya

"Seluruh pengembangan tersebut akan tetap mengacu pada pendekatan 5 senses experience khas Garuda Indonesia yang mencakup aspek sight, sound, scent, taste, dan touch," tulis manajemen Garuda Indonesia.

Demikian pembahasan mengenai alasan kenapa maskapai Garuda Indonesia tidak lagi berstatus bintang 5. Bagaimana menurut pendapat Mama? 

Editorial Team