Tahmis Kahvesi, Cafe Tertua di Dunia yang Masih Beroperasi hingga Kini

- Tahmis Kahvesi di Gaziantep, Turki, didirikan pada 1635 oleh Yemen Ağa dan Mustafa Ağa; kedai ini tetap beroperasi setelah kebakaran 1901-1903 serta renovasi besar pada 2009.
- Nama “tahmis” berarti disangrai, mencerminkan tradisi pengolahan kopi khas Gaziantep. Menunya mencakup kopi menengiç bebas kafein, kopi kapulaga, stroberi, serta 10 varian kopi yang diproses tradisional.
- Berlokasi di pasar lama Gaziantep, Tahmis Kahvesi mempertahankan interior bersejarah dan musik rakyat sore hari. Kini, produk kopinya diekspor serta didukung sertifikasi standar produksi modern.
Ada satu kedai kopi di Turki yang sudah beroperasi jauh sebelum Indonesia mengenal kata "kemerdekaan". Namanya Tahmis Kahvesi, sebuah kedai kopi legendaris di Gaziantep yang dipercaya sebagai salah satu cafe tertua di dunia yang masih beroperasi hingga hari ini.
Bukan sekadar tempat ngopi biasa, Tahmis Kahvesi menyimpan jejak sejarah Kesultanan Ottoman, resep kopi yang diwariskan turun-temurun, hingga suasana bangunan tua yang tetap terjaga meski usianya nyaris 400 tahun.
Penasaran dengan cafe ini? Berikut Popmama.com mengulas Tahmes Kahvesi, cafe tertua di dunia. Yuk, simak sampai habis!
Table of Content
Sejarah Panjang Tahmis Kahvesi, Berdiri sejak 1635

Pexels/Ayşegül Aytören Mengutip situs resmi Tahmis Kahvesi, kedai ini pertama kali didirikan pada 1635 oleh Yemen Ağa dan Mustafa Ağa, para pembawa panji di istana Ottoman. Hasil usahanya kala itu disumbangkan untuk padepokan Mevlevi di Gaziantep.
Melansir Gezenanne, bangunan Tahmis Kahvesi sempat dilanda dua kebakaran besar pada 1901 dan 1903. Setelahnya, kedai ini dibangun ulang oleh Syekh Münip Efendi bersama 33 toko di sekitarnya.
Meski sempat menghadapi sejumlah kendala, Tahmis Kahvesi nyaris tak pernah berhenti beroperasi sejak abad ke-17 hingga sekarang. Pada 2009, kedai ini bahkan menjalani renovasi besar selama dua tahun demi tampil lebih modern tanpa menghilangkan jejak sejarahnya.
Selain itu, ada cerita turun-temurun bahwa aroma kopi dari lesung batu mereka pernah tercium hingga ke istana Sultan Murad IV. Ada versi lain yang mengatakan Sultan Murad IV konon pernah singgah dan menikmati kopi di tempat ini dalam perjalanan menuju Baghdad.
Asal-usul Nama Tahmis

Pexels/Ebahir Mengutip Oznatur, kata "tahmis" berasal dari bahasa Arab yang berarti "disangrai" atau "dipanggang". Pada masa Ottoman, tempat biji kopi diproses dan disiapkan biasa disebut "tahmishane".
Mengutip Foodie, nama Tahmis Kahvesi secara harfiah dapat diartikan sebagai "tempat pemanggangan kopi".
Tak heran, nama "tahmis" kemudian identik dengan gaya penyeduhan kopi khas Gaziantep yang bertahan sampai sekarang. Oznatur bahkan menyebut istilah ini kini merujuk pada satu gaya kopi Turki tersendiri, lengkap dengan cara sangrai dan giling yang khas.
Lokasi Tahmis Kahvesi di Jantung Pasar Gaziantep

Pexels/Hazal zeynep Melansir Gezenanne, Tahmis Kahvesi berada di area pasar lama Gaziantep, tepatnya di dekat Buğday Hanı dan Pasar Elmacı. Alamat lengkapnya ada di Suyabatmaz, Şehitler Caddesi, Eski Buğday Pazarı Nomor 21.
Melansir Foodie, lokasi ini berada di kawasan bazar Gaziantep yang telah diakui sebagai situs Warisan Dunia UNESCO. Posisinya yang berada di tengah kota membuat kedai ini mudah dijangkau, baik oleh wisatawan maupun warga lokal.
Selain itu, ada alamat fasilitas produksi modern mereka di kawasan Tekstilkent, Şehitkamil, Gaziantep, terpisah dari bangunan bersejarah tempat kedai ini pertama kali berdiri. Jadi, ada 2 titik yang bisa kamu datangi , yaitu kedai bersejarah di pasar lama dan fasilitas produksi kopinya.
Menu Andalan

