Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
9 Makanan Khas Aceh, Kaya Bumbu dan Rempah
Popmama.com/Helga Malya Razita/AI
  • Masakan Aceh dikenal berani menggunakan rempah dan dipengaruhi budaya Arab, India, serta Tiongkok, menciptakan cita rasa kuat dan khas di setiap hidangannya.
  • Sembilan makanan khas seperti Kuah Pliek U, Keumamah, dan Sie Reuboh menonjolkan bahan unik seperti pliek u, ikan kayu, serta perpaduan rasa asam pedas gurih.
  • Kue tradisional seperti Bhoi, Meuseukat, Timphan hingga Apam Aceh memperlihatkan kekayaan budaya dan makna simbolis dalam tradisi kuliner masyarakat Aceh.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Aceh sering dijuluki Serambi Mekkah karena nilai religiusnya yang kuat. Namun tidak hanya itu, daerah di ujung barat Indonesia ini juga punya tradisi kuliner yang sangat kaya.

Masakan Aceh dikenal berani dalam penggunaan rempah, mulai dari rempah kering yang aromanya tajam sampai bahan khas seperti asam sunti (belimbing wuluh yang dikeringkan).

Pengaruh budaya Arab, India, hingga Tiongkok juga ikut membentuk karakter rasanya. Jadi, jika kamu suka makanan yang berbumbu kuat dengan aneka ragam cita rasa, kuliner Aceh pasti akan cocok di lidahmu.

Nah, berikut Popmama.com bagikan 9 makanan khas Aceh yang rasanya dijamin juara.

1. Kuah Pliek U

Pinterest.com/S Suryawan

Jika harus memilih satu hidangan yang paling menggambarkan identitas masakan Aceh, banyak orang akan langsung menyebut kuah pliek u.

Hidangan ini sangat unik karena menggunakan bahan utama bernama pliek u, yaitu ampas kelapa sisa pembuatan minyak kelapa yang difermentasi lalu dikeringkan. Kedengarannya sederhana, namun justru bahan inilah yang memberi aroma khas yang sulit ditemukan di masakan lain.

Kuah pliek u biasanya berisi berbagai macam sayuran seperti nangka muda, pepaya muda, daun melinjo, hingga kacang panjang. Rasanya gurih, sedikit asam, dengan aroma fermentasi kelapa yang kuat. Jika kamu suka hidangan sayur yang kaya rasa dan tekstur, menu ini bisa jadi pengalaman kuliner yang berbeda.

2. Keumamah

Pinterest.com/Topwisata.info

Keumamah sering dijuluki ikan kayu, dan julukan ini sudah pasti bukan tanpa alasan. Ikan tongkol yang digunakan memang dikeringkan hingga teksturnya keras seperti kayu.

Hidangan ini sudah ada sejak masa perang melawan penjajah. Proses pengeringan membuat ikan bisa disimpan lama sebagai persediaan makanan.

Sebelum dimasak, ikan kayu biasanya diiris tipis lalu ditumis dengan bumbu Aceh yang pedas, ditambah asam sunti, cabai hijau, dan daun temurui yang aromanya mirip daun kari. Teksturnya yang kenyal dan rasanya yang kuat, sering membuat orang yang baru mencobanya langsung ketagihan.

3. Sie Reuboh

Pinterest.com/Topwisata.info

Sekilas mungkin kamu akan mengira sie reuboh mirip rendang, karena sama-sama berbahan daging sapi. Tapi ternyata cara memasaknya berbeda.

Jika rendang menggunakan santan, sie reuboh dimasak dengan cuka dan rempah. Potongan daging direbus dalam kuali tanah liat bersama bumbu hingga lemaknya keluar dan melapisi daging. Cara ini membuat daging bisa tahan lama tanpa cepat basi.

Hidangan ini didominasi rasa asam dan pedas dengan aroma rempah yang kuat. Biasanya sie reuboh digoreng sebentar sebelum disajikan agar teksturnya lebih gurih.

4. Bhoi

Tiktok.com/Bestie Outfit fashion

Bhoi adalah kue tradisional Aceh yang bentuknya sering dibuat artistik, biasanya menyerupai ikan atau bunga.

