Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Perempuan Lebih Sering Terkena Autoimun? Ini Dia Penyebabnya
Freepik

Pernahkah kamu mendengar bahwa perempuan lebih sering terkena penyakit autoimun dibandingkan laki-laki? Faktanya, sekitar 80% dari seluruh kasus penyakit autoimun dialami oleh perempuan.

Melansir dari Verywell Health, penyakit autoimun terjadi ketika sistem imun yang seharusnya melindungi tubuh malah berbalik menyerang sel-sel sehat. Akibatnya, berbagai masalah kesehatan serius bisa muncul, mulai dari lupus, hingga multiple sclerosis

Lalu, apa yang membuat perempuan lebih rentan terhadap penyakit ini? Untuk memahami jawabannya, mari simak penjelasan lengkapnya bareng Popmama.com tentang kenapa perempuan lebih sering terkena autoimun?

Kenapa Perempuan Lebih Sering Terkena Autoimun?

Freepik

Mengutip dari National Institutes of Health (NIH), perbedaan sistem kekebalan tubuh laki-laki dan perempuan menjadi salah satu faktor utama dalam tingginya penyakit autoimun pada perempuan. Sistem imun perempuan umumnya lebih aktif dibandingkan laki-laki.

Ada beberapa alasan utama mengapa perempuan lebih rentan terhadap penyakit autoimun, salah satunya karena hormon. Hormon memiliki pengaruh besar terhadap respons imun, terutama estrogen yang lebih dominan pada perempuan. 

Estrogen diketahui dapat memperkuat sistem imun, hal ini juga bisa meningkatkan kemungkinan reaksi autoimun. Dikutip dari Nature Reviews Immunology, bahwa hormon estrogen dapat meningkatkan produksi antibodi dan memperkuat respons inflamasi.

Perbedaan Genetik antara Perempuan dan Laki-laki

Freepik

Faktor genetik juga berperan dalam tingginya kasus autoimun pada perempuan. Salah satu aspek utama adalah kromosom X. 

Perempuan memiliki dua kromosom X, sementara laki-laki hanya memiliki satu. Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam The Journal of Clinical Investigation, kromosom X membawa banyak gen yang mengatur sistem kekebalan tubuh.

Faktor Lingkungan dan Gaya Hidup Bisa Jadi Penyebabnya

Freepik/Tirachardz

Selain faktor biologis, paparan lingkungan dan gaya hidup juga bisa meningkatkan risiko autoimun pada perempuan. Penggunaan produk berbahan kimia, serta pola makan kurang sehat dapat memicu reaksi inflamasi yang berlebihan dalam tubuh. 

Mengutip dari Environmental Health Perspectives, paparan zat kimia tertentu bisa memperburuk kondisi autoimun. Perempuan perlu lebih berhati-hati dalam memilih makanan, produk perawatan tubuh, serta mengelola stres untuk menjaga keseimbangan sistem imunnya.

Cara Mengurangi Risiko Penyakit Autoimun pada Perempuan

Freepik/Senivpetro

Meskipun beberapa faktor risiko autoimun sulit dihindari, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi kemungkinan terkena penyakit ini. Berikut di antaranya:

  • Konsumsi makanan yang kaya akan antioksidan dan anti-inflamasi, seperti sayuran hijau, ikan berlemak, serta biji-bijian.
  • Meditasi, yoga, dan aktivitas relaksasi lainnya dapat membantu mengurangi stres yang berpotensi memperburuk kondisi autoimun.
  • Aktivitas fisik yang tidak berlebihan bisa meningkatkan keseimbangan hormon dan membantu sistem imun tetap dalam kondisi optimal.
  • Jika memiliki riwayat keluarga dengan penyakit autoimun, ada baiknya melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk mendeteksi kemungkinan gejala sejak dini.

Nah, itu dia jawaban dari kenapa perempuan lebih sering terkena autoimun? Dengan menerapkan gaya hidup sehat dan melakukan deteksi dini, perempuan bisa mengurangi risiko terkena penyakit autoimun serta menjaga kesehatan tubuh secara optimal.

Editorial Team

Related Article