8 Pantangan Hipertensi yang Bikin Tekanan Darah Susah Dikontrol

- Artikel membahas delapan pantangan bagi penderita hipertensi, termasuk makanan asin, manis, daging merah, minuman manis, lemak jenuh, makanan olahan, kafein, dan alkohol.
- Setiap jenis makanan dan minuman dijelaskan dampaknya terhadap tekanan darah serta rekomendasi batas konsumsi dari American Heart Association (AHA).
- Ditekankan pentingnya membaca label kemasan dan memilih bahan segar agar asupan garam, gula, lemak, serta kafein tetap terkontrol demi menjaga tekanan darah stabil.
Buat kamu yang punya riwayat darah tinggi, urusan makan memang tidak bisa asal pilih lagi. Beberapa makanan dan minuman yang sering nongkrong di meja makan justru diam-diam bikin tekanan darah makin susah dikendalikan, padahal rasanya menggugah selera.
Makanan dan minuman yang dikonsumsi sangat berpengaruh terhadap penderita darah tinggi. Oleh karena itu, penderita hipertensi harus menjaga dengan sangat baik apa saja yang dikonsumsi.
Nah, biar tidak salah pilih menu makan, berikut Popmama.com mengulas 8 pantangan hipertensi. Yuk, simak sampai habis!
Table of Content
1. Makanan asin

Kalau soal pantangan hipertensi, makanan asin selalu jadi tersangka utama. Mengutip Healthline, garam, atau tepatnya kandungan natrium di dalamnya, menjadi kontributor utama tekanan darah tinggi karena memengaruhi keseimbangan cairan dalam darah. Bahkan, garam dapur diketahui mengandung sekitar 40 persen natrium.
Melansir Medical News Today, American Heart Association (AHA) merekomendasikan konsumsi natrium tidak lebih dari 2.300 miligram per hari. Sayangnya, makanan seperti burger, pizza, sandwich, daging olahan, sup kalengan, hingga jajanan makanan ringan kerap menyumbang natrium dalam jumlah besar tanpa disadari.
2. Makanan manis

Selain asin, makanan manis juga tidak kalah bikin waswas. Melansir Medical News Today, konsumsi gula tambahan yang berlebihan dapat memicu kenaikan berat badan yang berujung pada risiko hipertensi. Beberapa peneliti bahkan menyebut fruktosa sebagai salah satu penyebab utama tekanan darah tinggi karena dapat meningkatkan penyerapan garam dalam tubuh.
Mengutip Healthline, gula juga dapat berdampak langsung pada kenaikan tekanan darah. AHA menyarankan batas konsumsi gula tambahan harian, yaitu sekitar 25 gram untuk perempuan dan 36 gram untuk laki-laki. Camilan seperti kue kering, granola bar, hingga selai kacang kemasan perlu diwaspadai karena sering mengandung sirop jagung tinggi fruktosa.
3. Daging merah

Buat pencinta steak dan rendang, ini kabar yang mungkin bikin sedih. Melansir Medical News Today, daging merah, terutama yang sudah diolah, dapat meningkatkan tekanan darah. Proses metabolisme daging merah dalam tubuh disebut-sebut dapat melepaskan senyawa yang justru memperparah kondisi tersebut.
Daging sapi, kambing, babi, hingga daging rusa termasuk dalam kategori ini. Bukan berarti harus berhenti total, AHA menyarankan agar lebih memperhatikan porsi dan memilih potongan daging yang lebih rendah lemak atau belum diolah secara berlebihan.
4. Minuman manis

Masih berhubungan dengan gula, minuman manis juga masuk ke dalam daftar pantangan hipertensi yang perlu dibatasi. Melansir Medical News Today, minuman tinggi gula dapat meningkatkan tekanan darah, apalagi jika dikonsumsi dalam jumlah banyak dan secara rutin.
Ditambah lagi, banyak minuman manis yang juga mengandung kafein, sehingga efeknya pada tekanan darah dapat makin terasa.
Soda, jus buah kemasan, dan minuman berenergi menjadi contoh minuman yang sebaiknya mulai dikurangi. Sebagai gantinya, air putih atau infused water dapat menjadi pilihan yang lebih ramah terhadap tekanan darah.
5. Lemak jenuh

Gorengan dan makanan bersantan memang menggugah selera, tapi kandungan lemak jenuhnya patut diwaspadai. Melansir Medical News Today, AHA merekomendasikan asupan lemak jenuh tidak lebih dari 6 persen dari total kalori harian. Lemak jenis ini banyak ditemukan pada kue, mentega, margarin, minyak kelapa dan sawit, hingga produk susu tinggi lemak.
Mengutip Healthline, lemak jenuh juga dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat atau LDL dalam darah. Sebagai alternatif, kamu dapat beralih ke sumber lemak sehat seperti kacang-kacangan, biji-bijian, minyak zaitun, atau alpukat yang lebih bersahabat dengan jantung.
6. Makanan olahan dan kemasan

Makanan olahan dan kemasan sering terlihat praktis, tapi di baliknya tersimpan kombinasi garam, gula, dan lemak yang tidak main-main. Melansir Medical News Today, sejumlah makanan kemasan yang terlihat sehat pun kerap mendapat cita rasanya dari kandungan natrium, gula, dan lemak yang tinggi.
Supaya lebih aman, biasakan membaca label kemasan dan pilih produk dengan kandungan natrium sekitar 140 miligram atau kurang per porsi. Kalau memungkinkan, memasak sendiri di rumah dengan bahan segar menjadi cara paling ampuh untuk mengontrol asupan garam, gula, dan lemak.
7. Kafein

Kopi memang jadi teman setia buat melek di pagi hari, tapi konsumsi berlebihan ternyata dapat jadi bumerang untuk tekanan darah. Melansir Medical News Today, konsumsi kafein yang berlebihan, seperti dari kopi, dapat meningkatkan tekanan darah.
AHA bahkan menyebut konsumsi dua cangkir kopi berkafein atau lebih per hari dapat meningkatkan risiko komplikasi serius bagi penderita hipertensi. Bukan berarti harus berhenti total dari kopi, tetapi kamu dapat mulai mengurangi porsi atau beralih ke kopi tanpa kafein secara bertahap.
8. Alkohol

Terakhir, ada alkohol yang juga masuk daftar pantangan hipertensi. Mengutip Healthline, konsumsi alkohol berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dan bahkan dapat mengganggu kerja obat penurun tekanan darah yang sedang dikonsumsi. Selain itu, alkohol juga mengandung kalori kosong yang berisiko memicu kenaikan berat badan.
Melansir Medical News Today, AHA menyarankan batas konsumsi alkohol, yaitu maksimal dua gelas per hari untuk laki-laki dan satu gelas per hari untuk perempuan. Kalau merasa berat untuk mengurangi konsumsi alkohol, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter.
Nah, itulah pembahasan mengenai 8 pantangan hipertensi. Semoga informatif dan bermanfaat!





















