Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Perbedaan Mobil Mild Hybrid dan Full Hybrid, Jangan Keliru!
Pexels/Gustavo Fring
  • Mobil mild hybrid memakai motor listrik kecil berdaya rendah, sedangkan full hybrid punya motor dan baterai besar yang bisa menggerakkan roda secara mandiri.
  • Sistem kelistrikan mild hybrid bertegangan rendah sekitar 48 volt, sementara full hybrid menggunakan tegangan tinggi agar motor listriknya bisa jadi penggerak utama.
  • Dari sisi efisiensi dan harga, full hybrid lebih irit bahan bakar hingga 50% namun harganya lebih mahal, sedangkan mild hybrid lebih terjangkau dengan penghematan moderat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sekarang banyak orang lihat mobil hybrid, tapi ada dua macam, namanya mild hybrid dan full hybrid. Mobil mild hybrid punya motor listrik kecil yang cuma bantu mesin bensin. Kalau full hybrid punya motor besar yang bisa jalan sendiri tanpa bensin. Full hybrid lebih irit tapi harganya mahal, sedangkan mild hybrid lebih murah tapi hematnya sedikit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Artikel ini menampilkan sisi positif dari perkembangan teknologi otomotif yang semakin beragam dan adaptif terhadap kebutuhan konsumen. Dengan menjelaskan perbedaan antara mild hybrid dan full hybrid, pembaca dapat memahami bahwa setiap jenis menawarkan keunggulan tersendiri—mulai dari efisiensi bahan bakar hingga harga yang lebih ramah di kantong—sehingga pilihan mobil menjadi lebih fleksibel dan sesuai kemampuan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Belakangan ini, istilah hybrid makin sering wara-wiri di brosur dealer maupun obrolan warganet yang lagi mencari mobil baru. Tapi begitu masuk lebih dalam, kamu bakal nemuin dua istilah yang mirip tapi ternyata beda jauh, yaitu mild hybrid dan full hybrid

Banyak yang mengira keduanya sama saja karena sama-sama menggabungkan mesin bensin dan motor listrik, padahal cara kerja dan hasil akhirnya bisa sangat berbeda.

Supaya kamu tidak salah pilih saat budgeting mobil hybrid impian, berikut Popmama.com merangkum 5 perbedaan mobil mild hybrid dan full hybrid, dikutip dari IDN Times.Yuk, simak sampai habis!

1. Kapasitas motor listrik yang digunakan

Pexels/Milan Masnikosa

Hal pertama yang membedakan keduanya ada pada kapasitas motor listriknya. Mobil mild hybrid biasanya cuma dibekali motor listrik berkapasitas kecil yang tugasnya sekadar membantu mesin bensin, bukan menggantikannya. 

Motor mungil ini tidak punya tenaga yang cukup untuk memutar roda sendirian, jadi perannya lebih ke asisten yang meringankan kerja mesin saat mobil membutuhkan tenaga ekstra.

Sebaliknya, mobil full hybrid dibekali motor listrik yang jauh lebih bertenaga dan baterai berkapasitas lebih besar. Motor sekelas ini dibuat agar bisa mengambil alih tugas penggerak roda sepenuhnya dalam kondisi tertentu, bukan sekadar menemani mesin bensin bekerja. 

Wajar kalau bobot dan kompleksitas mesin full hybrid jadi lebih besar dibanding mild hybrid, karena memang perangkat kerasnya beda kelas.

2. Sistem kelistrikan pada kedua jenis mobil

Pexels/Călin Răzvan

Bukan cuma motornya yang beda, sistem kelistrikan di baliknya juga punya karakter masing-masing. Mobil mild hybrid umumnya mengandalkan sistem kelistrikan bervoltase rendah, biasanya di kisaran 48 volt, yang bekerja beriringan dengan motor listrik kecil tadi. 

Voltase tersebut memang belum cukup untuk menggerakkan mobil secara mandiri, tapi sudah lumayan buat bikin fitur seperti auto start-stop jadi lebih halus.

