Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
6 Penyebab Leher Hitam yang Jarang Diketahui
istockphoto/Punnarong

  • Resistensi insulin & diabetes sebagai penyebab leher hitam karena sel-sel tubuh tidak merespons hormon insulin dengan baik, menyebabkan penebalan dan penggelapan kulit.

  • Obesitas dan tekanan mekanik juga berperan dalam penggelapan kulit leher karena gangguan metabolisme glukosa dan lingkungan lembap yang menciptakan peradangan ringan kronis.

  • Gangguan hormon sistemik seperti PCOS, hipotiroidisme, atau Sindrom Cushing dapat memicu perubahan warna kulit di area sensitif terhadap perubahan kimiawi tubuh seperti leher.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak orang merasa kurang percaya diri karena area leher yang tampak lebih gelap atau menghitam, yang sering kali dianggap hanya sebagai tumpukan daki biasa.

Namun, dalam dunia medis, perubahan warna kulit di area lipatan seperti leher yang dikenal dengan istilah Acanthosis Nigricans bisa menjadi indikator penting mengenai apa yang sedang terjadi di dalam tubuh kita.

Mulai dari kebiasaan sehari-hari, pengaruh hormon, hingga sinyal adanya gangguan kesehatan kronis, penting bagi kita untuk memahami akar permasalahannya agar dapat memberikan penanganan yang tepat dan efektif.

Berikut Popmama.com akan menjelaskan 6 penyebab leher hitam yang jarang diketahui. Simak yuk penjelasannya di bawah ini.

1. Resistensi insulin & diabetes

Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI

Penyebab medis yang paling sering ditemukan di balik leher hitam adalah resistensi insulin, suatu kondisi di mana sel-sel tubuh tidak merespons hormon insulin dengan baik.

Ketika kadar insulin meningkat secara kronis di dalam darah, hormon ini mulai "menipu" reseptor pertumbuhan pada kulit.

Akibatnya, sel kulit bereproduksi lebih cepat dari biasanya, menyebabkan penebalan dan penggelapan pada area lipatan leher. Secara visual, kulit tidak hanya tampak hitam, tetapi juga memiliki tekstur yang menyerupai kain beludru (velvety).

Jika kondisi ini muncul bersamaan dengan gejala sering haus atau luka yang sulit sembuh, ini bisa menjadi sinyal kuat bahwa tubuh kamu sedang berada dalam fase prediabetes atau bahkan sudah mengidap Diabetes Tipe 2.

2. Obesitas

Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI

Obesitas memiliki hubungan dua arah dengan penggelapan kulit leher. Di satu sisi, kelebihan berat badan hampir selalu berkaitan dengan gangguan metabolisme glukosa yang memicu resistensi insulin.

Di sisi lain, tumpukan jaringan lemak di sekitar leher membuat lipatan kulit menjadi lebih dalam dan sempit, sehingga menciptakan lingkungan yang lembap dan tertekan secara mekanik.

Tekanan dan gesekan yang terjadi terus-menerus antara lipatan kulit saat kamu bergerak dapat memicu peradangan ringan kronis.

Tubuh merespons peradangan ini dengan cara mempertebal lapisan kulit terluar (hiperkeratosis) sebagai bentuk perlindungan diri.

Gabungan antara faktor internal insulin dan faktor eksternal gesekan inilah yang membuat leher pada kondisi obesitas cenderung lebih sulit cerah kembali tanpa penurunan berat badan.

3. Gangguan hormon sistemik

Freepik/Freepik

Gangguan pada sistem endokrin sering kali bermanifestasi pada perubahan warna kulit. Pada wanita, kondisi Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) merupakan pemicu utama karena adanya ketidakseimbangan hormon androgen yang tinggi.

Selain itu, penderita hipotiroidisme atau kelenjar tiroid yang kurang aktif juga sering mengalami kulit kering yang menebal dan berubah kusam karena melambatnya proses regenerasi sel kulit.

Gangguan hormon lainnya yang lebih kompleks seperti Sindrom Cushing juga bisa menyebabkan pigmentasi yang tidak merata.

Karena hormon mengatur hampir seluruh fungsi tubuh, gangguan pada satu kelenjar dapat memicu reaksi berantai yang mengubah produksi melanin atau pigmen warna pada kulit.

4. Efek samping farmakologis

Freepik/jcomp

Penggunaan obat-obatan tertentu dalam jangka waktu lama dapat memicu hiperpigmentasi sebagai efek samping sistemik. Obat-obatan seperti kortikosteroid, pil KB, atau niasin dosis tinggi dapat memengaruhi cara melanosit (sel penghasil pigmen) bekerja.

Dalam beberapa kasus, obat-obat ini meningkatkan kadar insulin secara tidak langsung atau langsung merangsang melanosit untuk memproduksi lebih banyak pigmen.

Selain obat oral, penggunaan krim topikal tertentu yang mengandung bahan kimia keras atau yang memicu reaksi alergi (dermatitis kontak) juga bisa meninggalkan bekas kehitaman yang membandel.

5. Iritasi fisik dan faktor eksternal

Freepik/8photo

Faktor gaya hidup seperti penggunaan perhiasan logam yang tidak cocok (misalnya mengandung nikel) dapat menyebabkan iritasi kronis. Iritasi yang terjadi berulang kali akan merusak barier kulit dan meninggalkan bekas gelap pasca-inflamasi.

Hal ini diperparah jika area leher sering terpapar sinar matahari tanpa perlindungan sunscreen, karena sinar UV mempercepat produksi melanin pada kulit yang sudah meradang.

Selain itu, masalah kebersihan yang sederhana seperti penumpukan sel kulit mati, minyak, dan debu yang tidak dibersihkan dengan benar dapat mengeras dan membentuk lapisan gelap yang disebut Dermatitis Neglecta.

6. Keganasan atau penyakit dalam

istockphoto/Aree Thaisagul

Meskipun jarang terjadi, munculnya leher hitam secara mendadak dengan penyebaran yang sangat cepat bisa menjadi tanda "paraneoplastik", yaitu gejala yang muncul akibat adanya kanker di bagian tubuh lain.

Kanker yang paling sering dikaitkan dengan gejala ini adalah adenokarsinoma gastrointestinal seperti kanker lambung atau hati. Sel kanker dapat melepaskan zat yang menyerupai faktor pertumbuhan, yang kemudian memicu pertumbuhan sel kulit secara abnormal.

Itulah penjelasan tentang 6 penyebab leher hitam yang jarang diketahui. Mengenali penyebab leher hitam adalah langkah bijak agar kita tidak hanya fokus pada perawatan luar saja.

Sebagian besar kasus leher hitam akan membaik apabila penyebab utamanya seperti pola makan atau masalah hormon dapat ditangani dengan benar.

Menjaga kesehatan dari dalam adalah kunci utama untuk mendapatkan kulit yang sehat dan cerah di luar. Semoga bermanfaat!

Editorial Team