Begini Operasi Hernia Inguinalis dan Proses Pemulihannya

- Operasi terbuka hernia inguinalis dilakukan dengan anestesi lokal, sayatan sepanjang 6-10 cm di lipatan paha, dan pemasangan mesh sintetis untuk mencegah kekambuhan.
- Operasi laparoskopi hernia inguinalis menggunakan gas CO₂ untuk melihat struktur internal, memasang mesh sintetis dari dalam dinding perut, dan memiliki pemulihan yang lebih cepat.
- Pemulihan pasca operasi meliputi pengendalian nyeri dengan obat, aktivitas ringan untuk sirkulasi darah, pembatasan aktivitas fisik selama beberapa minggu, dan konsultasi dokter jika ada tanda tidak normal.
Operasi hernia inguinalis merupakan tindakan medis yang dilakukan untuk memperbaiki kelemahan dinding perut di area pangkal paha, tempat jaringan atau usus menonjol keluar.
Prosedur ini dianggap sebagai satu-satunya terapi definitif untuk hernia inguinalis, terutama ketika benjolan disertai nyeri atau berisiko menimbulkan komplikasi serius.
Oleh karena itu, memahami bagaimana operasi dilakukan serta bagaimana proses pemulihan berlangsung menjadi hal penting bagi pasien sebelum menjalani tindakan bedah.
Selain bertujuan menghilangkan benjolan, operasi hernia inguinalis juga ditujukan untuk mencegah kondisi darurat seperti strangulasi, yaitu terjepitnya aliran darah ke jaringan usus.
Dengan informasi yang tepat, pasien dapat lebih siap secara fisik dan mental, sekaligus mengetahui apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama masa pemulihan.
Berikut Popmama.com akan menjelaskan operasi Hernia Inguinalis dan proses pemulihannya. Yuk simak penjelasan berikut ini.
1. Operasi Terbuka Hernia Inguinalis

Pada operasi hernia inguinalis terbuka, tindakan diawali dengan pemberian anestesi lokal, spinal, atau umum, tergantung kondisi pasien dan pertimbangan dokter.
Setelah area pangkal paha mati rasa, dokter membuat sayatan sepanjang ±6–10 cm di lipatan paha, tepat di atas lokasi hernia. Sayatan ini bertujuan memberi akses langsung ke jaringan yang melemah.
Setelah sayatan terbuka, dokter akan mengidentifikasi kantong hernia, yaitu bagian jaringan atau usus yang menonjol keluar melalui dinding perut. Kantong hernia kemudian dipisahkan secara hati-hati dari jaringan sekitarnya, termasuk pembuluh darah dan saraf, untuk mencegah cedera.
Menurut Mayo Clinic, tahap ini sangat penting agar organ yang keluar tidak mengalami kerusakan selama manipulasi. Langkah berikutnya adalah mengembalikan jaringan atau usus ke dalam rongga perut ke posisi normalnya.
Setelah itu, bagian dinding perut yang lemah akan diperkuat, biasanya menggunakan mesh sintetis. Mesh ini dipasang dan dijahit pada jaringan otot untuk menutup celah, sehingga mencegah hernia muncul kembali.
Dilansir dari NHS, penggunaan mesh terbukti menurunkan risiko kekambuhan dibandingkan jahitan saja. Setelah mesh terpasang dengan stabil, dokter menutup lapisan jaringan dan kulit secara bertahap menggunakan jahitan atau staples.
Seluruh prosedur biasanya berlangsung 45–90 menit, tergantung ukuran dan kompleksitas hernia. Pasien kemudian dipantau hingga efek anestesi hilang sebelum masuk tahap pemulihan.
2. Operasi Laparoskopi Hernia Inguinalis

Setelah kamera masuk, rongga perut akan diisi gas karbon dioksida (CO₂) untuk mengembangkan ruang kerja. Tujuannya agar dokter dapat melihat struktur internal dengan jelas dan bekerja tanpa menekan organ lain.
Menurut WebMD, langkah ini penting agar tindakan bedah bisa dilakukan secara presisi dan aman. Melalui sayatan kecil lainnya, dokter memasukkan instrumen bedah khusus untuk menangani hernia.
Kantong hernia kemudian ditarik kembali ke dalam rongga perut, dan area dinding perut yang melemah diperbaiki dari sisi dalam.
Seperti operasi terbuka, dokter juga memasang mesh sintetis, tetapi kali ini ditempatkan dari bagian dalam dinding perut dan diposisikan menutupi area lemah secara menyeluruh.
Mesh akan dipasang menggunakan jahitan khusus, klip, atau perekat medis, tergantung teknik yang digunakan. Setelah mesh terpasang stabil, gas CO₂ dikeluarkan, instrumen ditarik keluar, dan sayatan kecil ditutup dengan jahitan atau perekat kulit.
Menurut Mayo Clinic, seluruh prosedur laparoskopi biasanya memakan waktu 30–60 menit. Keunggulan metode ini adalah nyeri pasca operasi lebih ringan, bekas luka minimal, dan pemulihan lebih cepat, meskipun tetap membutuhkan keahlian bedah khusus dan tidak selalu cocok untuk semua pasien.
3. Pemulihan pasca operasi Hernia Inguinalis

Masa pemulihan merupakan bagian penting dari keberhasilan operasi hernia inguinalis. Pada hari-hari awal setelah operasi, pasien umumnya mengalami nyeri ringan hingga sedang, bengkak, atau rasa tidak nyaman di area sayatan.
Menurut Mayo Clinic, kondisi ini normal dan dapat dikendalikan dengan obat pereda nyeri yang diresepkan dokter. Aktivitas ringan seperti berjalan perlahan dianjurkan untuk membantu sirkulasi darah dan mencegah pembekuan.
Namun, pasien disarankan menghindari mengangkat benda berat, mengejan berlebihan, atau aktivitas fisik intens selama beberapa minggu. Dilansir dari NHS, pembatasan aktivitas ini penting agar dinding perut memiliki waktu cukup untuk pulih dan mengurangi risiko kekambuhan hernia.
Pemulihan total biasanya memakan waktu 4–6 minggu pada operasi terbuka, sedangkan pada laparoskopi bisa lebih singkat tergantung kondisi pasien.
Selama masa ini, menjaga kebersihan luka, mematuhi jadwal kontrol, dan mengikuti instruksi dokter sangat berperan dalam mempercepat penyembuhan.
Pasien dianjurkan segera berkonsultasi ke dokter jika muncul tanda tidak normal seperti demam, nyeri hebat yang tidak membaik, kemerahan berlebihan, atau keluarnya cairan dari luka operasi. Penanganan dini dapat mencegah infeksi dan komplikasi lanjutan.
Operasi hernia inguinalis adalah prosedur medis yang bertujuan memperbaiki kelemahan dinding perut dan mencegah komplikasi serius di kemudian hari.
Dengan memahami bagaimana operasi dilakukan serta bagaimana proses pemulihan berjalan, pasien dapat menjalani tindakan bedah dengan lebih tenang dan terencana.
Kepatuhan terhadap anjuran medis selama masa pemulihan menjadi kunci agar hasil operasi optimal dan pasien dapat kembali beraktivitas secara normal tanpa rasa khawatir. Semoga bermanfaat ya!



















