10 Jenis Makanan Antiinflamasi untuk Mencegah Peradangan

Makanan ini semuanya bergizi dan cocok untuk diet antiinflamasi

19 September 2021

10 Jenis Makanan Antiinflamasi Mencegah Peradangan
Pixabay/pasja1000

Peradangan adalah reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap iritasi, cedera, maupun infeksi. Sebenarnya, peradangan merupakan respon normal dari tubuh, dan bagian alami dari proses penyembuhan.

Biasanya proses peradangan berlangsung dalam hitungan jam atau hari. Tapi pada kasus tertentu, ada kemungkinan peradangan menjadi kronis dan menyebabkan efek negatif pada kesehatan kamu. Peradangan kronis ditandai dengan banyak hal, diantaranya timbul rasa nyeri, kelemahanan otot, resistensi insulin, hingga ruam pada kulit.

Nah, untuk mencegah peradangan yang bisa berdampak buruk bagi tubuh, salah satu cara yang bisa kamu lakukan adalah mengonsumsi makanan bergizi, yang memiliki kandungan antiinflamasi.

Dilansir dari Verywell Health, berikut ini Popmama.com telah merangkum 10 jenis makanan antiinflamasi untuk bantu cegah peradangan. Yuk disimak, dan mulailah menambahkan jenis makanan tersebut ke dalam menu harian kamu!

1. Brokoli kaya akan fitokimia yang disebut glucosinolates

1. Brokoli kaya akan fitokimia disebut glucosinolates
Freepik

Brokoli adalah anggota keluarga sayuran silangan, yang kaya akan fitokimia yang disebut glucosinolates. Kamu harus tahu, kalau fitokimia merupakan antioksidan kuat yang baik untuk tubuh.

Brokoli juga mengandung sumber vitamin A dan C, potasium, serta kalsium. Studi epidemiologis menunjukkan bahwa, mengonsumsi sayuran, termasuk brokoli, berkaitan erat dengan penurunan risiko penyakit kanker jenis tertentu.

Brokoli sangat mudah dikonsumsi lho, karena kamu bisa memakannya langsung dalam kondisi mentah, atau memasaknya dengan campuran sayuran lain.

2. Wortel mencegah kerusakan sel-sel tubuh akibat peradangan

2. Wortel mencegah kerusakan sel-sel tubuh akibat peradangan
Freepik/dashu83

Wortel telah lama dikenal bermanfaat bagi kesehatan tubuh kamu. Kandungan beta karoten yang bisa diubah tubuh menjadi vitamin A, membuatnya masuk ke dalam golongan makanan dengan antioksidan yang tinggi. Wortel juga mengandung zeaxanthin dan lutein, yang juga berhubungan dengan vitamin A.

Makan makanan yang kaya antioksidan, akan membantu kamu mengurangi risiko kanker, dan mencegah kerusakan sel-sel tubuh akibat peradangan.

Karena rendah kalori dan kandungan nutrisinya yang baik bagi tubuh, wortel juga bisa dikonsumsi untuk membantu kamu menurunkan berat badan.

3. Kacang-kacangan kering mengandung polifenol sebagai antioksidan tubuh

3. Kacang-kacangan kering mengandung polifenol sebagai antioksidan tubuh
Freepik/8photo

Kacang-kacangan kering seperti kacang navy, kacang merah, pinto bean, serta kacang hitam, merupakan makanan sumber protein nabati yang bermanfaat untuk kesehatan. Kacang mengandung banyak mineral, vitamin B kompleks dan vitamin K yang sangat baik sebagai antiinflamasi. Tak hanya itu,  kacang juga mengandung polifenol yang berfungsi sebagai antioksidan bagi tubuh.

Hasil penelitian menunjukkan, nutrisi dalam kacang kering membantu kamu mencegah beberapa jenis penyakit, seperti penyakit jantung, diabetes, tekanan darah tinggi, serta mengurangi terjadinya peradangan dalam tubuh.

4. Minyak zaitun dipercaya menyehatkan jantung dan memperpanjang usia seseorang

4. Minyak zaitun dipercaya menyehatkan jantung memperpanjang usia seseorang
Freepik/freepik

Minyak zaitun kaya akan lemak tak jenuh tunggal, yang baik untuk pembuluh darah. Minyak zaitun juga memiliki polifenol yang bekerja sebagai antioksidan dalam melindungi sel-sel dalam tubuh kamu. Inilah alasan, mengapa minyak zaitun digunakan sebagai komponen penting dalam diet ala Mediterania, karena dipercaya dapat menyehatkan jantung dan memperpanjang usia seseorang.

Nutrisi yang terkandung dalam minyak zaitun, bisa mengurangi peradangan, mencegah kolesterol tinggi, dan membantu kamu menurunkan risiko kanker.

Karena alasan kesehatan, minyak zaitun baik untuk kamu konsumsi. Tapi perlu diingat ya, tidak semua minyak baik untuk di masak. Banyak orang lebih memilih menggunakan minyak zaitun sebagai campuran saus salad, daripada memasaknya.

Editors' Picks

5. Almond memiliki kandungan nutrisi yang hampir sama dengan olive oil

5. Almond memiliki kandungan nutrisi hampir sama olive oil
Pixabay/monfocus

Almond adalah sumber lemak tak jenuh tunggal, yang kandungan nutrisinya hampir mirip dengan minyak zaitun. Almond mengandung vitamin E, mangan, magnesium, dan merupakan sumber protein nabati yang baik untuk tubuh.

