Konsumsi nasi sering kali membuat khawatir dapat meningkatkan gula darah dengan cepat, mengingat kadar pati resisten pada nasi putih panas lebih rendah dan cepat dicerna oleh tubuh. Penelitian membuktikan nasi putih panas yang kadar pati resisten nya rendah justru indeks glikemik nya tinggi.
Nasi Dingin Lebih Sehat Dibanding Nasi Panas? Begini Penjelasannya

Nasi yang didinginkan, termasuk setelah dipanaskan kembali, memiliki lebih banyak pati resisten dan indeks glikemik lebih rendah sehingga lonjakan gula darah cenderung lebih lambat.
Kalori nasi putih panas dan dingin tetap sama, sekitar 175 kkal per 100 gram; pendinginan tidak membuat kandungan kalorinya jauh lebih rendah.
Nasi dingin perlu disimpan bersih dan tidak terlalu lama karena berisiko ditumbuhi Bacillus cereus; pilihan nasi sebaiknya disesuaikan kebutuhan, porsi, serta lauk bergizi seimbang.
Indeks glikemik yang rendah artinya makanan dapat diserap secara lebih lambat dan tidak memicu lonjakan kadar gula darah yang cepat. Hal ini yang akhirnya membuat nasi putih dingin lebih banyak dikonsumsi oleh orang yang sedang menurunkan berat badan atau penyandang diabetes.
Lantas, apakah nasi putih dingin artinya lebih sehat dikonsumsi dibandingkan nasi putih panas? Yuk, lihat penjelasannya ilmiahnya!
Simak rangkuman Popmama.com berikut ini seputar apakah seputar nasi dingin lebih sehat dibanding nasi panas.
Table of Content
Nasi Dingin vs Nasi Panas

Ilustrasi mengambil nasi (unsplash.com/Adriel Prastyanto) Banyak anggapan yang mengatakan bahwa nasi dingin lebih sehat dibandingkan nasi panas karena indeks glikemiknya lebih rendah. Nasi dingin memang terbukti menghasilkan gula darah yang lebih rendah dibandingkan nasi panas.
Penelitian Sonia dkk (2015) yang dimuat di laman Fakultas Kesehatan Masyarakat UI, nasi yang didinginkan selama 24 jam dalam suhu 4 celcius dan dipanaskan kembali memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan nasi yang baru masak.
Hal ini diperkuat dengan penjelasan dari dr. Dion Haryadi, PN1, CHC, AIFO-K dalam laman Instagramnya @dionharyadi menjelaskan bahwa mendinginkan nasi memang dapat meningkatkan pati resisten yang memicu lambatnya lonjakan gula darah.
“Proses mendinginkan nasi dapat meningkatkan kandungan dari pati resistennya. Semakin tinggi pati resisten nya, semakin lambat juga lonjakan gula darah saat kita konsumsi, karena pati tersebut tidak dapat dicerna oleh tubuh kita,” kata Dokter Dion.
Nasi Dingin Harus Disimpan dengan Baik

Ilustrasi nasi basi (commons.wikimedia.org/Ananth Pattabiraman) Mengonsumsi nasi putih dingin boleh saja, apalagi indeks glikemiknya lebih rendah dibandingkan nasi panas. Namun yang perlu diperhatikan juga adalah cara penyimpanannya.
Jangan sampai nasi didinginkan di tempat yang terbuka dan tidak disimpan dengan bersih, sebab dapat memicu pertumbuhan bakteri dan membuat nasi menjadi tidak layak konsumsi.
Mengutip dari laman Kementerian Kesehatan RI, nasi putih dingin yang disimpan dalam suhu ruangan selama beberapa jam atau di dalam lemari es selama beberapa hari dapat menjadi tempat berkembang biak bakteri berbahaya seperti Bacillus cereus.
Bakteri tersebut dapat memicu keracunan makanan, bahkan berisiko menyebabkan terjadinya gastroenteritis atau radang usus.
Untuk itu, penting menyimpan nasi dengan benar dan jangan terlalu lama disimpan agar masih layak dikonsumsi, Ma.
Kandungan Kalori Nasi Putih Panas dan Dingin Sama

Ilustrasi nasi. (magnific.com/jcomp) Mengutip dari laman FK UI, dokter ahli geriatri sekaligus dosen Departemen Ilmu Penyakit Dalam di Fakultas Kedokteran UI, dr. Ika Fitriana, Sp. PD., K-GER juga membenarkan bahwa nasi putih terutama yang masih panas memiliki indeks glikemik tinggi.
Namun, perlu dipahami bahwa nasi putih yang panas maupun yang sudah dingin memiliki kandungan yang sama, yakni 175 kkal/100 gram, artinya kandungan kalorinya tidak berubah.
Yang membedakan hanya indeks glikemik yang lebih rendah pada nasi dingin, sehingga lebih lama dicerna, membuat kenyang lebih lama, dan tidak memicu lonjakan gula darah yang cepat.
Dokter Dion juga menjelaskan bahwa nasi yang didinginkan memang memiliki indeks glikemik yang rendah, namun bukan berarti kandungan kalorinya juga jauh lebih rendah dibandingkan nasi putih panas.
“Sering jadi misinformasi bahwa nasi putih yang didinginkan itu bisa memiliki kandungan kalori yang jauh lebih rendah, padahal ya sebenarnya nggak. Jumlah kalorinya itu nggak beda jauh dan harus tetap dikonsumsi secukupnya,” jelas Dokter Dion dalam kontennya.
Dapat Disesuaikan dengan Kebutuhan dan Preferensi

ilustrasi nasi langgi (pexels.com/ kevin yung) Konsumsi nasi dingin atau nasi panas sebenarnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi. Nasi dingin yang kandungan glikemik nya lebih rendah bukan berarti lebih sehat dibandingkan nasi putih panas.
Nasi dingin memang terbukti lebih optimal untuk mengurangi lonjakan gula darah, sehingga lebih optimal jika dikonsumsi oleh orang yang sedang diet ataupun penyandang diabetes.
Artikel dari Kementerian Kesehatan RI juga menganjurkan agar penyandang diabetes memperhatikan jenis nasi, porsi nasi, dan komposisi makanan lain yang dikonsumsi bersama nasi. Sebaiknya nasi dikonsumsi dengan makanan sehat lainnya seperti sayuran, protein, dan lemak sehat seperti sayuran hijau, ikan, atau kacang-kacangan.
Dokter Dion juga menegaskan bahwa nasi putih panas sama sehatnya jika dikonsumsi dengan lauk-pauk yang lengkap dan seimbang tidak akan meningkatkan respons gula darah yang berlebihan.
Itu dia penjelasan mengenai apakah seputar nasi dingin lebih sehat dibanding nasi panas.
Baik nasi dingin atau panas sama-sama menyehatkan asal dikonsumsi dengan pendamping yang bergizi, tinggal disesuaikan kebutuhan saja, Ma!























