Menurut Perpol No.07 Tahun 2021, plat nomor kendaraan dengan kode BB dipakai di wilayah Sumatra Utara bagian Barat atau kawasan Tapanuli. Nah, tiap daerah punya kode huruf belakang berbeda untuk membedakan asal kendaraan. Berikut daftarnya:
Kalau kamu ketemu kendaraan dengan plat BB dan kode A, L, atau N di belakangnya, mobil itu berasal dari Kota Sibolga. Misalnya, BB 9875 A.
Wilayah ini memakai plat berawalan BB dengan huruf B di belakang. Jadi, kalau lihat BB 4567 B, itu kendaraan dari Tapanuli Utara.
Kendaraan yang terdaftar di Kabupaten Samosir bisa dikenali dari plat BB dengan kode C di bagian akhir. Misalnya BB 7889 C.
Untuk Humbang Hasundutan, kode huruf di belakang plat adalah D. Misalnya, BB 8765 D.
Mobil atau motor dari Kabupaten Toba biasanya pakai plat BB dengan kode E di belakang. Misalnya, BB 9968 E.
Di Padang Sidempuan, kendaraan memakai plat BB dengan kode F atau H. Misalnya, BB 5326 F.
Kalau plat BB diakhiri huruf G, artinya kendaraan itu berasal dari Tapanuli Selatan. Misalnya, BB 3642 G.
Wilayah ini menggunakan kode huruf J setelah angka. Misalnya, BB 1529 J.
Kendaraan dari Padang Lawas pakai plat BB dengan kode K di belakang. Misalnya, BB 4483 K.
Kalau kamu lihat plat BB dengan huruf M, itu artinya kendaraan tersebut berasal dari Tapanuli Tengah. Misalnya, BB 7958 M.
Kendaraan dari Nias Utara bisa dikenali dari plat BB dengan kode Q. Misalnya, BB 2373 Q.
Daerah Mandailing Natal menggunakan kode R di belakang plat BB. Misalnya, 8369 R.
Kendaraan dari Gunungsitoli memakai kode T setelah angka di plat BB. Misalnya, BB 3384 T.
Kalau huruf belakangnya U, berarti kendaraan itu dari Kabupaten Nias Barat. Misalnya, BB 6937 U.
Wilayah Nias sendiri memakai huruf V sebagai kode pembeda. Misalnya, BB 2989 V.
Kendaraan dari Nias Selatan bisa dikenali dengan plat BB berakhiran W. Misalnya, BB 9978 W.
Kalau kamu nemu plat BB dengan kode Y, itu berarti kendaraan dari Kabupaten Dairi. Misalnya, BB 4859 Y.
Terakhir, untuk wilayah Pakpak Bharat, kode belakang yang dipakai adalah Z. Misalnya, BB 6934 Z.