Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Penyebab Muntaber dan Cara Mengatasinya agar Tidak Semakin Parah

5 Penyebab Muntaber dan Cara Mengatasinya agar Tidak Semakin Parah
Pexels/cottonbro studio
Intinya Sih
  • Muntaber adalah peradangan lambung dan usus yang menyebabkan mual, muntah, diare, serta kram perut dan dapat menyerang semua usia.
  • Penyebab utama muntaber meliputi infeksi virus, bakteri, jamur, paparan zat kimia atau racun, serta reaksi terhadap obat-obatan tertentu.
  • Penanganan berfokus pada pencegahan dehidrasi, istirahat cukup, menjaga kebersihan makanan dan tangan, serta konsultasi dokter bila gejala berat atau disebabkan obat maupun racun.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Muntaber atau gastroenteritis adalah kondisi ketika lambung dan usus mengalami peradangan sehingga memicu gejala yang cukup menyiksa seperti mual, muntah, diare, hingga kram perut yang datang tiba-tiba. 

Siapa pun bisa mengalaminya, baik anak-anak, orang dewasa, maupun lansia. Penyakit ini datang tanpa memandang usia.

Yang bikin muntaber tidak bisa dianggap enteng adalah penyebabnya yang beragam. Bukan cuma soal salah makan atau kecapekan, ada beberapa faktor yang perlu kamu ketahui supaya penanganannya juga tepat sasaran.

Untuk kamu yang ingin tahu penyebab penyakit ini, berikut Popmama.com mengulas 5 penyebab muntaber dan cara mengatasinya. Yuk, simak sampai habis!

Table of Content

1. Infeksi virus

1. Infeksi virus

Penyebab Muntaber dan Cara Mengatasinya 2
Pexels/Daniel Dan

Kalau kamu tiba-tiba muntah dan diare tanpa tahu penyebabnya, besar kemungkinan ini ulah virus. Mengutip dari Cleveland Clinic, infeksi virus adalah penyebab paling umum dari muntaber, bahkan menyumbang sekitar 60% dari seluruh kasus gastroenteritis yang ada.

Virus paling sering menjadi pelakunya adalah norovirus, yang sendiri bertanggung jawab atas separuh dari seluruh kasus gastroenteritis virus. Selain norovirus, ada juga rotavirus, adenovirus, astrovirus, dan calicivirus yang bisa memicu kondisi serupa.

Virus-virus ini biasanya masuk ke tubuh lewat jalur fecal-oral, artinya, kuman dari tinja atau muntahan penderita bisa mencemari makanan, minuman, atau permukaan benda yang kemudian kamu sentuh. Karena itulah, mencuci tangan dengan benar sebelum makan atau setelah dari toilet menjadi langkah pencegahan yang paling sederhana namun sangat efektif.

Cara mengatasinya: Gastroenteritis akibat virus biasanya sembuh sendiri dalam 1–2 hari. Fokus utamanya adalah mencegah dehidrasi dengan minum air putih atau oralit, istirahat cukup, dan menghindari makanan berat selama pemulihan.

2. Infeksi bakteri

Penyebab Muntaber dan Cara Mengatasinya 3
Pexels/Monstera Production

Pernah makan di luar dan beberapa jam kemudian perut langsung mulas? Kemungkinan besar kamu mengalami keracunan makanan akibat infeksi bakteri. Kondisi ini termasuk salah satu bentuk muntaber yang cukup sering terjadi.

Mengutip dari Cleveland Clinic, bakteri yang paling sering menjadi biang keladi antara lain Campylobacter, Salmonella, Escherichia coli (E. coli), Shigella, dan Staphylococci

Bakteri-bakteri ini umumnya ditemukan pada makanan yang tidak dimasak dengan matang sempurna, seperti ayam setengah matang, telur mentah, atau produk susu yang tidak dipasteurisasi.

Berbeda dengan infeksi virus, muntaber akibat bakteri kadang perlu perhatian lebih. Gejalanya bisa lebih intens dan berlangsung lebih lama, bahkan disertai demam tinggi. 

Kondisi ini tidak boleh diremehkan, terutama pada anak-anak dan lansia yang lebih rentan terhadap dehidrasi.

