Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Polusi Udara Sebabkan 7 Juta Kematian Dini, Anak Paling Rentan
Ilustrasi Korban Polusi Udara / (freepik.com)
  • Polusi udara menyebabkan sekitar tujuh juta kematian dini setiap tahun di dunia, dengan anak-anak menjadi kelompok paling rentan akibat paparan polutan berbahaya.
  • Sumber utama polusi berasal dari emisi kendaraan, aktivitas industri, pembakaran sampah, dan kebakaran hutan yang menghasilkan partikel berisiko tinggi bagi kesehatan manusia.
  • IDAI menekankan pentingnya langkah konkret seperti pengurangan emisi, transportasi ramah lingkungan, penghentian pembakaran sampah, serta perluasan ruang hijau untuk menekan dampak polusi udara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak orang sakit dan meninggal karena udara kotor. Dokter bilang ada tujuh juta orang mati lebih cepat karena polusi. Anak-anak paling mudah sakit karena paru-parunya masih kecil. Udara kotor datang dari asap mobil, pabrik, dan sampah dibakar. Dokter minta semua orang bantu supaya udara jadi bersih lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun artikel ini menyoroti ancaman serius polusi udara, kehadiran IDAI dan para ahli seperti dr. Riyadi menunjukkan adanya kepedulian ilmiah yang kuat terhadap kesehatan anak dan lingkungan. Penjelasan rinci tentang sumber polutan serta langkah pencegahan konkret mencerminkan upaya nyata untuk meningkatkan kesadaran publik dan mendorong tindakan kolektif demi udara yang lebih sehat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Polusi udara masih menjadi masalah serius yang memicu berbagai gangguan kesehatan hingga kematian setiap tahunnya, baik di Indonesia maupun di dunia. Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebut polusi udara juga memicu kematian dini setiap tahunnya.

Paparan polutan yang terus-menerus bertambah berisiko mengancam jutaan nyawa, dengan kelompok anak-anak yang menempati posisi paling rentan.

Data IDAI menunjukkan bahwa sekitar 7 juta orang meninggal lebih cepat dari usia harapan hidup akibat terpapar polusi udara. 

Simak pembahasan selengkapnya mengenai polusi udara sebabkan 7 juta kematian dini dengan kelompok anak paling rentan yang telah Popmama.com rangkum berikut ini!

Polusi Udara Sebabkan Kematian Dini Jutaan Orang

ilustrasi polusi udara (freepik.com/jcomp)

Ancaman polusi udara kini semakin serius, bahkan menyebabkan kematian dini pada jutaan orang. Anggota Satuan Tugas Kesehatan Lingkungan dan Perubahan Iklim (KLPI) IDAI, Dr. dr. Riyadi, Sp.A. Subsp.Inf.P.T(K), M.Kes, bahkan menyebut setidaknya tujuh juta orang meninggal lebih cepat dari usia harapan hidup seharusnya karena terpapar polusi udara.

”Kalau kita lihat, tujuh juta manusia meninggal lebih cepat dari seharusnya karena polusi udara. Anak termasuk yang sangat rentan,” kata Dokter Riyadi, dikutip dalam seminar media IDAI dalam rangka Hari Lingkungan Hidup, Selasa (10/6/26).

Polusi udara dapat berasal dari berbagai sumber yang sering kali tidak disadari atau tidak begitu diperhatikan bahayanya, mulai dari emisi kendaraan bermotor, aktivitas industri, pembakaran sampah, kebakaran hutan, dan pembakaran bahan bakar yang dapat menghasilkan partikel berbahaya dan mengancam kesehatan.

Anak-Anak Paling Rentan dan Berisiko

Ilustrasi Anak Flu (Unplash.com/@gettyimages)

Kematian dini yang disebabkan oleh polusi udara ternyata banyak dialami oleh anak-anak yang jadi kelompok paling rentan. 

Secara fisiologis, saluran pernapasan anak masih dalam tahap perkembangan, diameter saluran pernapasannya juga cenderung lebih sempit jika dibandingkan orang dewasa. Sistem kekebalan tubuh anak-anak juga belum cukup matang, sehingga lebih mudah terdampak paparan polutan.

“Anak-anak menjadi rentan pada polutan karena saluran udaranya lebih sempit dan sistem imunnya masih dalam proses perkembangan,” tambah Dokter Riyadi.

Polusi Udara Mengancam Sejak dalam Kandungan

Magnific/Freepik (ibu hamil terpapar polusi)

Diketahui paparan polusi udara berisiko menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), asma, alergi, hingga melemahkan sistem pertahanan tubuh yang membuat anak mudah terserang penyakit.

Paparan zat tercemar seperti logam dan partikel halus juga dapat meningkatkan risiko gangguan pertumbuhan, terutama terhadap janin yang terdapat di dalam kandungan.

Hal ini juga mengapa ibu hamil termasuk ke dalam kelompok rentan terpapar polusi udara. Selain pada anak-anak, polusi udara juga mengancam nyawa janin sejak di dalam kandungan.

Penyebabnya Juga Berkaitan dengan Perubahan Iklim

Polusi udara (pexels.com/ Marcin Jozwiak)

Ternyata, polusi udara yang semakin tidak terkendali ini ada kaitannya dengan kondisi perubahan iklim dunia. Dokter Riyadi menjelaskan keduanya berkaitan sebab aktivitas yang menghasilkan emisi gas rumah kaca juga berkontribusi terhadap penurunan kualitas udara.

”Dampak lingkungan yang tidak baik akan dirasakan oleh seluruh kelompok manusia, termasuk anak-anak yang menjadi kelompok rentan,” tuturnya..

Sebagai langkah pencegahan, IDAI mendorong adanya langkah konkret dalam pengendalian polusi, mulai dari pengurangan emisi  kendaraan, transisi ke transportasi ramah lingkungan, berhenti melakukan pembakaran sampah, dan juga perluasan ruang terbuka hijau di perkotaan.

itu dia penjelasan mengenai polusi udara sebabkan 7 juta kematian dini dengan kelompok anak paling rentan.

Hindari berbagai polusi udara yang ada di sekitar kita untuk menjaga diri dan anak-anak agar tidak terpapar bahayanya.

Editorial Team

Related Article