Wikimedia Commons/Alarakula Mengutip Foodie, menu paling direkomendasikan di Tahmis Kahvesi adalah kopi menengiç, minuman bebas kafein yang terbuat dari kacang terpentin liar. Selain itu, kedai ini juga dikenal lewat kopi rasa stroberi, kopi kapulaga, dan baklava yang menggugah selera.
Ada satu menu lain yang layak dicoba, yaitu teh zahter atau teh kayu putih liar yang terasa segar sekaligus menenangkan. Biji fıstık atau kacang liar bahan menengiç juga biasa disajikan sebagai camilan pendamping teh maupun kopi.
Melansir situs resmi Tahmis Kahvesi, koleksinya kini mencapai 10 varian rasa kopi, mulai dari kopi Turki klasik, dibek, hingga kopi ala Ottoman. Semuanya diproses dengan cara tradisional, yakni disangrai, digiling, lalu diseduh dalam cezve tembaga, dan sebagian masih memakai pasir panas.
Filosofi penyajiannya, yaitu kopi disesap perlahan sembari diselingi segelas air putih agar rasa kopi terasa lebih jernih di lidah. Cara minum seperti ini membuat secangkir kopi terasa seperti ritual, bukan sekadar minuman pengusir kantuk.
Fasilitas dan Suasana yang Bikin Betah Berlama-lama

Wikimedia Commons/Cengiz Gurkay Mengutip Foodie, interior Tahmis Kahvesi memiliki langit-langit tinggi, kaca patri warna-warni, balok kayu gelap, lampu gantung berkilau, hingga gerbang besi tempa yang jadi saksi renovasi besar pada 2009.
Melansir Gezenanne, interiornya juga dihiasi foto lawas suasana orang-orang menghisap nargile serta foto Atatürk yang tercatat sebagai warga Gaziantep. Sudut ruangan biasa ditempati para pelanggan setia yang mengobrol santai sambil ditemani kopi.
Setiap sore ada pertunjukan musik saz atau lagu rakyat Turki, sebuah tradisi yang sudah berjalan selama 150 tahun. Saat Ramadan atau hari besar lainnya, panggung hiburan juga digelar di area mezanin yang berada di atas ruang duduk utama.
Nargile alias sisha tak lagi dihisap di dalam ruangan utama; tamu yang ingin merokok sisha bisa pindah ke taman di seberang kedai. Kombinasi suasana klasik dan aturan modern ini justru membuat pengalaman berkunjung terasa lebih nyaman untuk semua kalangan.
Tahmis Kahvesi di Masa Kini, Tetap Eksis dan Mendunia

Instagram.com/tahmiskahvesi Mengutip situs resmi Tahmis Kahvesi, kini mereka telah mengantongi sertifikasi ISO 9001, ISO 14001, ISO 22000, dan ISO 45001 untuk mendukung standar produksi modern. Produk kopi mereka bahkan sudah diekspor ke berbagai negara di luar Turki.
Dilansir dari Foodie, kedai ini tetap ramai dikunjungi warga lokal yang datang untuk bermain board game, mengobrol, atau sekadar bersantai sambil membaca berita. Wisatawan asing pun ikut berdatangan demi mencicipi kopi Turki yang otentik langsung di tempat asalnya.
Suasana di dalamnya, yang terdiri dari campuran turis dan warga lokal di Tahmis Kahvesi, memberi rasa nyaman sekaligus gambaran nyata budaya Gaziantep. Racikan sisha "Tahmis spesial" bahkan disebut sebagai menu yang wajib dicoba versi para pengunjung.
Setelah hampir empat abad berjalan, resep dan cara penyeduhan kopi di Tahmis Kahvesi diklaim tak banyak berubah dan terus diwariskan dari generasi ke generasi tanpa putus, sesuai catatan di situs resminya.
Nah, itulah pembahasan mengenai Tahmes Kahvesi, cafe tertua di dunia. Sebuah cafe di Turki yang sudah dikenal di mancanegara, kalau kamu ada kesempatan untuk ke sana, jangan lupa untuk berkunjung dan ngopi. Semoga informatif dan bermanfaat!






















