Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

3 Perbedaan KJP dan KJP Plus yang Perlu Kamu Ketahui

3 Perbedaan KJP dan KJP Plus yang Perlu Kamu Ketahui
Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI
Intinya Sih
  • KJP Plus memperluas jangkauan penerima hingga anak usia 6–21 tahun yang putus sekolah, memberi kesempatan melanjutkan pendidikan melalui program kesetaraan dan pelatihan keterampilan.
  • Besaran dana KJP Plus lebih besar dengan sistem pencairan rutin bulanan dan berkala per semester, serta pembatasan penarikan tunai agar dana digunakan sesuai kebutuhan pendidikan.
  • KJP Plus menambah fasilitas seperti transportasi gratis TransJakarta, akses rekreasi edukatif, dan pangan bersubsidi untuk meringankan beban ekonomi keluarga penerima.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Program bantuan pendidikan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mengalami pengembangan untuk menjangkau lebih banyak masyarakat.

Salah satu bentuk peningkatan tersebut adalah hadirnya KJP Plus sebagai penyempurnaan dari program KJP (Kartu Jakarta Pintar) sebelumnya.

Meski sekilas terlihat sama, KJP dan KJP Plus memiliki sejumlah perbedaan penting, mulai dari jangkauan penerima, besaran dana, hingga fasilitas tambahan yang diberikan.

Memahami perbedaan ini penting agar orangtua dan siswa dapat memanfaatkan program secara optimal.

Berikut, Popmama.com akan membahas tentang 3 perbedaan KJP dan KJP Plus yang perlu Mama diketahui. Yuk simak pembahasannya di bawah ini.

Table of Content

1. Jangkauan penerima

1. Jangkauan penerima

3 Perbedaan KJP dan KJP Plus yang Perlu Mama Ketahui
Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI

Pada program KJP sebelumnya, bantuan pendidikan hanya diberikan kepada siswa dari keluarga kurang mampu yang sedang menempuh pendidikan formal di jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK.

Fokus utama program ini adalah membantu siswa agar tidak putus sekolah karena kendala biaya pendidikan.

Sementara itu, KJP Plus hadir dengan cakupan yang lebih luas. Program ini tidak hanya menyasar siswa aktif, tetapi juga anak usia 6–21 tahun yang putus sekolah.

Dengan demikian, mereka tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan melalui program kesetaraan seperti Paket A, B, dan C, maupun pelatihan keterampilan.

Perluasan jangkauan ini menjadi salah satu keunggulan utama KJP Plus karena tidak hanya bersifat preventif, tetapi juga solutif dalam mengatasi masalah putus sekolah.

Dengan adanya program ini, pemerintah berupaya memastikan seluruh anak usia sekolah di Jakarta tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak.

2. Besaran dana dan skema pencairan

3 Perbedaan KJP dan KJP Plus yang Perlu Mama Ketahui
Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI

Dari segi bantuan, KJP Plus umumnya memberikan nominal dana yang lebih besar dibandingkan KJP sebelumnya.

Hal ini bertujuan untuk lebih memenuhi kebutuhan personal siswa, seperti perlengkapan sekolah, transportasi, hingga kebutuhan penunjang belajar lainnya.

Selain itu, sistem pencairan dana pada KJP Plus juga lebih terstruktur. Bantuan dibagi menjadi dua skema, yaitu dana rutin yang dicairkan setiap bulan dan dana berkala yang diberikan setiap semester.

Pembagian ini membantu pengelolaan keuangan agar lebih terarah dan sesuai kebutuhan pendidikan siswa.

Menariknya, terdapat aturan khusus terkait penggunaan dana. Pemegang KJP Plus hanya dapat menarik tunai maksimal Rp100.000 per bulan, sementara sisanya harus digunakan secara non-tunai melalui mesin EDC untuk kebutuhan pendidikan.

Sistem ini diterapkan agar dana benar-benar digunakan sesuai tujuan, bukan untuk keperluan lain di luar pendidikan.

3. Fasilitas tambahan

3 Perbedaan KJP dan KJP Plus yang Perlu Mama Ketahui
Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI

Sesuai namanya, KJP Plus menawarkan berbagai fasilitas tambahan yang tidak tersedia pada program KJP sebelumnya.

Salah satunya adalah akses transportasi gratis menggunakan TransJakarta, yang sangat membantu mobilitas siswa dalam berangkat dan pulang sekolah.

Selain itu, pemegang KJP Plus juga bisa mendapatkan akses gratis atau potongan harga ke beberapa tempat rekreasi edukatif di Jakarta, seperti museum dan kawasan wisata tertentu.

Fasilitas ini bertujuan mendukung proses belajar di luar kelas agar lebih menyenangkan dan interaktif. Tidak hanya itu, KJP Plus juga memberikan manfaat dalam bentuk akses pangan bersubsidi.

Siswa atau keluarganya dapat membeli kebutuhan pokok seperti beras, telur, daging, dan susu dengan harga yang lebih terjangkau melalui program sembako murah.

Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarga secara menyeluruh. Secara keseluruhan, KJP Plus merupakan pengembangan dari program KJP dengan manfaat yang lebih luas dan komprehensif.

Tidak hanya meningkatkan jumlah bantuan, program ini juga memperluas jangkauan penerima serta menambahkan berbagai fasilitas pendukung.

Dengan berbagai keunggulan tersebut, KJP Plus tidak hanya berperan dalam membantu biaya pendidikan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan siswa dan keluarganya.

Itulah pembahasan mengenai 3 perbedaan KJP dan KJP Plus yang perlu Mama ketahui. Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk memahami perbedaan keduanya agar dapat memanfaatkan program ini secara maksimal.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias
Follow Us

Latest in Life

See More