Di kubu sebaliknya, full hybrid pakai sistem kelistrikan bervoltase jauh lebih tinggi supaya sanggup menyalurkan daya besar ke motor listriknya. Sistem ini sengaja dirancang agar motor listrik dapat mengambil tugas penggerak utama pada momen-momen tertentu, sehingga pengelolaan energinya menjadi lebih fleksibel dibandingkan dengan mild hybrid

Bisa dikatakan, sistem kelistrikan inilah otak yang menentukan seberapa jauh mobil hybrid bisa mengandalkan listrik ketimbang bensin.

3. Efisiensi bahan bakar selama perjalanan

Pexels/Rathaphon Nanthapreecha

Nah, ini biasanya jadi pertimbangan paling menggoda buat calon pembeli, yaitu soal irit atau tidaknya konsumsi bensin. Mobil full hybrid unggul jauh soal efisiensi karena mesin bensinnya bisa beristirahat lebih lama selama perjalanan, dengan penghematan bahan bakar yang bisa tembus 30 hingga 50 persen dibanding mobil bermesin konvensional sekelasnya. 

Makanya tidak mengherankan kalau mobil full hybrid menjadi favorit untuk yang sering terjebak macet atau sering bolak-balik dalam kota.

Sementara itu, mild hybrid juga tetap membantu menghemat BBM, hanya saja levelnya lebih moderat. Penghematan bahan bakar pada mild hybrid umumnya berkisar antara 5 sampai 15 persen saja, jauh di bawah pencapaian full hybrid

Tetap lumayan buat mengurangi jajan bahan bakar bulanan, tapi memang belum sedahsyat saudaranya yang full hybrid.

4. Perbandingan harga jual di pasaran

Pexels/Gustavo Fring

Setelah bicara soal hemat bensin, wajar kalau pertanyaan berikutnya adalah soal harga. Efisiensi tinggi pada full hybrid ternyata harus dibayar dengan harga jual yang relatif lebih mahal, karena baterai berkapasitas besar dan sistem transmisinya yang canggih membutuhkan biaya produksi lebih tinggi. 

Jadi kalau kamu lihat mobil full hybrid dibanderol lebih mahal dari versi bensin biasa, itu memang konsekuensi dari teknologinya.

Di sisi lain, mild hybrid menjadi solusi yang lebih ramah di kantong. Mobil jenis ini menawarkan harga yang jauh lebih terjangkau plus bobot kendaraan yang lebih ringan, sehingga karakter berkendaranya masih mirip mobil bensin biasa, namun dengan sedikit sentuhan efisiensi. 

Nah, buat kamu yang penasaran sama teknologi hybrid tapi budget masih terbatas, mild hybrid bisa jadi pintu masuk yang pas.

5. Performa saat berkendara 

Pexels/Daniel Andraski

Pada mobil mild hybrid, mesin bensin harus selalu menyala supaya mobil bisa bergerak, karena motor listriknya hanya bertugas meringankan beban mesin agar konsumsi bahan bakar sedikit lebih hemat dan perpindahan gigi terasa lebih halus, terutama saat fitur auto start-stop aktif di tengah kemacetan.

Sebaliknya, full hybrid punya trik andalan yang bikin banyak orang jatuh cinta, yaitu kemampuan melaju tanpa suara mesin bensin sama sekali. Saat melaju pelan atau merayap di kemacetan, sistem akan mematikan mesin bensin dan mengandalkan motor listrik sepenuhnya untuk memutar roda, sehingga kabin terasa jauh lebih senyap dan tenang. 

Sensasi mengemudi dalam diam inilah yang sering disebut sebagai pembeda paling nyata antara mild hybrid dan full hybrid.

Nah, itulah pembahasan mengenai 5 perbedaan mobil mild hybrid dan full hybrid. Semoga informatif dan bermanfaat! 

Curated For You

Editorial Team

Related Article