Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

7 Fakta Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945, Momen Bersejarah

7 Fakta Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945, Momen Bersejarah
pexels.com/Irgi Nur Fadil
  • Soekarno tetap membacakan Proklamasi pada 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB meski mengalami demam tinggi akibat malaria tertiana dan baru mendapat perawatan dokter pribadi.
  • Upacara kemerdekaan berlangsung sederhana dengan tiang bambu yang disiapkan menjelang acara; Sang Saka Merah Putih dibuat dari bahan sederhana, sementara foto peristiwa nyaris disita Jepang.
  • Naskah Proklamasi segera digandakan untuk disebarkan ke daerah, meski Jepang sempat berupaya menghentikannya; Palestina juga termasuk pihak awal yang menyatakan dukungan internasional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Tanggal 17 Agustus 1945 menjadi salah satu momen paling bersejarah bagi Indonesia. Di hari itulah bangsa Indonesia secara resmi memproklamasikan kemerdekaannya usai melalui perjuangan panjang melawan penjajahan.

Di balik peristiwa bersejarah tersebut, ternyata ada banyak fakta menarik yang belum tentu diketahui semua orang. Mulai dari proses menjelang proklamasi hingga berbagai kisah unik yang terjadi pada hari bersejarah itu.

Berikut Popmama.com merangkum 7 fakta kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 yang wajib kamu ketahui. Simak di bawah, yuk!

  1. 1. Soekarno tetap membacakan proklamasi meski sedang sakit

    Soekarno tetap membacakan proklamasi meski sedang sakit
    commons.wikimedia.org/Frans Mendur

    Hari kemerdekaan Indonesia ternyata diawali dengan kondisi yang tidak mudah. Beberapa jam sebelum pembacaan proklamasi pada 17 Agustus 1945, Soekarno diketahui terserang malaria tertiana hingga mengalami demam tinggi.

    Meski kesehatannya menurun, Soekarno tetap bangun sekitar pukul 09.00 WIB setelah mendapat perawatan dari dokter pribadinya.

    Tepat satu jam kemudian, ia membacakan teks proklamasi yang menjadi penanda lahirnya Indonesia sebagai negara merdeka.

  2. 2. Sang Saka Merah Putih pertama dibuat dari bahan sederhana

    Sang Saka Merah Putih pertama dibuat dari bahan sederhana
    pinterest.com/ bintoro hoepoedio

    Bendera Merah Putih pertama yang dikibarkan saat Indonesia merdeka ternyata dibuat dari bahan yang sangat sederhana.

    Salah satu versi sejarah menyebut kain putih berasal dari seprai, sedangkan kain merah merupakan milik seorang penjual soto.

    Meski tidak dibuat dari bahan mewah, Sang Saka Merah Putih memiliki makna yang sangat besar.

    Bendera tersebut menjadi simbol semangat perjuangan sekaligus identitas bangsa yang baru saja memproklamasikan kemerdekaannya.

  3. 3. Foto hari kemerdekaan nyaris hilang

    Foto hari kemerdekaan nyaris hilang
    commons.wikimedia.org/Arsonal

    Foto-foto bersejarah yang memperlihatkan suasana kemerdekaan Indonesia ternyata hampir tidak bisa dinikmati hingga sekarang.

    Setelah upacara selesai, tentara Jepang sempat berusaha menyita negatif film milik fotografer Frans Mendur.

    Beruntung, Frans Mendur menyembunyikan negatif film tersebut di bawah pohon di halaman kantor harian Asia Raja.

    Berkat keberaniannya, momen bersejarah saat Indonesia merdeka berhasil diabadikan dan menjadi bagian penting dari catatan sejarah bangsa.

  4. 4. Berita kemerdekaan langsung disebarkan ke berbagai daerah

    Berita kemerdekaan langsung disebarkan ke berbagai daerah
    unsplash.com/@markusspiske

    Setelah naskah proklamasi selesai diketik oleh Sayuti Melik, Mohammad Hatta segera meminta B.M. Diah menggandakan teks tersebut.

    Langkah ini dilakukan agar kabar kemerdekaan Indonesia bisa segera diketahui masyarakat di berbagai daerah.

    Proses penyebaran berita berlangsung dengan cepat meski kondisi saat itu masih serba terbatas. 

    Menariknya, pembacaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 juga bertepatan dengan hari kedelapan bulan Ramadan.

  5. 5. Jepang sempat berusaha menghentikan kemerdekaan Indonesia

    Jepang sempat berusaha menghentikan kemerdekaan Indonesia
    commons.m.wikimedia.org/Unknown Author

    Kemerdekaan Indonesia ternyata sempat menghadapi ancaman sesaat setelah proklamasi dibacakan. Beberapa opsir Jepang datang membawa perintah agar Soekarno tidak membacakan proklamasi.

    Kedatangan mereka langsung dihadang oleh barisan pelopor yang bersenjata bambu runcing dan golok.

    Setelah situasi kembali aman, Soekarno memerintahkan pembentukan barisan berani mati untuk menjaga keamanan di sekitar lokasi dan melindungi Sang Saka Merah Putih.

  6. 6. Palestina menjadi salah satu pihak pertama yang mendukung Indonesia

    Palestina menjadi salah satu pihak pertama yang mendukung Indonesia
    pexels.com/Pok Rie

    Melalui Mufti Besar Palestina, Syekh Muhammad Amin Al-Husaini, dukungan terhadap Indonesia disampaikan kepada dunia Islam dan mendorong negara-negara Timur Tengah untuk memberikan pengakuan.

    Dukungan tersebut menjadi salah satu bentuk solidaritas internasional terhadap perjuangan bangsa Indonesia. Fakta ini menunjukkan kemerdekaan Indonesia juga mendapat perhatian dari berbagai pihak di luar negeri.

  7. 7. Upacara kemerdekaan berlangsung sangat sederhana

    Upacara kemerdekaan berlangsung sangat sederhana
    instagram.com/presidensukarno

    Upacara pada 17 Agustus 1945 berlangsung jauh dari kata mewah. Bahkan, tiang bambu untuk mengibarkan Sang Saka Merah Putih baru disiapkan beberapa menit sebelum acara dimulai oleh barisan pelopor.

    Meski tanpa protokol resmi, pancaragam, maupun perlengkapan lengkap, suasana upacara tetap berlangsung khidmat.

    Itu dia 7 fakta kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 yang menarik untuk diketahui. Semoga informasi ini membuatmu semakin menghargai perjuangan para pahlawan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More