Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
6 Penyebab Stroke Ringan, Jarang Olahraga Salah Satunya
Freepik/brgfx

Intinya sih...

  • Penyebab stroke ringan termasuk sumbatan pembuluh darah, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi yang sering tidak terasa sebelum terjadi gangguan serius.

  • Gangguan irama jantung, diabetes tidak terkontrol, dan gaya hidup tidak sehat seperti merokok dan kurang aktivitas fisik juga dapat menyebabkan stroke ringan.

  • Stroke ringan adalah peringatan medis yang tidak boleh diabaikan karena risiko stroke berat meningkat jika penyebabnya tidak ditangani dengan baik.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Stroke ringan atau transient ischemic attack (TIA) sering disebut sebagai “stroke sementara”, karena gejalanya bisa hilang dalam waktu singkat.

Namun menurut American Heart Association (AHA) kondisi ini tetap menandakan adanya gangguan aliran darah ke otak yang nyata dan serius, meski tidak menetap.

Artinya, stroke ringan bukan kejadian acak, tapi hampir selalu punya penyebab yang jelas. Masalahnya, banyak penyebab stroke ringan justru berasal dari kondisi yang terasa “biasa saja” dalam keseharian.

Tekanan darah tinggi, kolesterol, hingga kebiasaan merokok sering tidak langsung menimbulkan keluhan. Stroke ringan kemudian muncul sebagai peringatan awal sebelum terjadi stroke yang lebih berat.

Berikut, Popmama.com akan membahas tentang 6 penyebab stroke ringan yang perlu Mama dan Papa pahami. Yuk simak dibawah ini.

1. Penyumbatan pembuluh darah oleh gumpalan kecil

Freepik/kjpargeter

Menurut Mayo Clinic, penyebab paling umum stroke ringan adalah gumpalan darah kecil yang menyumbat aliran darah ke otak untuk sementara.

Gumpalan ini sering berasal dari pembuluh darah leher (arteri karotis) yang menyempit akibat penumpukan plak, contohnya seperti plak di leher. Saat aliran darah tersendat, otak langsung bereaksi meski hanya beberapa menit.

Karena sumbatan ini bisa berpindah atau larut dengan sendirinya, gejala stroke ringan sering menghilang. Inilah yang membuat banyak orang merasa sudah “aman”.

Padahal, kondisi pembuluh darahnya masih bermasalah. Jika dibiarkan, sumbatan berikutnya bisa lebih besar dan berbahaya.

2. Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol

Freepik/Lifestylememory

Tekanan darah tinggi adalah faktor risiko utama stroke ringan. Tekanan yang terus-menerus tinggi membuat pembuluh darah menjadi kaku dan mudah rusak. Akibatnya, aliran darah ke otak menjadi tidak stabil.

Yang berbahaya adalah hipertensi sering tidak menimbulkan keluhan apa pun. Banyak orang baru menyadari setelah mengalami stroke ringan.

Dalam banyak kasus, stroke ringan justru menjadi tanda pertama bahwa tekanan darah sudah lama bermasalah. Maka dari itu, jika dirasa tubuh sudah tidak enak, langsung konsultasikan kepada dokter dan jangan menunda.

3. Kolesterol tinggi dan penumpukan plak

Freepik/brgfx

Kolesterol LDL yang tinggi dapat membentuk plak di dinding pembuluh darah. Menurut Cleveland Clinic, plak ini membuat pembuluh darah menyempit dan menghambat aliran darah ke otak.

Ketika aliran darah terganggu sementara, stroke ringan bisa terjadi. Kolesterol tinggi sering tidak terasa sampai terjadi gangguan serius. Tidak ada nyeri atau tanda khusus sebelumnya.

Karena itu, stroke ringan sering menjadi “alarm” bahwa pembuluh darah sudah tidak sehat. Kondisi ini tidak boleh dianggap kebetulan.

4. Gangguan irama jantung

Freepik/jcomp

Beberapa gangguan jantung, terutama fibrilasi atrium, dapat memicu pembentukan gumpalan darah di jantung. Menurut American Heart Association, gumpalan ini bisa terbawa ke otak dan menyebabkan stroke ringan.

Yang membuatnya berisiko adalah gangguan ini tidak selalu disertai keluhan jelas. Detak jantung bisa terasa biasa saja, meski iramanya tidak teratur. Stroke ringan sering menjadi petunjuk awal adanya masalah jantung yang belum terdeteksi.

Karena gejalanya bisa samar, penting memantau kesehatan jantung secara berkala untuk menangkap risiko sebelum menjadi lebih serius.

5. Diabetes yang tidak terkontrol

Freepik/Anastasia Kazakova

Menurut Johns Hopkins Medicine, diabetes dapat merusak pembuluh darah secara perlahan. Kadar gula darah yang tinggi membuat pembuluh darah lebih mudah menyempit dan tersumbat.

Kondisi ini meningkatkan risiko gangguan aliran darah ke otak. Stroke ringan pada penderita diabetes sering muncul tanpa disadari. Apalagi jika gula darah jarang diperiksa dan gejalanya ringan.

Padahal, ini menandakan pembuluh darah sudah mulai mengalami kerusakan. Bukan hanya soal gula, tapi juga soal kesehatan otak.

6. Gaya hidup tidak sehat

Freepik/Freepik

Merokok, kurang aktivitas fisik, dan pola makan tinggi lemak sangat berperan dalam terjadinya stroke ringan. Menurut World Stroke Organization, kebiasaan ini mempercepat kerusakan pembuluh darah dan pembentukan plak.

Dampaknya memang tidak langsung terasa, tapi terus menumpuk. Stroke ringan sering menjadi hasil dari kebiasaan jangka panjang. Bukan karena satu hari tidak sehat, tapi karena pola yang berlangsung bertahun-tahun.

Tubuh akhirnya memberi sinyal lewat gangguan sementara, dan sinyal ini seharusnya menjadi titik balik untuk lebih memperhatikan kesehatan sebelum masalah menjadi serius.

Menurut Mayo Clinic, stroke ringan adalah peringatan medis yang tidak boleh diabaikan. Meski gejalanya hilang, risiko stroke berat justru meningkat dalam waktu dekat jika penyebabnya tidak ditangani.

Dengan kata lain, stroke ringan adalah kesempatan untuk mencegah masalah yang lebih besar. Mengenali 6 penyebab stroke ringan dapat membantu kita tidak sekadar fokus pada gejala, tapi juga akar masalahnya.

Entah itu tekanan darah, kolesterol, jantung, atau kebiasaan sehari-hari. Semua saling berkaitan dan perlu ditangani bersama. Kadang tubuh tidak langsung “berteriak”, tapi memberi tanda pelan.

Stroke ringan adalah salah satunya. Tinggal bagaimana kita memilih untuk mendengarkan dan bertindak lebih awal. Semoga bermanfaat!

Editorial Team