Otak manusia punya kemampuan yang sangat luar biasa untuk mengatur segala sistem yang ada di dalam tubuh. Mulai dari berpikir, bergerak, mengingat, sampai mengatur fungsi organ, semuanya melibatkan aktivitas otak.
6 Penyebab Kanker Otak, Benarkah Radiasi Gadget Salah Satunya?

- Radiasi pengion dari tindakan medis atau insiden nuklir terbukti meningkatkan risiko kanker otak, sedangkan radiasi non-pengion dari gadget belum terbukti secara ilmiah berbahaya.
- Faktor usia, kelainan genetik, serta penyebaran kanker dari organ lain dapat memicu munculnya tumor otak primer maupun sekunder pada berbagai kelompok umur.
- Sistem imun yang lemah dan paparan bahan kimia industri tertentu juga dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker otak, terutama bila terjadi dalam jangka panjang tanpa perlindungan memadai.
Karena itu, ketika muncul gangguan serius seperti kanker otak, banyak orang langsung khawatir dan bertanya-tanya, sebenarnya apa yang menyebabkan kondisi ini bisa terjadi?
Untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya, berikut 6 penyebab kanker otak yang telah Popmama.com rangkum selengkapnya.
Table of Content
1. Paparan radiasi pengion

Kalau bicara faktor risiko kanker otak yang paling kuat, radiasi pengion termasuk yang paling sering disebut para ahli.
American Cancer Society menjelaskan bahwa jenis radiasi ini memang terbukti dapat meningkatkan risiko terbentuknya tumor otak. Namun, penting dipahami bahwa ternyata radiasi yang dimaksud bukan radiasi dari gadget sehari-hari.
Menurut Cancer Research UK, paparan radiasi pengion biasanya berasal dari tindakan medis tertentu, misalnya terapi radiasi di area kepala untuk pengobatan kanker lain di masa lalu, atau paparan radiasi tingkat tinggi seperti insiden nuklir.
Radiasi jenis ini memiliki energi yang cukup besar untuk merusak DNA di dalam sel, termasuk sel otak, sehingga dalam jangka panjang bisa memicu pertumbuhan sel abnormal.
Lalu bagaimana dengan ponsel dan Wi-Fi? Sejauh ini, kedua lembaga tersebut menegaskan bahwa radiasi non-pengion dari gadget belum terbukti secara ilmiah menyebabkan kanker otak.
Jadi, anggapan bahwa main HP terlalu lama bisa menyebabkan kanker otak masih belum didukung bukti medis yang kuat.
2. Faktor usia dan proses penuaan

Seiring bertambahnya usia, tubuh memang mengalami banyak perubahan, termasuk pada cara sel memperbaiki kerusakan alami yang terjadi setiap hari.
Cancer Council Australia mencatat bahwa risiko kanker otak cenderung meningkat pada usia lanjut. Salah satu alasannya karena makin lama seseorang hidup, makin banyak pula peluang terjadinya kesalahan atau mutasi pada sel tubuh.
Meski begitu, kanker otak punya pola yang cukup unik. Beberapa jenis tumor tertentu justru lebih sering ditemukan pada anak-anak atau usia muda. Artinya, faktor usia memang berpengaruh, tapi bukan satu-satunya penentu.
3. Faktor keturunan dan kelainan genetik tertentu

Sebagian kecil kasus kanker otak ternyata juga bisa disebabkan karena faktor bawaan.
The Brain Tumour Charity mengungkapkan bahwa sekitar 5 persen kasus tumor otak berhubungan dengan sindrom genetik yang diturunkan dalam keluarga, sehingga meskipun jarang, ada kondisi tertentu yang memang membuat seseorang punya risiko lebih tinggi sejak lahir.
Mengutip dari Barrow Neurological Institute, beberapa gangguan genetik seperti Neurofibromatosis, sindrom Li-Fraumeni, Von Hippel-Lindau, atau Tuberous Sclerosis juga dapat memengaruhi kemampuan tubuh dalam mengontrol pertumbuhan sel.
Ketika mekanisme pengawas ini terganggu, peluang munculnya tumor pun otomatis ikut meningkat.
4. Penyebaran kanker dari organ lain

Tumor di otak tidak selalunya berawal dari otak itu sendiri dan bisa dipengaruhi dari organ lain yang sudah terganggu.
Dilansir dari Pacific Neuroscience Institute, pada orang dewasa, banyak kasus tumor otak sebenarnya berasal dari kanker di organ lain yang menyebar ke otak. Kondisi ini kemudian dikenal sebagai kanker otak sekunder atau metastasis.
Kondisi ini terjadi karena sel kanker dari paru-paru, payudara, ginjal, atau kanker kulit tertentu bisa menyebar lewat aliran darah lalu menetap di jaringan otak. Setelah itu, sel tersebut tumbuh membentuk tumor baru.
5. Sistem imun yang melemah

Tubuh sebenarnya punya pelindung alami untuk mengenali dan menghancurkan sel abnormal sebelum berkembang menjadi penyakit. Sistem ini lebih dikenal dengan sistem kekebalan tubuh.
Jika sistem imun terganggu, risiko terkena kanker otak pun juga akan meningkat, terutama limfoma sistem saraf pusat primer. Kondisi ini sering ditemukan pada orang dengan HIV/AIDS atau pasien transplantasi organ yang harus mengonsumsi obat penekan imun dalam jangka panjang.
Ketika daya tahan tubuh melemah, kemampuan tubuh mengawasi pertumbuhan sel abnormal pun juga akan ikut menurun.
6. Paparan bahan kimia berbahaya di tempat kerja

Faktor lingkungan kerja juga masih terus diteliti kaitannya dengan risiko kanker otak.
Barrow Neurological Institute menyebut beberapa studi menemukan kemungkinan peningkatan risiko pada orang yang sering terpapar bahan kimia industri tertentu dalam waktu lama, terutama tanpa perlindungan memadai.
Beberapa zat yang sering diteliti meliputi pestisida, pelarut kimia, produk berbasis minyak bumi, formaldehida, hingga vinil klorida.
Meski hubungan sebab-akibatnya masih terus dipelajari, para ahli menilai paparan bahan kimia tertentu secara terus-menerus bisa meningkatkan risiko kerusakan sel di tubuh, termasuk di jaringan saraf.
Itu tadi 6 penyebab kanker otak yang perlu diwaspadai. Karena penyebabnya cukup kompleks, menjaga pola hidup sehat dan rutin memeriksakan kondisi kesehatan tetap jadi langkah penting untuk deteksi dini.


