Berbeda dengan bolu modern yang lembut dan lembap, bhoi punya tekstur luar yang renyah dengan bagian dalam yang lebih kering. Karena teksturnya ini, kue Bhoi bisa bertahan cukup lama.

Kue ini sering dijadikan hantaran dalam acara pernikahan atau disajikan sebagai teman minum kopi di sore hari.

5. Meuseukat

Tiktok.com/DodolZiya

Jika Aceh punya dodol, maka meuseukat adalah jawabannya.

Kue ini berwarna kuning cerah dan terbuat dari tepung terigu, gula, mentega, serta sari nanas. Proses pembuatannya cukup lama karena adonan harus terus diaduk di atas api kecil selama berjam-jam hingga teksturnya padat dan lembut.

Di Aceh, warna kuning sering dianggap sebagai simbol kemuliaan. Karena itu, meuseukat biasanya disajikan untuk menyambut tamu penting atau pada acara istimewa.

6. Timphan

Pinterest.com/Topwisata.info

Timphan terbuat dari campuran tepung ketan dan pisang raja atau labu, lalu diisi dengan srikaya dan kelapa yang manis. Adonannya dibungkus dengan daun pisang muda yang sudah dilayukan, sehingga aromanya sangat harum saat dikukus.

Teksturnya yang lembut dan kenyal, membuatnya sering menjadi hidangan favorit saat hari raya atau acara keluarga.

7. Pacri Nanas

Pinterest.com/Nia

Pacri nanas mungkin juga ada di daerah Melayu lain, namun versi Aceh memiliki karakter rempah yang lebih kuat.

Potongan nanas dimasak dengan rempah seperti kayu manis, cengkeh, dan bunga lawang. Rasanya manis, asam, dan sedikit pedas.

Biasanya hidangan ini disajikan sebagai pelengkap untuk menyeimbangkan hidangan daging yang kaya lemak dan rempah.

8. Apam Aceh

Youtube.com/dapu tanyoe aceh

Sekilas apam Aceh terlihat mirip serabi, tetapi tradisi pembuatannya memiliki makna tersendiri.

Kedalaman makna tersebut berasal dari apam Aceh yang biasanya dibuat saat tradisi Khanduri Apam, yaitu acara memasak apam secara bersama-sama sebagai bentuk doa dan kebersamaan masyarakat.

Apam biasanya dimakan dengan kuah santan manis yang disebut kuah tuhe, yang berisi potongan pisang atau nangka. Rasanya lembut dan manis, cocok sebagai camilan sore.

9. Sambai Asam Udeung

Youtube.com/Dapur Cekmin

Jika biasanya sambal berbentuk cair, sambai asam u justru hadir dalam bentuk sambal kering.

Bahan utamanya adalah kelapa parut sangrai yang dihaluskan bersama asam sunti, cabai, bawang merah, dan serai. Kadang juga ditambahkan udang rebus atau ikan teri untuk memperkaya rasanya.

Rasanya yang gurih dan segar, sangat cocok dimakan sebagai pelengkap lauk dengan nasi putih hangat. Bahkan bagi sebagian orang, sambal ini saja sudah cukup untuk dimakan bersama satu piring nasi.

Itu dia 9 makanan khas Aceh yang kaya bumbu dan rempah. Jika suatu hari kamu punya kesempatan berkunjung ke Aceh, kira-kira makanan mana yang paling ingin kamu coba?

FAQ Tentang Makanan Khas Aceh

1. Apa oleh-oleh khas Aceh?

Oleh-oleh khas Aceh yang populer meliputi camilan tradisional, kopi, dan kerajinan tangan. Kuliner ikonik untuk buah tangan adalah kopi Gayo, kue bhoi, kue keukarah, timphan, dan dendeng Aceh. Untuk kerajinan, songket Aceh dan sulam kasab sangat diminati.

2. Apakah roti canai khas Aceh?

Ya, roti canai khas Aceh sering menjadi kuliner favorit wisatawan lokal dan luar daerah.

3. Apa ciri khas Provinsi Aceh?

Ciri khas Provinsi Provinsi Aceh meliputi bahasa daerah seperti Bahasa Aceh dan Bahasa Singkil, pakaian adat seperti meukasah dan kurung, rumah tradisional bernama krong bade, serta kue tradisional seperti kue adee.

Editorial Team