“Dengan kita mengendalikan lupus, kita bisa mencegah komplikasi lupus ke organ tubuh, salah satunya ginjal. Justru dengan kita mengobati lupus (minum obat), kita bisa mencegah kerusakan ginjal,” tutur dr. Sandra Sinthya Langow, Sp.PD-KR, FACR selaku Konsultan Reumatologi Siloam Hospital Lippo Village Tangerang, Selasa (26/5/26).
3 Mitos Penyakit Lupus Ini Dibantah oleh Dokter, Harus Optimis!

- Dokter menegaskan konsumsi obat lupus tidak merusak ginjal, justru membantu mengendalikan penyakit dan mencegah komplikasi organ seperti ginjal.
- Meskipun lupus tidak bisa sembuh total, pengobatan rutin penting agar flare terkendali dan kualitas hidup pasien tetap baik.
- Penyandang lupus tetap bisa hamil dengan perencanaan matang serta pengawasan dokter karena termasuk kehamilan berisiko tinggi.
Penyakit lupus (Systemic Lupus Erythematosus) sering kali masih salah dipahami sehingga menimbulkan berbagai stigma yang memberikan dampak psikologis bagi para pasien.
Data Perhimpunan Reumatologi Indonesia menunjukkan lupus memberikan pengaruh psikologis pasien hingga 50 persen. Selain karena penanganan lupus yang kurang baik, mitos juga memberikan pengaruh psikologis pada orang dengan lupus.
Padahal, tidak sepenuhnya mitos yang beredar di masyarakat merupakan fakta, dokter bahkan menyangkal beberapa mitos yang identik dengan penyandang lupus.
Dalam diskusi media From Burden to Living Well spesial Hari Lupus Sedunia bersama AstraZeneca di Jakarta, Selasa (26/5/26), 3 mitos penyakit lupus ini dibantah oleh dokter yang penjelasannya telah dirangkum Popmama.com berikut ini.
Table of Content
1. Konsumsi obat lupus dapat merusak ginjal

Para penderita penyakit kronis seperti lupus biasanya mengonsumsi obat yang jumlahnya tidak sedikit. Hal ini sering kali menimbulkan pro dan kontra hingga menjadi mitos bahwa konsumsi obat kronis dapat merusak ginjal.
Meski tidak salah sepenuhnya, mengonsumsi obat dengan rutin bagi penderita lupus justru dapat mengendalikan penyakit yang kemudian dapat mencegah komplikasi pada organ tubuh, salah satunya ginjal.
2. Mengobati lupus sia-sia karena tidak bisa sembuh

Penderita lupus memang tidak dapat disembuhkan secara total. Penyandang lupus akan mengalami flare (kumat) atau remisi (penurunan aktivitas penyakit) yang bisa dikendalikan dengan pengobatan.
”Lupus itu memang enggak bisa sembuh sempurna, tapi kita harus obati cepat dengan pengobatan yang efektif supaya enggak terlanjur mengganggu organ,” jelas Dokter Sandra.
Meski tidak dapat sembuh total, pengobatan tetap penting dijalani agar penyakit lupus tidak memicu kerusakan lebih lanjut pada organ vital. Pengobatan yang baik juga memungkinkan penyandang lupus memiliki kualitas dan harapan hidup yang normal.
3. Penyandang lupus tidak bisa hamil

Salah satu ketakutan orang dengan lupus adalah tidak bisa atau sulit untuk hamil. Padahal, lupus tidak menghalangi perempuan untuk hamil dan memiliki bayi yang sehat.
”Makanya dikendalikan sejak awal dengan pengobatan yang baik dan pola hidup sehat. Bisa kok hamil, bisa direncanakan kehamilannya,” ungkapnya.
Kehamilan orang dengan lupus termasuk kehamilan dengan risiko tinggi, sehingga perlu perencanaan yang matang dan pengawasan ketat dari dokter.
Dengan ini, penyandang lupus tetap memiliki kemungkinan mengandung dan melahirkan, namun tetap dengan kontrol rutin dan pengawasan dari dokter, ya, Ma.
Itu dia 3 mitos penyakit lupus ini dibantah oleh dokter. Berbagai mitos seputar penyakit lupus ini dapat diatasi dengan pengobatan yang baik dan teratur untuk meminimalisir risiko kesehatan lainnya akibat kerusakan organ tubuh.
Jadi, jangan putus asa dan tetap lakukan pengobatan agar lupus mencapai remisi.



















