Masih Diselidiki, Dua Penumpang Sriwijaya Air Pakai Identitas Palsu

Dua penumpang dari NTB tersebut menggunakan data KTP yang tak sesuai

12 Januari 2021

Masih Diselidiki, Dua Penumpang Sriwijaya Air Pakai Identitas Palsu
Instagram.com/kansar_jakarta

Tim DVI (Disaster Victim Identification) menermukan ada dua penumpang Sriwijaya Air SJ-182 yang mengalami kecelakaan pesawat menggunakan identitas berbeda.

Disebutkan jika kedua penumpang tersebut berasal dari Nusa Tenggara Barat dan menggunakan KTP orang lain saat mendaftar tiket untuk bisa terbang.

Karena temuan ini, kini Polri bekerja sama dengan TNI dan  Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) tengah mengusut hal ini.

Berikut Popmama.com rangkum informasi lengkapnya. 

1. Masih perlu penyelidikan lebih lanjut

1. Masih perlu penyelidikan lebih lanjut
Instagram.com/kansar_jakarta

Karena temuan tersebut kini tim DVI Polri dan Basarna masih menyelidiki mengenai korban tersebut. Tak hanya itu, Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat juga akan dilibatkan serta dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. 

Pasalnya, akan berbahaya sekali jika penumpang bisa lolos pemeriksaan menggunakan KTP yang bukan miliknya. 

Editors' Picks

2. Tim DVI masih mengumpulkan ante mortem para korban

2. Tim DVI masih mengumpulkan ante mortem para korban
Instagram.com/kansar_jakarta

Untuk keperluan identifikasi korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 tim DVI Polri masih terus mengumpulkan data ante mortem seluruh penumpang dari keluarga.

Seperti yang diketahui data ante mortem bisa berupa data primer atau data sekunder. Tim DVI bisa mengidentifikasi jenazah korban pertama melalui nama, umur, berat badan, tinggi badan, pakaian atau aksesoris yang terakhir dikenakan korban.

Data ante mortem juga lebih diperkuat dengan data rekam medis, warna kulit, warna dan jenis rambut, atau tanda spesifik dalam tubuh korban.

Kemudian, petugas akan identifikasi data primer berupa sidik jari, golongan darah, tanda atau ciri spesifik pada korban, dan konstruksi gigi. Data ini didapat setelah Tim DVI Polri melakukan pemeriksaan terhadap jenazah korban.

3. Korban yang dipalsukan identitas syok

3. Korban dipalsukan identitas syok
Instagram.com/kansar_jakarta

Sarah sangat syok saat mengetahui namanya masuk di daftar manifes penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta. Nama lengkpanya yakni Sarah Beatrice Alomau terpampang di televisi sebagai salah satu korban.

Dikutip dari berbagai sumber, Sarah kondisinya masih sehat tapi ada dalam daftar korban jatuhnya pesawat Boeing 737-500 milik Sriwijaya Air itu. Diduga jika identitas Sarah digunakan oleh  seseorang bernama Selvi Ndaro yang terbang dari Jakarta ke Pontianak bersama sang kekasih Teofilus Lau Ura.

Teofilus juga dikabarkan menggunakan identitas palsu atas nama Felix Wenggo. Menurut kuasa hukum Sarah, ia tak tahu menahu bagaimana identitasnya bisa dipakai salah satu penumpang pesawat itu. 

4. Bahaya menggunakan identitas palsu saat bepergian

4. Bahaya menggunakan identitas palsu saat bepergian
Pexels/cottonbro

Sebelum bepergian menggunakan alat transportasi tertentu biasanya petugas akan mengecek identitas dari penumpang. Sebut saja di bandara saat akan menaiki pesawat atau saat akan bepergian menggunakan kereta. Petugas biasanya mencocokkan data dalam tiket dengan KTP penumpang.

Menurut pasal 378 KUHP, tentang penipuan yaitu barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang, diancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

Sangat berbahaya jika seseorang menggunakan identitas palsu saat menaiki transportasi masal dan terjadi kecelakaan seperti yang dialami Sriwijaya Air SJ-182. Pertama, tim DVI Polri akan sulit untuk mengidentifikasi jenazah karena sulit mencari keluarga atau kerabat korban.

Pasalanya, proses identifikasi jenazah membutuhkan keterangan keluarga korban. Karena identitas palsu tersebut, korban bisa saja tak bisa dikenali.

Itulah tadi informasi mengenai dua penumpang Sriwijaya Air SJ-182 yang menggunakan identitas palsu. Semoga hal ini tidak terjadi lagi ke depan ya, Ma. Karena bisa mempersulit identifikasi korban yang bersangkutan.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.