Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Klaster Pesantren di Depok Kembali Ada, 106 Orang Positif Covid-19
Pexels/Pok Rie

Selain klaster pernikahan dan klaster keluarga, ada klaster pesantren yang juga menyumbang angka kasus Covid-19 yang cukup tinggi. Terbaru adalah dari Pondok Pesantren Baitul Hikmah di Curug, Bojongsari, Depok.

Pekan lalu, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Depok menemukan 41 penghuni pondok pesantren ini positif Covid-19.

Hal ini bisa diketahui setelah melakukan swab test kepada 60 orang penghuni yang kontak erat terhadap salah satu santri yang menderita gejala mirip Covid-19.

Bagaimana kasus ini bisa berkembang hingga menjadi klaster baru di Kota Depok? Berikut Popmama.com rangkum informasi lengkapnya.

1. Kedua kali di Depok pondok pesantren jadi klaster penularan

Unsplash/Glen Carrie

Di wilayah Depok sendiri, kasus ini menjadi kali kedua setelah sebelumnya pada Agustus 2020 lalu. Saat itu, Pondok Pesantren Al Hikmah, Beji jadi pondok pesantren pertama yang menjadi klaster penularan Covid-19.

Saat awal ditemukan kasus di Pondok Pesantren Al Hikmah, ada 11 santri yang positif dan langsung diisolasi.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil sendiri mengaku di Jawa Barat adanya klaster pesantren dikarenakan aktivitas para tenaga pengajar serta orang luar yang sering berinteraksi dengan masyarakat di lingkungan pesantren.

2. Ada 106 orang positif Covid-19 dari 221 orang yang tes swab

Pixabay/Matryx

Dikutip dari berbagai sumber, akhirnya Satgas Covid-19 Kota Depok pun meggelar tes swab lanjutan terhadap Pondok Pesantren Baitul Hikmah di Curug, Depok. Bekerja sama dengan RS Universitas Indonesia yang melakukan tes swab pada 221 penghuni.

Dari 221 orang tersebut, hingga Senin (16/11/2020) masih ada 51 orang yang belum keluar hasilnya. Namun mayoritas positif Covid-19. Dari 221 orang sudah keluar 170 orang di mana yang positif Covid-19 ada 106 orang.

3. Pondok pesantren di lockdown dan jadi tempat isolasi khusus

Pexels/Nandhu Kumar

Menjadi klaster penularan baru di Kota Depok, Pondok Pesantren Baitul Hikmah pun dialihfungsikan sebagai tempat isolasi khusus. Bagi yang positif Covid-19 sudah diisolasi di pesantren, sementara yang hasilnya belum keluar ditempatkan di ruangan terpisah.

Lalu yang sudah tes swab dan negatif dipulangkan dengan syarat harus memonitor kesehatan masing-masing dan dikontrol oleh Puskesmas di lingkungannya.

Dengan dialihfungsikannya Pondok Pesantren Baitul Hikmah, aktivitas belajar-mengajar di sana otomatis ditutup. Tidak ada aktivitas lain kecuali isolasi mandiri minimal 14 hari terhitung sejak dilakukannya tes swab terakhir.

4. Tips aman menjenguk anak di pondok pesantren

Pexels/R M

Dengan adanya kasus ini membuat kita sebagai orangtua yang memiliki anak di pesantren mungkin jadi was-was. Oleh karenanya penting sekali untuk memperhatikan protokol kesehatan dan mengedukasi anak Mama jika saat ini berada di pondok pesantren.

Sempat disinggung oleh Ridwan Kamil, mayoritas klaster pondok pesantren tercipta karena tertular dari mereka mereka yang keluar masuk ke komplek pesantren. 

Jika Mama berencana akan berkunjung ke pondok pesantren maka harap perhatikan hal-hal berikut ini:

  • Pastikan dalam keadaan sehat dan kondisi tubuh prima
  • Tidak ada riwayat bepergian jauh sebelum mengunjungi pesantren
  • Lebih baik melakukan tes terlebih dahulu sebelum berkunjung
  • Menjaga kebersihan (mencuci tangan) dan selalu memakai masker di lingkungan pesantren
  • Tetap menjaga jarak aman dengan orang lain selama di sana
  • Isolasi mandiri di rumah ketika kembali dari pesantren
  • Melakukan tes ulang sekembalinya dari pesantren

Sekali lagi, bagi Mama sebagai orangtua juga wajib mengingatkan anak untuk menjaga kesehatan selama berada di pesantren.

Penerapan protokol kesehatan ketat (masker dan menjaga kebersihan), pembatasan aktivitas keluar-masuk, pemberlakuan one-gate system dan tes massal secara berkala bagi penghuni pesantren bisa jadi opsi mencegah terjadinya klaster pondok pesantren.

Editorial Team

Related Article