Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

9 Penyebab Hernia Hiatus yang Bisa Dialami Siapa Saja

9 Penyebab Hernia Hiatus yang Bisa Dialami Siapa Saja
istockphoto/Jitendra Jadhav
Intinya sih...
  • Melemahnya otot diafragma akibat pertambahan usia
  • Tekanan berlebih di area perut
  • Kelebihan berat badan atau obesitas
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Hernia hiatus terjadi ketika sebagian lambung terdorong naik ke rongga dada melalui celah diafragma. Kondisi ini sering kali tidak disadari karena gejalanya mirip dengan asam lambung atau gangguan pencernaan lainnya.

Banyak Mama baru mengetahui adanya hernia hiatus setelah keluhan muncul berulang dan mengganggu aktivitas. Padahal, memahami penyebabnya sejak dini dapat membantu mencegah kondisi bertambah parah.

Secara medis, hernia hiatus tidak terjadi secara tiba-tiba tanpa faktor pemicu. Ada berbagai kondisi fisik, kebiasaan sehari-hari, hingga perubahan alami pada tubuh yang dapat meningkatkan resikonya.

Beberapa penyebab bahkan kerap dianggap sepele oleh Mama. Inilah alasan pentingnya mengenali faktor-faktor pemicu hernia hiatus lebih awal.

Berikut Popmama.com akan menjelaskan 9 penyebab Hernia Hiatus yang bisa dialami siapa saja. Yuk simak penjelasannya berikut ini.

1. Melemahnya otot diafragma akibat pertambahan usia

9 Penyebab Hernia Hiatus yang Bisa Dialami Siapa Saja
istockphoto/bymuratdeniz

Seiring bertambahnya usia, kekuatan otot tubuh cenderung menurun, termasuk otot diafragma. Diafragma berperan penting dalam menjaga posisi lambung agar tetap berada di rongga perut.

Ketika otot ini melemah, celah tempat kerongkongan masuk ke lambung bisa melebar. Kondisi tersebut memudahkan lambung terdorong ke atas. Secara medis, inilah alasan hernia hiatus lebih sering ditemukan pada usia di atas 50 tahun.

Proses penuaan menyebabkan jaringan penyangga menjadi kurang elastis. Akibatnya, lambung lebih mudah bergeser dari posisi normalnya. Mama yang memasuki usia dewasa perlu lebih waspada terhadap perubahan ini.

2. Tekanan berlebih di area perut

9 Penyebab Hernia Hiatus yang Bisa Dialami Siapa Saja
istockphoto/RealPeopleGroup

Tekanan yang meningkat di dalam perut dapat mendorong lambung naik ke arah dada. Kondisi ini bisa terjadi saat Mama sering mengejan, mengangkat beban berat, atau mengalami sembelit kronis.

Tekanan yang terjadi berulang akan melemahkan area sekitar diafragma. Lambung pun menjadi lebih mudah terdorong ke atas. Tekanan perut juga bisa meningkat saat Mama sering batuk keras atau muntah berulang.

Aktivitas tersebut memberikan dorongan kuat dari dalam rongga perut. Jika berlangsung lama, struktur penyangga lambung dapat terganggu. Inilah salah satu penyebab hernia hiatus yang sering tidak disadari.

3. Kelebihan berat badan atau obesitas

9 Penyebab Hernia Hiatus yang Bisa Dialami Siapa Saja
istockphoto/Graphicscoco

Berat badan berlebih memberikan tekanan tambahan pada rongga perut. Tekanan ini dapat mendorong organ-organ di dalam perut, termasuk lambung, ke arah atas. Semakin besar tekanan yang terjadi, semakin tinggi resiko terjadinya hernia hiatus.

Kondisi ini dapat berkembang secara perlahan. Selain itu, lemak di area perut juga mempengaruhi fungsi diafragma. Diafragma menjadi lebih sulit menahan posisi lambung.

Akibatnya, Mama dengan obesitas lebih rentan mengalami gangguan ini. Menjaga berat badan ideal menjadi salah satu langkah pencegahan penting.

4. Kehamilan

9 Penyebab Hernia Hiatus yang Bisa Dialami Siapa Saja
istockphoto/Weerayut Chaiwanna

Selama kehamilan, rahim yang membesar akan menekan organ di sekitarnya. Tekanan ini dapat mendorong lambung ke arah diafragma. Kondisi tersebut membuat posisi lambung menjadi tidak stabil.

Resiko ini meningkat seiring bertambahnya usia kehamilan. Selain tekanan fisik, perubahan hormon selama kehamilan juga mempengaruhi sistem pencernaan. Hormon dapat membuat otot menjadi lebih rileks, termasuk otot diafragma.

Kombinasi tekanan dan perubahan hormon inilah yang meningkatkan resiko hernia hiatus pada Mama hamil.

