Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Makanan Khas Kalimantan Tengah yang Unik dan Lezat
Popmama.com/Muhammad Saddam Amtael Soerawijaya/AI
  • Artikel mengenalkan tujuh makanan khas Kalimantan Tengah yang mencerminkan kearifan lokal masyarakat Dayak dalam mengolah hasil alam menjadi hidangan unik dan penuh cita rasa.
  • Setiap makanan seperti terong papui, juhu singkah enyuh, soto manggala, hingga wadi ikan menonjolkan bahan alami dari sungai, kebun, dan hutan dengan teknik masak tradisional khas daerah.
  • Hidangan seperti kenta dan lamang memiliki nilai budaya serta spiritual tinggi bagi masyarakat Dayak, sering disajikan dalam upacara adat sebagai simbol penghormatan terhadap leluhur dan alam.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Kalimantan Tengah ada banyak makanan enak buatan orang Dayak. Ada terong dibakar pedas, sayur dari umbut kelapa, soto pakai singkong, dan ketan manis untuk acara penting. Ada juga sambal serai wangi, ikan diawetkan yang rasanya asam, dan ketan dimasak dalam bambu. Semua dibuat dari bahan alam sekitar dan masih dimakan sampai sekarang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kalimantan Tengah bukan cuma soal hutan tropis dan Sungai Kahayan yang legendaris. Provinsi ini juga menyimpan warisan kuliner khas Dayak yang unik, mulai dari sambal beraroma serai hingga ikan fermentasi yang punya cita rasa khas. 

Setiap hidangan lahir dari kearifan lokal masyarakat Dayak yang mengolah hasil alam sekitar, baik dari sungai, kebun, maupun hutan, menjadi santapan yang kaya makna.

Kalau kamu penasaran dengan kuliner Kalimantan Tengah, berikut Popmama.com merangkum 7 makanan khas Kalimantan Tengah, dilansir dari Visit KALTENG. Yuk, simak sampai habis!

1. Terong papui

Popmama.com/Muhammad Saddam Amtael Soerawijaya/AI

Buka daftar ini dengan hidangan yang cocok buat kamu, penggemar rasa yang unik. Ada  terong papui. Hidangan ini diolah dengan cara dibakar hingga daging terongnya matang dan lembek, lalu dibalut dengan bumbu berupa garam, cabai rawit, terasi, dan serai. Perpaduan bumbu ini menghasilkan rasa manis, pedas, dan asin sekaligus dalam satu suapan.

Terong papui biasanya menjadi menu pendamping saat menyantap ikan atau ayam bakar dengan nasi panas. Kesederhanaan bahan justru menjadi kekuatan hidangan ini, membuktikan bahwa terong yang biasa saja bisa disulap menjadi sajian penuh karakter rasa khas Dayak.

2. Juhu singkah enyuh

Popmama.com/Muhammad Saddam Amtael Soerawijaya/AI

Beranjak dari sajian bakar, ada juhu singkah enyuh yang mengangkat bahan tak biasa menggunakan umbut kelapa. Singkah enyuh berarti umbut kelapa, yaitu bagian pucuk pada tunas kelapa yang biasa ditemukan di pohon berusia sekitar satu hingga satu setengah tahun. Umbut ini diiris sesuai selera, lalu dimasak bersama rempah khas Kalteng seperti lengkuas, bawang merah, bawang putih, jahe, dan kemiri.

Teksturnya empuk sehingga cocok dikonsumsi oleh siapa saja, dengan kuah gurih hasil racikan rempah yang meresap sempurna. Semakin nikmat kalau disantap bersama nasi hangat dan lauk pendamping lainnya, menjadikan juhu singkah enyuh pilihan pas untuk makan siang keluarga ala Dayak.

3. Soto manggala

Popmama.com/Muhammad Saddam Amtael Soerawijaya/AI

Kalau soto pada umumnya identik dengan nasi dan daging, Kalimantan Tengah punya versi berbeda lewat soto manggala dari Pangkalan Bun. Masyarakat setempat menyebut singkong dengan nama manggala, itulah asal nama hidangan ini. Keunikan lainnya, soto ini tidak menggunakan daging, melainkan ceker ayam sebagai pelengkap.