Cara mengatasinya: Pada kasus ringan, cukup dengan istirahat dan perbanyak cairan. Namun, jika gejalanya parah, berlangsung lebih dari beberapa hari, atau disertai tinja berdarah, segera periksakan diri ke dokter karena mungkin membutuhkan antibiotik.

3. Infeksi jamur

Penyebab Muntaber dan Cara Mengatasinya 4
Wikimedia Commons/Vyzhdova V

Ini mungkin penyebab yang jarang terdengar, tapi nyata adanya. Infeksi jamur pada saluran pencernaan memang lebih jarang dibandingkan virus atau bakteri, namun tetap bisa menjadi penyebab muntaber terutama pada orang-orang dengan sistem imun yang lemah.

Dilansir dari Cleveland Clinic, jenis jamur yang paling umum memicu kondisi ini adalah Candida (penyebab kandidiasis) dan Aspergillus

Orang yang sedang menjalani kemoterapi, mengonsumsi antibiotik jangka panjang, atau memiliki penyakit seperti HIV/AIDS lebih berisiko mengalami infeksi jamur di saluran cerna.

Gejalanya serupa dengan muntaber pada umumnya, seperti mual, diare, dan tidak nyaman di perut. Namun, karena jamur bukan bakteri, penanganannya pun berbeda.

Cara mengatasinya: Infeksi jamur di saluran pencernaan biasanya memerlukan obat antijamur yang diresepkan dokter. Jangan mencoba mengobati sendiri, karena diagnosis yang tepat sangat menentukan jenis penanganan yang diperlukan.

4. Efek zat kimia atau racun

Penyebab Muntaber dan Cara Mengatasinya 5
Pexels/Polina Zimmerman

Tidak semua muntaber disebabkan oleh kuman. Terkadang, saluran pencernaan kamu bereaksi keras terhadap zat kimia atau racun yang masuk, baik secara sengaja maupun tidak sengaja.

Mengutip dari Cleveland Clinic, beberapa zat yang bisa memicu gastroenteritis kimiawi antara lain keracunan logam berat, racun dari tanaman (seperti jamur beracun), hingga paparan bahan kimia yang mencemari makanan atau sumber air minum. 

Selain itu, konsumsi alkohol berlebihan juga bisa merusak lapisan lambung dan usus sehingga menimbulkan gejala serupa muntaber.

Yang perlu diwaspadai, gastroenteritis jenis ini bisa terjadi bahkan hanya dari jumlah kecil zat tertentu yang sangat toksik. Gejalanya pun bisa muncul lebih cepat dibandingkan dengan infeksi biasa.

Cara mengatasinya: Jika kamu mencurigai keracunan bahan kimia atau racun, apalagi setelah mengonsumsi sesuatu yang tidak biasa, segera ke instalasi gawat darurat. Jangan menunggu, karena beberapa jenis racun dapat berkembang menjadi kondisi yang mengancam jiwa.

5. Reaksi obat-obatan

Penyebab Muntaber dan Cara Mengatasinya 6
Pexels/Anna Shvets

Siapa sangka, obat yang seharusnya menyembuhkan justru bisa menjadi pemicu muntaber? Hal ini lebih sering terjadi daripada yang kamu bayangkan.

Berdasarkan informasi dari Cleveland Clinic, beberapa jenis obat yang diketahui dapat memicu gastroenteritis antara lain obat kemoterapi, obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen atau aspirin yang dikonsumsi berlebihan, serta obat bernama colchicine (biasa digunakan untuk penyakit asam urat). 

Antibiotik pun bisa jadi penyebab, karena selain membunuh bakteri jahat, antibiotik juga dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik di usus sehingga memunculkan gejala diare.

Kadang-kadang efek samping ini muncul karena dosis yang terlalu tinggi, penggunaan jangka panjang, atau memang sensitivitas tubuh terhadap obat tersebut.

Cara mengatasinya: Jika kamu menduga muntaber yang dialami berkaitan dengan obat yang sedang dikonsumsi, jangan langsung menghentikannya tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Dokter akan mengevaluasi apakah perlu ada penyesuaian dosis atau penggantian obat.

Nah, itulah tadi pembahasan mengenai 5 penyebab muntaber dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias

Related Articles

See More