Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Profil dan Biodata Christina Koch, Astronot Perempuan di Misi Artemis II
www.nasa.gov
  • Christina Koch menjadi astronaut perempuan pertama yang menjelajahi bulan lewat misi bersejarah NASA Artemis II, menandai pencapaian luar biasa setelah lebih dari 50 tahun sejak misi terakhir ke bulan.
  • Ia dikenal sebagai insinyur elektro dan fisika lulusan North Carolina State University, dengan pengalaman panjang di NASA serta rekor penerbangan luar angkasa tunggal terlama bagi astronaut perempuan.
  • Sejak kecil bercita-cita jadi astronaut, Christina menempuh pendidikan sains dan teknik hingga akhirnya bergabung dengan NASA pada 2013 dan meraih berbagai penghargaan atas kontribusinya di bidang antariksa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Christina Koch tengah jadi sorotan setelah kesukesan misi ambisius NASA ‘Artemis II’ pada 1 - 11 April 2026 lalu yang berhasil menjelajahi bulan setelah terakhir kali puluhan tahun lalu. 

Tidak hanya dikenal sebagai insinyur jenius yang berbakat, namanya kini bakal dikenal sebagai astronaut perempuan pertama di dunia yang berhasil menjelajah bulan. Pencapaian ini dilakukan di usianya yang menginjak 47 tahun!

Perjalanan tersebut juga menambah rekornya sebagai perempuan pertama yang memegang rekor penerbangan luar angkatan terlama dari seorang astronaut perempuan. Membanggakan, bukan? Pencapaian Koch ini merupakan hasil belajar dan usaha selama bertahun-tahun lamanya.

Selengkapnya, kali ini Popmama.com telah merangkum profil Christina Koch, astronaut perempuan pertama yang jelajahi bulan dalam misi Artemis II.

1. Biodata singkat Christina Koch

Instagram.com/astro_christina

Bukan sembarang ilmuwan, Christina Koch merupakan seorang insinyur yang menjadi astronaut sejak tahun 2013. Sebelum menjelajah luar angkasa, ia pernah tinggal dan bekerja di Stasiun Luar Angkasa Internasional di tahun 2019 dalam ekspedisi 59, 60, dan 61.

Ia juga telah beberapa kali terlibat dalam misi perjalanan luar angkasa, yang menjadikan dirinya sebagai astronaut perempuan pertama yang berhasil memegang rekor penerbangan luar angkasa tunggal terlama, yakni 328 hari.

Berikut biodata singkat Christina Koch yang menarik diketahui:

  • Nama Lengkap: Christina Hammock Koch

  • Tempat Lahir: Grand Rapids, Michigan, Amerika Serikat

  • Tanggal Lahir: 29 Januari 1979

  • Kebangsaan: Amerika Serikat

  • Orangtua: Barbara Johnsen (Mama) da Ronald Hammock (Papa)

  • Pasangan: Robert Koch

  • Instagram: @astro_christina

  • Pekerjaan: Insiyur elektro, astronot NASA

  • Pendidikan: SMA White Oak Jacksonville, Sekolah Matematika dan Sains North Carolina, Teknik Elektro dan Fisika North Carolina State University (Sarjana), Teknik Elektro Ghana University (Master), Honorary PhD dari North Carolina State University.

2. Masa kecil Christina Koch

Instagram.com/astro_christina

Christina Koch lahir dari keluarga dengan latar belakang di dunia medis. Papanya merupakan seorang dokter residen di sebuah rumah sakit di Kalamazoo, Michigan dan Mamanya merupakan seorang teknisi medis. 

Ia merupakan penduduk asli Michigan yang kemudian berpindah ke North Carolina. Saat kecil, ia banyak menghabiskan musim panas di area pertanian kakek dari pihak Mama di Sparta, Michigan untuk merawat ladang.

Hari-hari di ladang seakan jadi cara kedua kakek-neneknya menanamkan semangat pantang menyerah pada Christina. 

3. Keinginan jadi astronot muncul sejak kecil

Instagram.com/astro_christina

Sejak kecil, ia sudah bercita-cita menjadi astronaut. Semangat berpetualangnya ini juga dipupuk sejak dirinya menghabiskan banyak waktu di ladang keluarga.

Ia bahkan menggantung gambar-gambar luar angkasa dan antartika dari majalah National Geographic. Christina juga pergi setidaknya tiga kali ke Space Camps in Huntsville, Alabama.

Cita-citanya untuk menjadi seorang astronaut semakin mantap dengan mendalami pendidikan sains dan matematika. 

4. Riwayat pendidikan Christina Koch

Instagram.com/astro_christina

Ia bersekolah di White Oak High School dan lulus dan North Carolina School of Science and Mathematics di Durham pada 1997. Ia juga sempat mengikuti pertukaran pelajar ke University of Ghana di Legon untuk mempelajari astrofisika. 

