Jatinegara menjadi salah satu kawasan di Jakarta yang selalu menarik untuk dijelajahi.
7 Kuliner Legendaris Jatinegara, Cita Rasa yang Tak Lekang oleh Waktu

Jatinegara menawarkan tujuh kuliner legendaris yang bertahan lintas dekade, dari Siomay Wawa hingga Sate Keroncong, dengan lokasi tersebar di Pasar Mester, Prumpung, dan Bali Mester.
Pilihan makanan mencakup combro, ayam goreng, roti jadul, siomay, serta sate kambing; masing-masing mempertahankan resep, bahan, atau teknik pengolahan khas.
Sejumlah tempat memiliki ciri akses dan layanan berbeda, seperti Combro Bu Aminah yang tutup Minggu serta Toko Roti Gelora yang berada di Gang Obat dan membuat produk terbatas setiap pagi.
Selain dikenal sebagai kawasan dengan aktivitas yang padat, Jatinegara juga menyimpan berbagai cerita dan daya tarik yang membuat banyak orang ingin kembali berkunjung.
Salah satu hal yang membuat kawasan ini menarik adalah keberadaan kuliner legendaris yang sudah melekat dengan perjalanan waktu.
Bagi kamu yang ingin mencari rekomendasi tempat makan dengan nuansa klasik, Popmama.com sudah merangkum kuliner legendaris di Jatinegara yang bisa menjadi pilihan untuk dikunjungi. Yuk, simak daftarnya!
Table of Content
1. Siomay Wawa

Instagram.com/anakcemill Terletak di kawasan Pasar Mester, Jatinegara, Jakarta Timur, Siomay Wawa menghadirkan sajian siomay dengan sentuhan berbeda.
Tidak seperti siomay Bandung yang umumnya bercita rasa ikan tenggiri dengan bumbu kacang, Siomay Wawa mengusung konsep Chinese food yang menyerupai siomai dimsum.
Keistimewaannya terletak pada isian yang lebih banyak menggunakan daging ayam dan udang, sehingga teksturnya terasa padat dengan cita rasa gurih yang lebih kuat.
Dibungkus kulit tipis dan diberi taburan wortel, siomay ini semakin lengkap dengan saus cocolan merah khas yang memadukan rasa asam, manis, dan pedas.
2. Combro Bu Aminah

Instagram.com/myname_is_maiajordy Sejak 1993, Combro Bu Aminah menjadi salah satu kuliner legendaris yang masih bertahan di kawasan Jatinegara.
Untuk menemukan tempat ini, pengunjung perlu melewati gang-gang sempit dan area pasar loak yang ramai.
Dibanderol sekitar Rp3.500 per buah, combro ini dibuat dari singkong tumbuk yang diisi dengan oncom berbumbu pedas.
Nama combro sendiri berasal dari bahasa Sunda, yaitu “oncom di jero” yang berarti oncom di dalam.
Bagi kamu yang ingin mencicipinya, pastikan datang saat weekday karena Combro Bu Aminah tutup setiap hari Minggu.
3. Ayam Goreng Ibu Haji

Instagram.com/teddyhasjim Ayam Goreng Ibu Haji menjadi salah satu kuliner legendaris yang berdiri sejak 1948. Bahan utamanya ayam kampung asli yang disajikan bersama sambal kacang dan sambal terasi khas yang gurih.
Ayam gorengnya diolah tanpa balutan tepung, melainkan melalui proses ungkep bumbu kuning hingga meresap ke dalam daging.
Hidangan ini semakin lengkap dengan nasi putih pulen yang dimasak menggunakan dandang tradisional.
Dengan resep turun-temurun, Ayam Goreng Ibu Haji tetap menjaga cita rasa khas yang membuatnya bertahan hingga kini.
4. Toko Roti Gelora

Instagram.com/mikegunner Toko Roti Gelora merupakan salah satu toko roti legendaris di Jakarta Timur yang telah berdiri sejak 1950-an.
Toko ini dikenal karena mempertahankan resep klasik dengan proses pembuatan tanpa bahan pengawet.
Awalnya bernama Glora Biskuit, toko ini berfokus memproduksi biskuit keras dan butter cookies.
Seiring waktu, Toko Roti Gelora mulai memperluas pilihan produknya dengan menghadirkan berbagai varian roti jadul pada era 1970 hingga 1980-an.
Setiap harinya, roti dan kue dibuat dalam jumlah terbatas pada pagi hari agar kualitas serta cita rasanya tetap terjaga.
Lokasinya cukup unik karena berada di dalam Gang Obat, kawasan Bali Mester, Jatinegara, sehingga pengunjung perlu masuk ke area permukiman untuk menemukannya.
5. Sate Kambing H. Giyo

Instagram.com/asc_foodie Telah berjualan sejak 1985, Sate Kambing H. Giyo menjadi salah satu kuliner legendaris yang populer di kawasan Prumpung, Jakarta Timur.
Daya tarik utamanya terletak pada potongan daging kambing yang besar dengan tekstur empuk dan rasa gurih yang khas.
Menggunakan daging kambing segar pilihan yang diolah setiap hari, sate ini mampu menghadirkan cita rasa yang lezat tanpa aroma prengus yang menyengat.
Setiap tusuknya berisi potongan daging berukuran jumbo yang berbeda dari sate kambing pada umumnya. Satu porsi sate berisi 10 tusuk yang disajikan bersama kecap manis, irisan tomat, cabai rawit, dan bawang merah sebagai pelengkap.
6. Ayam Goreng Kabayan

Instagram.com/irrasistible Mempertahankan cita rasa khas Sunda sejak 1982, Ayam Goreng Kabayan menjadi salah satu kuliner legendaris yang dikenal di kawasan Jatinegara.
Keistimewaannya terletak pada ayam pejantan yang memiliki tekstur empuk dan lembut dengan sensasi juicy karena tidak digoreng hingga kering.
Ayam pejantan tersebut diolah melalui proses ungkep menggunakan bumbu kuning yang meresap, kemudian digoreng dengan tingkat kematangan yang pas.
Sajian ini semakin lengkap dengan pilihan sambal khas, seperti sambal terasi, sambal tomat, dan sambal kacang yang gurih. Selain ayam goreng, tersedia pula menu pendamping khas Sunda seperti sayur asem, pepes, sate usus, dan ampela.
7. Sate Keroncong

Instagram.com/berryjati Berlokasi di Gang Lele, Bali Mester, Jatinegara, Sate Keroncong menjadi salah satu kuliner legendaris yang telah berdiri sejak 1960-an.
Sebelum dikenal dengan nama tersebut, tempat makan ini awalnya bernama Sate Sederhana. Nama Sate Keroncong mulai digunakan pada era 2000-an setelah mendapat ulasan dari Benu Buloe.
Nama tersebut terinspirasi dari momen ketika musik keroncong dimainkan di depan warung makan ini hingga akhirnya melekat dan dikenal oleh para pelanggan.
Sate Keroncong memiliki ciri khas berupa potongan daging kambing berukuran besar yang diolah dengan teknik khusus agar aroma prengus tidak terlalu kuat. Selain sate kambing, tersedia juga menu lain seperti gulai dan tongseng.
Itu dia kuliner legendaris Jatinegara yang cocok untuk pecinta makanan klasik. Yuk kunjungi bersama keluarga!













-Nh1vJHkKakaPhIhZC3nVMuVPXJplZ6d8.png)
-3v4iThviDGzLrXs0gAo9ehKVUheRSJmT.png)









