Buat kamu yang merasa berkumur lebih efektif dibanding menyemprot atau mengisap tablet, Minosep Gargle bisa jadi pilihan terakhir di daftar ini. Kandungan chlorhexidine gluconate di dalamnya dikenal sebagai salah satu antiseptik paling kuat buat membunuh bakteri di rongga mulut, sehingga tidak cuma meredakan radang tenggorokan, tapi juga membantu mencegah radang gusi dan bau mulut.
Karena efeknya cukup kuat, pemakaian jangka panjang bisa menimbulkan pewarnaan sementara di gigi atau lidah, jadi sebaiknya dipakai sesuai anjuran dan tidak berlebihan. Ingat juga buat tidak menelan cairannya, dan hindari makan atau minum selama 30 menit setelah berkumur supaya kandungannya bekerja maksimal.
Komposisi: chlorhexidine gluconate 0,1% (varian hijau) atau 0,2% (varian merah)
Manfaat: antiseptik kuat yang membunuh bakteri penyebab radang gusi (gingivitis), sariawan, bau mulut, sekaligus menghambat pembentukan plak
Dosis: kumur 10 ml selama 30 detik hingga 1–2 menit, 2 kali sehari (pagi dan malam), jangan sampai tertelan
Efek samping: perubahan rasa pada lidah, iritasi ringan pada mulut atau tenggorokan, serta pewarnaan sementara pada gigi atau lidah bila dipakai dalam jangka panjang
Harga: sekitar Rp30.000–Rp80.000 per botol 60 ml
Ketujuh obat di atas memang bisa dibeli bebas tanpa resep, tapi bukan berarti boleh dipakai sembarangan. Selalu ikuti dosis yang tertera di kemasan, dan perhatikan kondisi khusus seperti kehamilan, menyusui, atau riwayat alergi sebelum memilih salah satunya.
Kalau radang tenggorokan tidak kunjung membaik setelah beberapa hari pemakaian, disertai demam tinggi, atau makin sulit menelan, jangan ditunda lagi untuk segera periksakan diri ke dokter supaya penyebabnya bisa ditangani dengan tepat.
Nah, itulah pembahasan mengenai 7 obat radang tenggorokan dewasa. Semoga informatif dan bermanfaat!