Mengenal Penyakit Asam Urat: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya

Cari tahu juga langkah pencegahan yang bisa dilakukan

28 Juli 2021

Mengenal Penyakit Asam Urat Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya
Freepik/user18526052

Penyakit asam urat bisa terjadi pada siapa saja, baik usia tua, muda, laki-laki maupun perempuan.

Penyakit ini sering disepelekan karena gejalanya yang terkesan biasa seperti orang kelelahan. Padahal asam urat bisa meningkatkan risiko terjadinya penyakit lain seperti serangan jantung dan stroke.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini Popmama.com telah merangkum informasi mengenai asam urat. Yuk disimak, Ma!

1. Apa itu penyakit asam urat?

1. Apa itu penyakit asam urat
Freepik/brgfx

Dikutip dari Healthline, asam urat adalah jenis radang sendi yang menyebabkan rasa sakit, pembengkakan atau peradangan pada sendi. Penyakit ini berawal dari gangguan metabolisme di dalam tubuh, yang menyebabkan kadar asam urat meningkat.

Kadar asam urat yang meningkat ini akan membentuk kristal dan menumpuk di jaringan tubuh sehingga menyebabkan peradangan atau pembengkakan pada sendi.

Menurut penelitian, penyakit asam urat umumnya menyerang laki-laki khususnya yang berusia di atas 30 tahun. Sedangkan pada perempuan, penyakit ini bisa muncul setelah fase menopause.

Banyak orang salah menilai penyakit asam urat, karena gejalanya mirip dengan penyakit rematik.

Editors' Picks

2. Apa penyebab asam urat?

2. Apa penyebab asam urat
Freepik/Racool_studio

Penyebab utama dari penyakit ini adalah kadar asam urat (uric acid) yang tinggi di dalam tubuh. Asam urat merupakan zat kimia yang dibuat saat tubuh memecah purin. Purin sendiri adalah senyawa kimia yang diproduksi secara alami oleh tubuh dan bisa juga dihasilkan dari sejumlah makanan.

Sebenarnya pada kondisi normal, asam urat larut dalam darah kemudian diproses dan dikeluarkan oleh ginjal melalui urin. Kadar asam urat yang tinggi akan menumpuk di dalam tubuh dan membentuk kristal yang disebut dengan monosodium urate di bagian sendi. Kristal inilah yang menyebabkan timbulnya rasa nyeri dan peradangan pada sendi.

Menurut Kementerian Kesehatan RI, kadar asam urat yang normal pada orang dewasa laki-laki 3,4 – 7 mg/ dL, sedangkan pada perempuan 2,4 – 6 mg/ dL. Kadar asam urat ini cenderung meningkat dengan bertambahnya usia, berat badan, dan tekanan darah seseorang.

Faktor lain yang menyebabkan seseorang mengalami asam urat diantaranya:

  • Memiliki anggota keluarga lain seperti orang tua atau sudara dengan riwayat asam urat.
  • Memiliki riwayat tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit tiroid, penyakit ginjal serta obesitas.
  • Terlalu banyak mengonsumsi minuman beralkohol dan makanan tinggi kadar gula.
  • Terlalu banyak mengonsumsi makanan yang tinggi akan asam urat seperti seafood dan daging merah.
  • Kekurangan cairan atau dehidrasi.
  • Mengonsumsi obat-obatan misalnya obat diuretik atau aspirin.
  • Gaya hidup yang tidak sehat serta kurangnya berolahraga.

3. Gejala penyakit asam urat yang harus diwasapadai

3. Gejala penyakit asam urat harus diwasapadai
Freepik/wayhomestudio

Beberapa gejala yang sering muncul akibat penyakit asam urat, diantaranya:

  • Rasa nyeri pada persendian

Nyeri sendi biasanya muncul secara mendadak dan berlangsung 3 – 10 menit. Rasa nyeri ini biasanya muncul dan semakin tak tertahankan pada malam hari.

  • Muncul pembengkakan di sekitar sendi

Bengkak biasanya muncul karena jaringan pelapis sendi juga mengalami pembengkakan. Ini tidak hanya terjadi pada sendi lho, Ma, tapi juga disekitar sendi. Biasanya pembengkakan tersebut menyebabkan seseorang sulit berjalan.

  • Warna kulit di sekitar sendi menjadi merah

Warna merah yang muncul disekitar sendi diakibatkan oleh aliran darah yang meningkat sehingga membuat kulit jadi berubah warna.

  • Timbulnya rasa panas

Sensasi rasa panas ini dikarenakan peradangan yang terjadi di sekitar sendi serta tekanan darah yang berubah di area tersebut.

Dikutip dari Medical News Today, gejala ini sering muncul dan mempengaruhi bagian tubuh seperti jempol kaki, pergelangan kaki, pergelangan tangan, lutut, siku, dan jari tangan.

4. Bagaimana cara mengobati asam urat?

4. Bagaimana cara mengobati asam urat
Freepik/mdjaff

Sejauh ini belum ada obat yang bisa digunakan untuk menyembuhkan asam urat. Biasanya pengobatan hanya dilakukan untuk meringankan gejala dan mencegah serangannya muncul kembali.

Mama bisa meringankan gejalanya dengan cara mengompres bagian sendi yang sakit dengan kain berisi es batu. Sedangkan untuk meringankan rasa nyeri akibat asam urat, Mama bisa mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas di toko obat atau apotek.

5. Langkah pencegahan yang bisa dilakukan

5. Langkah pencegahan bisa dilakukan
Freepik/pressfoto

Langkah mudah yang bisa Mama lakukan untuk mencegah asam urat adalah sebagai berikut:

  • Hindari makanan yang mengandung zat purin tinggi

Sebaiknya Mama membatasi asupan purin tambahan dari makanan supaya kadar asam urat tetap normal. Makanan yang mengandung zat purin tinggi diantaranya daging merah, jeroan serta seafood.

  • Batasi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula

Makanan dan minuman tinggi kandungan gula bisa menyebabkan seseorang mengalami obesitas. Obesitas merupakan salah satu faktor penyebab kadar asam urat tinggi.

  • Perbanyak konsumsi makanan tinggi antioksidan

Makanan tinggi antioksidan seperti buah dan sayur dapat membantu menurunkan kadar asam urat dalam darah lho, Ma.

  • Hindari dehidrasi dengan minum air putih yang cukup

Minum air putih setidaknya delapan gelas setiap hari. Air putih yang cukup dapat membantu mengeluarkan kelebihan asam urat yang ada di dalam tubuh.

  • Lakukan olahraga secara teratur

Mama bisa terus aktif bergerak dan berolahraga untuk menjaga kesehatan tulang dan sendi. Cukup lakukan olahraga minimal 30 menit per hari ya, Ma.

  • Cek kesehatan secara berkala

Nggak ada salahnya lho, Ma, untuk rutin melakukan cek kesehatan. Salah satunya mengecek kadar asam urat.

Nah, itulah informasi mengenai penyakit asam urat.

Penyakit ini memang tidak bisa disembuhkan, tapi masih dapat dikontrol dengan menerapkan pola hidup sehat.

Jika Mama punya gejala yang sama dan tak kunjung hilang dalam waktu lama, ada baiknya Mama memeriksakan diri ke dokter ya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.