14 Obat Eksim Kering Tradisional, Alternatif untuk Kulit Lebih Nyaman

- Baking Soda: Menambahkan soda kue ke air mandi atau kulit dapat meredakan gatal dan memiliki sifat anti-inflamasi.
- Biji Rami: Kaya akan omega-3, membantu menjaga kelembapan kulit dan memperkuat skin barrier.
- Cuka Apel: Meringankan gejala eksim, namun perlu diencerkan saat digunakan pada kulit.
Eksim kering dapat menyebabkan kulit gatal, bersisik, dan terasa tidak nyaman. Tak sedikit orang mencoba obat eksim kering tradisional karena dinilai alami dan mudah didapat.
Meski begitu, efektivitas tiap bahan berbeda dan tidak semuanya aman digunakan sembarangan. Beberapa dapat membantu menenangkan kulit, sementara lainnya justru berisiko memicu iritasi.
Karena itu, penting memahami fakta sebelum mencobanya. Berikut Popmama.com rangkum obat eksim kering tradisional yang populer beserta catatan keamanannya.
Table of Content
1. Baking Soda

Melansir National Eczema Association, menambahkan seperempat cangkir soda kue ke dalam air mandi atau mengoleskannya langsung ke kulit dengan mencampurnya dengan air hingga membentuk pasta, adalah pengobatan umum yang digunakan untuk membantu meredakan gatal.
Soda kue adalah campuran ion natrium dan ion bikarbonat. Soda kue larut sepenuhnya dalam air. Menambahkan soda kue ke dalam air mandi dapat membantu meredakan gejala eksim karena sifat anti-inflamasi ringan dan penyeimbang pH-nya.
Namun, tidak banyak bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa soda kue dapat membantu mengatasi eksim. Penggunaan berlebihan berpotensi mengganggu mikrobioma alami kulit, yang menyebabkan kekeringan atau iritasi.
Catatan: Disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter kulit sebelum memasukkan mandi soda kue ke dalam rutinitas perawatan eksim.
2. Biji Rami/Flaxseed

Biji rami dikenal kaya akan asam lemak omega-3 yang berperan penting dalam menjaga kelembapan dan elastisitas kulit. Nutrisi ini membantu memperkuat skin barrier yang sering melemah pada penderita eksim.
Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi minyak biji rami dapat meningkatkan hidrasi kulit dan mengurangi kekasaran. Kulit pun terasa lebih lembap dan tidak mudah iritasi.
Sebuah studi in vivo yang dipublikasikan di PubMed menunjukkan bahwa ekstrak biji rami berkontribusi pada perbaikan kondisi kulit kering dan elastisitasnya.
3. Cuka Apel

Mengutip Verywell Health, sekitar 50% penderita eksim melaporkan menggunakan pengobatan alternatif atau komplementer untuk membantu mengelola kondisi mereka. Sebagian penderita eksim menggunakan cuka apel untuk membantu meringankan gejalanya.
Cuka sari apel telah digunakan sebagai pengobatan rumahan sejak zaman Yunani kuno, ketika digunakan untuk mendisinfeksi luka. Namun, hanya sedikit bukti ilmiah yang membuktikan khasiat atau manfaat kesehatan dari penggunaan cuka apel
Berdasarkan pengalaman pribadi, anggota Asosiasi Eksim Nasional melaporkan bahwa mandi dengan cuka apel menenangkan kulit dan meningkatkan kadar kelembapan kulit.
Catatan: Cuka apel tidak boleh dioleskan langsung ke kulit. Saat digunakan untuk mengobati eksim, cuka apel dioleskan ke kulit dalam bentuk yang diencerkan biasanya saat mandi.
4. Kunyit

Kunyit mengandung kurkumin yang memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan. Senyawa ini berperan dalam menekan peradangan yang menjadi salah satu penyebab utama eksim kering.
Dalam pengobatan tradisional, kunyit sering digunakan sebagai campuran masker atau salep alami untuk membantu menenangkan kulit yang meradang.
Penelitian yang dimuat dalam Journal of Medicinal Plants Research menunjukkan bahwa kurkumin memiliki aktivitas anti-inflamasi yang berpotensi bermanfaat pada penyakit kulit inflamasi.
5. Lidah Buaya

Lidah buaya dikenal sebagai bahan alami yang memiliki efek melembapkan dan menenangkan kulit. Gel lidah buaya juga membantu mengurangi rasa panas dan kemerahan pada kulit eksim.
Selain itu, kandungan polisakarida dalam lidah buaya mendukung regenerasi kulit dan membantu memperbaiki lapisan pelindung kulit yang rusak.
Sebuah tinjauan ilmiah di PubMed menyebutkan bahwa lidah buaya memiliki sifat anti-inflamasi dan humektan yang baik untuk kulit kering dan sensitif.
6. Mandi dengan Minyak Esensial

