10 Penyebab Osteoporosis, Bukan karena Usia Saja!

- Perempuan memiliki risiko osteoporosis lebih tinggi dibandingkan laki-laki karena perbedaan biologis dan perubahan hormon sepanjang hidup.
- Semakin bertambah usia, proses pembentukan tulang baru melambat sementara kehilangan tulang semakin meningkat, terutama setelah usia 50 tahun.
- Orang dengan tubuh yang sangat kurus atau kerangka kecil memiliki lebih sedikit cadangan massa tulang, membuat tulang mereka lebih rentan terhadap kondisi rapuh.
Osteoporosis adalah kondisi ketika kepadatan tulang menurun sehingga tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Penyakit ini kerap disebut sebagai silent disease karena sering berkembang tanpa gejala jelas di tahap awal.
Padahal, osteoporosis tidak muncul begitu saja. Ada berbagai faktor yang dapat memicu kondisi ini, mulai dari bertambahnya usia, perubahan hormon, hingga kebiasaan sehari-hari yang jarang disadari berdampak pada kesehatan tulang.
Karena itu, mengenali penyebab osteoporosis menjadi langkah penting untuk menjaga tulang tetap kuat. Dengan memahami faktor risikonya, Mama bisa lebih waspada dan mulai menerapkan pola hidup sehat.
Berikut rangkuman Popmama.com mengutip dari National Institue of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases (NIAMS) tentang penyebab osteoporosis.
1. Jenis kelamin perempuan

Perempuan memiliki risiko osteoporosis yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Hal ini berkaitan dengan perbedaan biologis dalam struktur tulang.
Selain itu, perubahan hormon sepanjang hidup, terutama setelah masa menopause, membuat perempuan lebih rentan terhadap penurunan kepadatan tulang dari waktu ke waktu. Namun, laki-laki tetap berisiko, terutama setelah usia 70 tahun.
2. Bertambahnya usia

Semakin bertambah usia, proses pembentukan tulang baru melambat sementara kehilangan tulang semakin meningkat. Akibatnya, kepadatan tulang menurun secara bertahap.
Kondisi ini mulai terasa signifikan terutama setelah usia 50 tahun, tetapi proses penurunan tulang bisa dimulai lebih dini jika tidak dijaga sejak muda.
3. Ukuran dan berat badan

Orang dengan tubuh yang sangat kurus atau kerangka kecil memiliki lebih sedikit cadangan massa tulang. Ini membuat tulang mereka lebih rentan terhadap kondisi rapuh.
Mereka cenderung kehilangan kepadatan tulang lebih cepat karena tulangnya sudah memiliki jumlah yang lebih sedikit sejak awal.
4. Ras dan etnis

Perempuan kulit putih dan Asia memiliki risiko tertinggi. Perempuan Afrika-Amerika dan Meksiko-Amerika memiliki risiko lebih rendah. Laki-laki kulit putih memiliki risiko lebih tinggi daripada laki-laki Afrika-Amerika dan Meksiko-Amerika .
Meski risiko berbeda-beda, osteoporosis tetap bisa terjadi pada semua ras dan etnis jika faktor pemicunya hadir.
5. Riwayat keluarga

Jika ada anggota keluarga dekat yang pernah mengalami osteoporosis atau patah tulang, kemungkinan risiko untuk orang lain dalam keluarga juga lebih tinggi.
Ini karena faktor genetik memengaruhi seberapa kuat dan padat tulang terbentuk sejak awal kehidupan.
6. Perubahan hormon

Hormon punya peran penting dalam kesehatan tulang. Penurunan estrogen pada perempuan atau testosteron pada laki-laki dapat membuat tulang kehilangan kepadatannya lebih cepat.
Kondisi hormonal lain, seperti gangguan menstruasi, olahraga ekstrem, atau masalah endokrin lain, juga dapat mempercepat pengeroposan tulang.
7. Asupan kalsium dan vitamin D yang kurang

Tubuh membutuhkan kalsium dan vitamin D untuk membangun dan memelihara tulang yang sehat. Kekurangan kedua zat ini membuat tulang tidak berkembang maksimal.
Tanpa asupan yang cukup, proses pembentukan tulang baru terhambat dan tulang menjadi lebih rapuh seiring waktu.
8. Kondisi medis tertentu

Beberapa kondisi kesehatan dapat memengaruhi tulang secara tidak langsung. Contohnya gangguan pencernaan yang mengurangi penyerapan nutrisi, gangguan hormon, peradangan kronis, hingga gangguan makan.
Kondisi-kondisi ini dapat memicu penurunan massa tulang lebih cepat daripada yang seharusnya.
9. Penggunaan obat dalam jangka panjang

Beberapa jenis obat dapat berdampak negatif bagi tulang jika digunakan untuk jangka waktu panjang. Contohnya adalah obat anti-radang steroid, beberapa obat antikejang, dan terapi tertentu untuk penyakit lain.
Penggunaan obat-obat ini perlu dipantau karena efeknya bisa mempercepat kehilangan kepadatan tulang tanpa disadari.
10. Gaya hidup tidak sehat

Kebiasaan hidup seperti kurang bergerak, merokok, dan minum alkohol secara berlebihan semuanya berdampak buruk pada kesehatan tulang.
Kurangnya aktivitas fisik membuat tulang tidak mendapat rangsangan yang dibutuhkan untuk tetap kuat, sedangkan kebiasaan buruk lainnya dapat mempercepat keropos tulang.
Nah, itulah berbagai penyebab osteoporosis yang penting untuk dikenali sejak dini. Dengan langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten, Mama dan keluarga bisa tetap aktif dan terhindar dari risiko tulang rapuh di kemudian hari.


