5. Cedera atau trauma pada area dada dan perut

9 Penyebab Hernia Hiatus yang Bisa Dialami Siapa Saja
istockphoto/DejanMilic

Benturan keras pada area dada atau perut dapat merusak struktur diafragma. Cedera ini bisa terjadi akibat kecelakaan, jatuh, atau benturan kuat lainnya. Kerusakan pada diafragma menciptakan celah yang memudahkan lambung naik.

Kondisi ini bisa muncul segera atau berkembang seiring waktu. Pada beberapa kasus, hernia hiatus baru terdeteksi lama setelah cedera terjadi. Mama mungkin tidak langsung mengaitkan keluhan pencernaan dengan trauma sebelumnya.

Padahal, cedera fisik dapat menjadi pemicu awal. Inilah sebabnya riwayat cedera penting disampaikan saat konsultasi medis.

6. Kebiasaan mengejan berlebihan

9 Penyebab Hernia Hiatus yang Bisa Dialami Siapa Saja
istockphoto/globalmoments

Mengejan terlalu kuat dan sering, misalnya saat buang air besar, dapat meningkatkan tekanan di rongga perut. Tekanan ini bekerja langsung pada diafragma dan lambung. Jika terjadi terus-menerus, struktur penyangga bisa melemah.

Lambung pun lebih mudah terdorong ke atas. Sembelit kronis menjadi salah satu penyebab utama kebiasaan mengejan berlebihan. Pola makan rendah serat dan kurang minum dapat memperburuk kondisi ini.

Oleh karena itu, menjaga kesehatan pencernaan juga berperan dalam mencegah hernia hiatus. Kebiasaan kecil sehari-hari bisa berdampak besar.

7. Batuk kronis atau muntah berulang

9 Penyebab Hernia Hiatus yang Bisa Dialami Siapa Saja
istockphoto/kimberrywood

Batuk kronis memberikan tekanan berulang pada diafragma. Setiap kali batuk, tekanan di dalam perut meningkat secara tiba-tiba. Jika berlangsung lama, tekanan ini dapat melemahkan otot penyangga lambung.

Akibatnya, resiko hernia hiatus pun meningkat. Hal serupa juga terjadi pada Mama yang sering mengalami muntah. Dorongan kuat saat muntah memberikan tekanan besar pada area perut.

Jika muntah terjadi berulang, diafragma dapat mengalami gangguan. Kondisi ini sering luput diperhatikan sebagai faktor pemicu.

8. Faktor bawaan atau kelainan anatomi

9 Penyebab Hernia Hiatus yang Bisa Dialami Siapa Saja
istockphoto/Nadzeya Haroshka

Sebagian orang terlahir dengan celah diafragma yang lebih besar dari normal. Kondisi bawaan ini membuat lambung lebih mudah bergeser ke rongga dada. Mama dengan kelainan anatomi ini beresiko mengalami hernia hiatus sejak usia muda.

Namun, gejalanya bisa baru muncul saat dewasa. Faktor genetik juga diduga berperan dalam kondisi ini. Riwayat keluarga dengan hernia hiatus dapat meningkatkan resiko.

Meski tidak selalu menimbulkan keluhan, kondisi bawaan tetap perlu diwaspadai. Pemeriksaan medis dapat membantu mendeteksinya lebih awal.

9. Kebiasaan makan berlebihan dan langsung berbaring

9 Penyebab Hernia Hiatus yang Bisa Dialami Siapa Saja
istockphoto/Pressmaster

Makan dalam porsi besar membuat lambung mengembang dan meningkatkan tekanan di perut. Jika Mama langsung berbaring setelah makan, tekanan tersebut mendorong lambung ke arah atas.

Kondisi ini memudahkan terjadinya pergeseran lambung. Kebiasaan ini sering dilakukan tanpa disadari. Selain itu, posisi berbaring menghilangkan bantuan gravitasi dalam menjaga isi lambung tetap di tempatnya.

Asam lambung dan isi lambung lebih mudah naik ke kerongkongan. Jika dilakukan berulang, resiko hernia hiatus meningkat. Mengatur waktu makan dan istirahat menjadi langkah pencegahan penting.

Penyebab hernia hiatus tidak selalu berasal dari satu faktor tunggal. Kombinasi kondisi fisik, kebiasaan sehari-hari, dan perubahan alami tubuh dapat meningkatkan resikonya.

Dengan mengenali 9 penyebab Herni Hiatus sejak dini, Mama dapat lebih waspada terhadap sinyal tubuh. Langkah pencegahan sederhana dan konsultasi medis bisa membantu menjaga kesehatan pencernaan jangka panjang.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias
Follow Us

Latest in Life

See More

Benarkah Kebiasaan Mendengar Musik Bantu Cegah Pikun? Ini Faktanya!

21 Jan 2026, 09:33 WIBLife