5 Kebiasaan yang Bikin Kamu Tersengat Listrik, Bisa Berakibat Fatal

Menyentuh steker, sakelar, atau perangkat listrik dengan tangan basah meningkatkan risiko sengatan karena air menghantarkan listrik; tangan perlu dikeringkan terlebih dahulu.
Stopkontak yang dipenuhi colokan dapat kelebihan beban, memanas, dan memicu korsleting. Penggunaan sambungan listrik perlu disesuaikan dengan kapasitasnya.
Kabel terkelupas, sakelar rusak, serta perangkat elektronik di dekat air berisiko menyebabkan sengatan.
Listrik menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas sehari-hari di rumah. Berbagai peralatan elektronik membantu pekerjaan menjadi lebih praktis, tetapi penggunaannya tetap perlu dilakukan dengan hati-hati agar tidak menimbulkan bahaya.
Tanpa disadari, beberapa kebiasaan sederhana saat menggunakan perangkat listrik justru dapat meningkatkan risiko tersengat listrik. Mulai dari menyentuh perangkat dengan tangan basah hingga tetap menggunakan kabel yang sudah rusak, hal-hal tersebut sebaiknya tidak dianggap sepele.
Sengatan listrik bisa sangat berbahaya, bahkan dalam kondisi tertentu dapat mengancam nyawa. Berikut Popmama.com telah merangkum beberapa kebiasaan yang bikin kamu tersengat listrik.
Yuk, disimak!
Deretan Kebiasaan yang Bikin Kamu Tersengat Listrik
1. Mencolok perangkat dengan tangan basah

Popmama.com/Muhammad Haqqi/AI Tangan yang masih basah sebaiknya tidak digunakan untuk menyentuh perangkat atau instalasi listrik. Air dapat menghantarkan listrik, sehingga kondisi tersebut bisa meningkatkan risiko tubuh terkena aliran listrik.
Kebiasaan ini sering terjadi ketika seseorang terburu-buru menyalakan atau mencabut perangkat setelah mencuci tangan. Padahal, menyentuh sakelar, atau perangkat elektronik dengan tangan basah dapat membuat sengatan listrik lebih mudah terjadi.
Sebaiknya keringkan tangan terlebih dahulu sebelum beraktivitas dengan perangkat listrik. Langkah sederhana ini dapat membantu membuat penggunaan listrik di rumah menjadi lebih aman.
2. Penggunaan stopkontak

Popmama.com/Muhammad Haqqi/AI Menggunakan terlalu banyak perangkat pada satu stopkontak juga menjadi kebiasaan yang perlu dihindari. Stopkontak yang dipasangi banyak colokan sekaligus dapat menerima beban listrik melebihi kapasitasnya.
Kondisi tersebut bisa menyebabkan stopkontak menjadi panas dan meningkatkan risiko terjadinya korsleting. Selain berpotensi merusak perangkat, situasi ini juga dapat meningkatkan risiko tersengat listrik.
Oleh karena itu, gunakan stopkontak sesuai kapasitasnya dan hindari menumpuk terlalu banyak sambungan. Pastikan perangkat yang digunakan mendapatkan sumber listrik dengan aman dan tidak berlebihan.
3. Membiarkan kabel terkelupas atau rusak

Popmama.com/Muhammad Haqqi/AI Kabel yang sudah terkelupas, robek, atau mengalami kerusakan sebaiknya tidak terus digunakan. Kerusakan pada bagian pelindung kabel dapat membuat bagian yang dialiri listrik menjadi lebih mudah tersentuh.
Hal ini juga bisa terjadi pada kabel pengisi daya maupun kabel perangkat elektronik lainnya yang sering digunakan sehari-hari. Jika bagian kabel mulai terlihat rusak, tetap menggunakannya dapat meningkatkan risiko terkena sengatan listrik.
Sebaiknya segera hentikan penggunaan kabel yang kondisinya sudah tidak layak. Jangan menyepelekan kerusakan kecil karena bagian kabel yang terbuka dapat menjadi sumber bahaya saat perangkat sedang digunakan.
4. Menggunakan alat elektronik di dekat air

Popmama.com/Muhammad Haqqi/AI Menggunakan perangkat elektronik di dekat sumber air dapat meningkatkan risiko tersengat listrik. Beberapa perangkat seperti pengering rambut, ponsel, atau pelurus rambut sebaiknya digunakan dengan jarak aman dari bak mandi, wastafel, maupun area yang basah.
Risikonya semakin besar jika perangkat tersebut terjatuh atau terkena air ketika masih terhubung dengan sumber listrik. Air dan listrik merupakan kombinasi yang berbahaya, sehingga penggunaannya perlu mendapat perhatian lebih.
Untuk mencegah hal tersebut, pastikan area di sekitar perangkat tetap kering selama digunakan. Hindari pula meletakkan perangkat elektronik terlalu dekat dengan sumber air agar tidak mudah terkena cipratan atau terjatuh ke dalam air.
5. Memakai peralatan listrik atau saklar yang rusak

Popmama.com/Muhammad Haqqi/AI Peralatan listrik maupun sakelar yang sudah rusak sebaiknya tidak dipaksakan untuk terus digunakan. Kondisi seperti stopkontak longgar, bagian yang retak, atau munculnya percikan listrik dapat menjadi tanda adanya masalah pada instalasi.
Jika tetap digunakan, kerusakan tersebut dapat meningkatkan risiko pengguna bersentuhan langsung dengan bagian yang dialiri listrik. Selain berpotensi menyebabkan sengatan, kondisi tersebut juga dapat mengganggu keamanan penggunaan perangkat di rumah.
Oleh karena itu, segera hentikan penggunaan peralatan atau sakelar yang menunjukkan tanda kerusakan. Pastikan bagian yang bermasalah diperbaiki atau diganti terlebih dahulu sebelum kembali digunakan.
Itu dia beberapa kebiasaan yang bikin kamu tersengat listrik. Mulai dari memastikan tangan tetap kering hingga tidak menggunakan kabel dan sakelar yang rusak, kebiasaan sederhana tersebut penting diperhatikan agar aktivitas sehari-hari bersama perangkat listrik tetap aman.





