Bumbu sederhana berupa bawang putih, merica, dan garam yang dihaluskan dicampurkan ke potongan singkong dan ceker ayam, lalu direbus hingga empuk. Soto manggala disajikan dengan taburan seledri, bawang goreng, irisan jeruk nipis, dan kerupuk pipih yang menambah kelezatannya. Rasanya gurih dan hangat, cocok dinikmati kapan saja.

4. Kenta

Popmama.com/Muhammad Saddam Amtael Soerawijaya/AI

Berbeda dari hidangan gurih sebelumnya, kenta punya nilai budaya yang lebih dalam. Kenta adalah makanan tradisional khas masyarakat Dayak Ngaju berbahan dasar ketan yang dibuat untuk mengawali kegiatan seperti panen atau pernikahan, dan dianggap punya nilai spiritual tinggi sebagai persembahan kepada leluhur atau roh padi.

Proses pembuatannya cukup panjang: padi ketan yang baru dipanen disangrai, ditumbuk saat masih panas, lalu ditampi untuk memisahkan biji dari kulitnya. Ketan yang sudah bersih kemudian diaduk bersama cairan gula dan parutan kelapa muda hingga rata. Kini, kenta juga diperkenalkan ke khalayak luas lewat berbagai festival budaya di Kalimantan Tengah.

5. Kandas sarai

Popmama.com/Muhammad Saddam Amtael Soerawijaya/AI

Setelah mengenal makanan sakral, saatnya kembali ke rasa pedas lewat kandas sarai. Kandas adalah sebutan orang Dayak untuk sambal, dan kandas sarai adalah salah satu variannya yang dibuat dari cabai dan serai, dengan takaran serai yang justru lebih banyak daripada cabainya.

Kedua bahan itu diulek kasar bersama garam dan penyedap rasa, lalu dicampur dengan ikan bakar atau goreng di bagian akhir. Aroma serai yang kuat membuat sambal ini jadi ciri khas tersendiri dan cukup digemari di Kalimantan Tengah. Bagi pencinta kuliner Nusantara, mencicipi kandas sarai serasa belum lengkap kalau belum berkunjung langsung ke Kalteng.

6. Wadi ikan

Popmama.com/Muhammad Saddam Amtael Soerawijaya/AI

Kekayaan sungai dan danau di Kalimantan Tengah melahirkan tradisi kuliner unik bernama wadi ikan. Wadi adalah teknik fermentasi yang biasa dilakukan masyarakat Dayak untuk mengawetkan ikan atau daging, menggunakan jenis ikan berdaging dan berlemak seperti patin, jelawat, papuyu, haruan, baung, hingga gurami.

Ikan yang sudah dibersihkan dan dilumuri garam kemudian dibalut dengan bubuk ketan sangrai yang ditumbuk kasar, lalu disimpan dalam wadah kedap udara hingga satu bulan lebih. Semakin lama disimpan, rasanya akan semakin kuat dan asam. Wadi biasanya diolah dengan cara digoreng atau dijadikan sambal goreng, lalu disantap bersama nasi panas dan lalapan.

7. Lamang

Popmama.com/Muhammad Saddam Amtael Soerawijaya/AI

Menutup daftar, ada lamang, penganan ketan yang tak pernah absen dalam upacara adat masyarakat Dayak. Proses pembuatan lamang disebut malamang, yaitu memasak beras ketan dalam bambu yang dilapisi daun pisang, diberi santan dan garam, lalu dibakar hingga matang sempurna.

Lamang juga dikenal sebagai salah satu sesajen atau ancak dalam ritual dan upacara keagamaan asli Dayak. Bahkan, ada kepercayaan turun-temurun bahwa ketan atau pulut yang sedang dimasak sebaiknya segera dicicipi begitu ditawarkan, sebagai bentuk penghormatan terhadap makanan yang tidak boleh disia-siakan.

Nah, itulah pembahasan mengenai 7 makanan khas Kalimantan Tengah. Semoga informatif dan bermanfaat!

Curated For You

Editorial Team

Related Article