Mandi dengan tambahan minyak esensial seperti lavender atau chamomile sering digunakan untuk membantu menenangkan kulit dan mengurangi stres, yang juga dapat memicu kambuhnya eksim.
Minyak esensial biasanya dicampur dengan carrier oil agar tidak terlalu kuat di kulit. Efek aromaterapinya membantu memberikan rasa relaksasi dan mengurangi keinginan menggaruk.
Catatan: Menurut Cleveland Clinic, minyak esensial tidak disarankan digunakan langsung pada kulit eksim tanpa pengenceran karena berisiko menyebabkan iritasi.
7. Minyak Ikan

Minyak ikan mengandung omega-3 yang berperan dalam mengurangi peradangan sistemik. Asam lemak ini membantu memperbaiki fungsi skin barrier dari dalam tubuh.
Beberapa penderita eksim mengalami penurunan tingkat keparahan gejala setelah rutin mengonsumsi minyak ikan, meskipun hasilnya bisa berbeda pada setiap orang.
Sebuah studi di PubMed menyebutkan bahwa suplementasi omega-3 berpotensi membantu mengurangi gejala dermatitis atopik.
8. Minyak Kelapa

Minyak kelapa dikenal memiliki sifat emolien alami yang membantu melembapkan kulit kering dan bersisik. Kandungan asam lemaknya dapat membantu memperkuat lapisan pelindung kulit yang rusak akibat eksim.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa minyak kelapa murni (virgin coconut oil) juga memiliki sifat antibakteri ringan, sehingga dapat membantu menurunkan risiko infeksi pada kulit eksim yang sering digaruk.
Catatan: Gunakan minyak kelapa murni dan lakukan uji tempel terlebih dahulu untuk menghindari reaksi iritasi.
9. Menggunakan humidifier saat udara kering

Udara yang terlalu kering, terutama saat menggunakan AC atau berada di ruangan tertutup, dapat memperparah eksim kering. Menggunakan humidifier membantu menjaga kelembapan udara sehingga kulit tidak semakin kehilangan air.
Lingkungan yang lembap membantu kulit mempertahankan hidrasi alaminya dan mengurangi rasa gatal serta ketegangan pada kulit.
Catatan: Pastikan humidifier dibersihkan secara rutin agar tidak menjadi sumber jamur atau bakteri.
10. Madu

Madu dikenal memiliki sifat antibakteri dan anti-inflamasi alami. Pada beberapa kasus, madu digunakan sebagai perawatan tambahan untuk membantu menenangkan kulit kering dan iritasi.
Selain itu, madu juga bersifat humektan, yang berarti dapat menarik dan mempertahankan kelembapan pada kulit.
Catatan: Gunakan madu murni dan hindari pada kulit yang sedang luka terbuka tanpa saran medis.
11. Memakai pakaian berbahan katun atau lembut

Pemilihan bahan pakaian juga berperan penting dalam mengelola eksim kering. Bahan katun atau kain lembut membantu mengurangi gesekan pada kulit dan memungkinkan sirkulasi udara yang lebih baik.
Sebaliknya, bahan kasar atau sintetis dapat memicu iritasi dan memperparah rasa gatal, terutama saat berkeringat.
12. Menggunakan pelembap kulit setelah mandi

Mengoleskan pelembap segera setelah mandi merupakan langkah penting dalam perawatan eksim kering. Saat kulit masih sedikit lembap, pelembap membantu mengunci air di dalam kulit.
Pilih pelembap tanpa pewangi dan berbahan lembut untuk menjaga kelembapan kulit lebih lama serta mencegah kekeringan berulang.
13. Mentega putih atau vegetable shortening

Mentega putih bersifat sangat oklusif, sehingga dapat membantu mengurangi penguapan air dari kulit yang sangat kering. Ini membuat kulit terasa lebih lembap dalam waktu lebih lama.
Bahan ini sering digunakan secara tradisional pada area seperti tumit, siku, atau lutut yang mudah pecah-pecah akibat eksim.
Catatan: Menurut National Eczema Association, bahan oklusif dapat membantu mengurangi kekeringan kulit, meski bukan pengganti obat medis eksim.
14. Tea Tree Oil

Tea tree oil memiliki sifat antimikroba dan anti-inflamasi yang berpotensi membantu mencegah infeksi pada kulit eksim yang sering digaruk. Meski demikian, tea tree oil termasuk bahan yang cukup keras dan berisiko menimbulkan iritasi bila digunakan tanpa pengenceran.
Catatan: Menurut Verywell Health, tea tree oil harus digunakan dengan sangat hati-hati dan selalu diuji terlebih dahulu pada area kecil kulit.
Itulah berbagai obat eksim kering tradisional yang kerap digunakan untuk membantu meredakan gejala pada kulit.


