Ia kemudian berkuliah di North Carolina State University dan lulus dengan gelar sarjana Teknik Elektro dan Fisika pada 2001. Kemudian melanjutkan pendidikan magister Teknik Elektro di kampus yang sama pada 2002.

Setelah menjalani pendidikan formal dari sekolah menengah atas hingga perguruan tinggi di bidang Teknik Elektro, Koch juga mengikuti NASA Academy program di Goddard Space Flight Center di tahun 2001. 

5. Perjalanan Karier di NASA

Instagram.com/astro_christina

Keinginan dan tekad yang kuat sejak awal mengantarkan Christina ke NASA. Ia mengawali karier sebagai Insinyur Kelistrikan di NASA Goddard Space Flight Center (GSFC), di mana dia berkontribusi di beberapa instrumen misi luar angkasa NASA.

Ia kemudian kembali ke NASA di tahun 2013 karena terpilih sebagai salah satu dari delapan anggota astronaut NASA di abad ke-21 dan menyelesaikan pelatihan calon astronaut di tahun 2015.

Tahun 2018 ia ditugaskan untuk penerbangan luar angkasa pertamanya, dalam misi jangka panjang di ISS. Ia menjadi Kepala Cabang Awal di kantor astronaut.

Kemudian, ia dirotasi sebagai Asisten  Integrasi Teknis untuk Direktur Pusat Antariksa di NASA John Space Center. Ia kemudian ditugaskan dalam misi spesial NASA, Artemis II di tahun 2026.

Selain misi luar angkasa, ia juga terlibat dalam berbagai proyek di Antartika dan Alaska. 

6. Pengalaman perjalanan luar angkasa

www.nasa.gov

Ia pertama kali ditugaskan untuk perjalanan luar angkasa pada 14 Maret 2019 dengan pesawat ruang angkasa Soyuz MS-12 dan kembali ke bumi pada 6 Februari 2020.

Ia juga pernah menjadi Insinyur Penerbangan untuk Ekspedisi 59, 60, 61 dalam ratusan eksperimen pengembangan sains. Ia melakukan enam kali perjalanan luar angkasa, termasuk tiga perjalanan luar angkasa yang dilakukan oleh perempuan dengan total 42 jam 15 menit.

Pada 1 April 2026, ia diluncurkan kembali dengan roket Space Launch System misi Artemis II. Selama misi tersebut, ia dan astronaut lainnya menyelesaikan penerbangan lintas bulan bersejarah untuk pertama kalinya dalam 50 tahun. 

7. Penghargaan dan prestasi Christina Koch

www.nasa.gov

Dengan berbagai pengalaman luar biasa Christina Koch di bidang teknik kelistrikan dan antariksa, ia juga telah memperoleh banyak penghargaan dan mencapai beragam prestasi.

Berikut ini beberapa penghargaan yang dianugerahkan pada Christina Koch:

  • Neil Armstrong Award of Excellence (2020)

  • Astronaut Scholarship Foundation (2020) 

  • Astronautics Engineer Award (2020)

  • National Space Club & Foundation (2020)

  • Global ATHENA Leadership Award (2020)

  • ATHENA International (2020)

  • NASA Group Achievement Award (2012)

  • NASA Juno Mission Jupiter Energetic Particle Detector Instrument (2012) 

  • Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory (2009)

  • Invention of the Year nominee (2009) 

  • United States Congress Antarctic Service Medal with Winter-Over distinction (2005)

  • NASA Group Achievement Award, NASA Suzaku Mission X-ray Spectrometer (2005)

Itu dia profil Christina Koch, astronaut perempuan pertama yang jelajahi bulan dalam misi Artemis II. Pengalaman dan kemampuan Christina Koch sangat mengagumkan, ya, Ma. 

Tentu cita-citanya sejak kecil ini dapat tercapai dengan dukungan dari semua pihak, termasuk kedua orangtuanya.

FAQ Seputar Christina Koch

Siapakah Christina Koch?

Christina Hammock Koch merupakan salah satu dari empat anggota kru Artemis II, mengungkapkan bahwa ia membawa sentuhan keajaiban Bird ke luar angkasa.

Siapakah para astronot dalam Misi Artemis?

Awak Artemis II adalah astronot NASA Reid Wiseman, Victor Glover, dan Christina Koch, serta astronot CSA (Badan Antariksa Kanada) Jeremy Hansen.

Apa rekor Christina Koch?

Dengan 328 hari di luar angkasa dan 5.248 orbit mengelilingi Bumi, Christina saat ini memegang rekor penerbangan luar angkasa tunggal terlama oleh seorang wanita dan penerbangan terlama kedua oleh seorang astronaut AS.

Editorial Team