Menurut penelitian, mengonsumsi almond secara rutin dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, karena dapat meningkatakan asam lemak sehat dalam darah.

Selain bermanfaat untuk kesehatan, makan almond juga bisa mengenyangkan lho. Jadi, meskipun kalorinya lebih tinggi daripada makanan antiinflamasi lainnya, makan segenggam kacang almond tetap membantu kamu dalam menjalankan program penurunan berat badan.

6. Daun kale kaya akan vitamin A, C dan K untuk mencegah peradangan

6. Daun kale kaya akan vitamin A, C K mencegah peradangan
Freepik/rawpixel.com

Daun kale merupakan jenis sayuran yang berasal dari keluarga kubis. Kale kaya akan vitamin A, C, dan K yang sangat baik untuk tubuh. Tak hanya itu, kale juga mengandung magnesium, potasium, serta rendah kalori.

Dalam daun kale, terdapat senyawa yang disebut glukosinolat yang membantu kamu mencegah kanker, serta menurunkan risiko penyakit katarak. Kandungan lutein dalam kale juga membantu kamu mencegah aterosklerosis, penyumbatan pembuluh darah arteri akibat kolesterol.

Untuk mendapatkan manfaat daun kale, kamu bisa menambahkannya ke dalam campuran salad atau membuatnya menjadi keripik sebagai camilan sehat.

7. Salmon kaya kandungan asam lemak omega-3 untuk mencegah peradangan

7. Salmon kaya kandungan asam lemak omega-3 mencegah peradangan
Freepik

Siapa yang tidak kenal salmon? Ikan yang mengandung sejumlah besar asam lemak omega-3 ini, dipercaya lebih baik daripada makanan laut lainnya.

Menurut penelitian, kandungan nutrisi pada ikan salmon dapat mendukung kesehatan organ jantung, menjaga kadar kolesterol tetap stabil, serta membantu kamu mengurangi peradangan pada tubuh.

American Heart Association, menyarankan kamu untuk makan ikan berlemak setidaknya dua kali dalam seminggu, karena kandungan omega-3 yang bermanfaat bagi kesehatan. Nah, ikan salmon ini lebih banyak direkomendasikan, selain karena kandungan omega-3,  salmon juga mengadung antioksidan yang disebut astaxanthin.

8. Bayam mengandung vitamin A, K dan zat besi serta rendah kalori

8. Bayam mengandung vitamin A, K zat besi serta rendah kalori
Freepik/Racool_studio

Bayam merupakan salah satu jenis sayuran yang dikenal memiliki kandungan antiinflamasi. Bayam mengandung lutein yang berhubungan dengan vitamin A dan betakaroten, vitamin K, folat dan zat besi. Semua kandungan nutrisi tersebut sangat dibutuhkan untuk mencegah terjadinya peradangan kronis pada tubuh. Bayam juga rendah kalori, sehingga cocok untuk kamu yang sedang menjalankan diet penurunan berat badan.

Menurut penelitian, orang yang mengonsumsi sayuran berdaun hijau seperti bayam, mengalami penurunan risiko degenerasi makula. Ini merupakan penyakit mata yang disebabkan oleh hilangnya kemampuan pengelihatan, dan banyak diderita oleh orang lanjut usia.

9. Ubi jalar mengandung antioksidan untuk melindungi tubuh dari bahaya radikal bebas

9. Ubi jalar mengandung antioksidan melindungi tubuh dari bahaya radikal bebas
Freepik/stockking

Ubi jalar kaya akan vitamin dan mineral. Sama seperti kebanyakan sayuran berwaran oranye lainnya, ubi jalar juga sangat tinggi vitamin A dan betakaroten, yang merupakan antioksidan kuat. Antioksidan sangat dibutuhkan untuk melindungi tubuh dari bahaya radikal bebas, serta membantu kamu mencegah terjadinya peradangan akut.

Bahan makanan ini juga tinggi akan kandungan serat serta rendah kalori, sehingga cocok bagi kamu yang sedang menjalankan diet jenis apapun. Biasanya ubi jalar diolah dengan cara dipanggang atau dikukus.

10. Daun Swiss Chard memiliki flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan untuk mencegah peradangan

10. Daun Swiss Chard memiliki flavonoid berfungsi sebagai antioksidan mencegah peradangan
Pixabay/MabelAmber

Daun swiss chard adalah salah satu jenis sayuran hijau dengan daun berwarna-warni. Daun swiss chard kaya akan vitamin A, K, mineral dan termasuk dalam makanan rendah kalori.

Menurut penelitian, daun swiss chard memiliki flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan dan membantu kamu mengurangi peradangan dalam tubuh. Jadi nggak ada salahnya nih, menambahkan daun swiss chard ke dalam daftar makanan sehat yang biasa kamu konsumsi.

Itulah 10 daftar makanan antiinflamasi yang bisa kamu konsumsi untuk mencegah peradangan.

Makanan tersebut memang menyehatkan bagi tubuh dan bermanfaat untuk mengelola berat badan yang sehat. Tapi, pastikan juga kamu menggunakan metode memasak yang tepat ya, agar kandungan nutrisinya tidak hilang saat dimasak.

Selain mengonsumsi jenis makanan tertentu, kamu bisa juga mencegah terjadinya peradangan pada tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat. Semoga informasi ini bermanfaat ya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.