Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Riani Jadi Salah Satu Elemen Khas Pameran di Salah Satu Hotel Jakarta
Popmama.com/Najla Dewi Effendi
  • Pameran kolaborasi Nirang Virgiawan dan ARTOTEL Thamrin menampilkan 32 karya lama serta terbaru, merangkum perkembangan visual dan gagasan sang seniman setelah persiapan sekitar dua bulan.

  • Karakter Riani, terinspirasi nama tokoh film 5 cm namun divisualkan berbeda, menjadi representasi rasa penasaran Nirang dalam mengeksplorasi ide, bunga, tanaman, objek keseharian, dan situasi surealis.

  • Karya Mono no Aware memakai apel untuk menggambarkan kefanaan dan keindahan perubahan, sementara Nirang menyebut pengembangan konsep sebagai tantangan utama, termasuk saat berkolaborasi dengan Ashraf Rahmattan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Nirang Virgiawan membuat pameran 32 lukisan di ARTOTEL Thamrin, Jakarta. Ada tokoh bernama Riani. Namanya dari tokoh film 5 cm, tapi gambarnya beda. Riani ada dengan bunga dan benda sehari-hari. Nirang juga membuat lukisan apel yang berubah warna. Pameran ini menunjukkan karya lama dan baru Nirang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sebuah karya seni tidak hanya menawarkan keindahan visual, tetapi juga menyimpan cerita dan gagasan yang ingin disampaikan oleh senimannya.

Hal ini tergambar dalam pameran yang menghadirkan 32 karya Nirang Virgiawan dengan karakter Riani sebagai bagian dari perjalanan artistiknya.

Melalui karakter tersebut, Nirang mengajak pengunjung untuk memelihara rasa penasaran dan melihat karya seni dari sudut pandang yang lebih luas.

Untuk mengenal lebih jauh konsep dan cerita di balik karya-karya tersebut, mari simak informasi pameran seni di hotel Jakarta yang telah Popmama.com rangkum berikut ini.

1. Alasan di balik nama karakter Riani

Popmama.com/Najla Dewi Effendi

Nirang Virgiawan mengungkapkan bahwa nama Riani terinspirasi dari karakter Riani dalam film 5 cm.

Ia menyukai nama tersebut karena terdengar menarik saat diucapkan serta memiliki kepribadian yang menurutnya ideal.

"Aku sebenarnya suka sama figur yang ditampilkan di film 5 cm namanya Riani. Dari segi suara tuh ear-catching banget. Dan dari segi personality, wah cocok banget," ungkap Nirang saat acara Solo Exhibition di ARTOTEL Thamrin, Jumat (16/10/2026).

Meski demikian, karakter Riani yang ia hadirkan dalam karya seni memiliki tampilan visual dan implementasi yang berbeda dari karakter dalam film tersebut.

Bagi Nirang, Riani bukan sekadar karakter yang muncul dalam lukisan. Ia menjadi representasi rasa penasaran yang mendorong sang seniman untuk terus mengeksplorasi ide dan mencoba berbagai kemungkinan baru dalam berkarya.

2. Keunikan karakter Riani dalam karya Nirang

Popmama.com/Najla Dewi Effendi

Salah satu keunikan karya Nirang terletak pada karakter Riani yang dipadukan dengan simbol bunga, tanaman, objek keseharian, dan situasi surealis.

Beragam elemen tersebut mengangkat tema budaya, perilaku manusia, burnout, hingga pencarian makna hidup.

Melalui karyanya, Nirang ingin mengajak pengunjung menikmati visual sekaligus memahami pesan di baliknya.

Ia juga memberi kebebasan kepada pengunjung untuk menafsirkan setiap karya berdasarkan perspektif masing-masing.

Bagi Nirang, kekuatan visual tetap menjadi hal utama dalam karyanya. Namun, ia juga berharap setiap karya dapat menyampaikan pesan yang bisa dirasakan dan dimaknai oleh orang-orang yang melihatnya.

3. Tantangan Nirang dalam mengeksplorasi karya seni

Popmama.com/Najla Dewi Effendi

Nirang mengaku jika tantangan terbesar dalam berkarya bukanlah teknik menggambar atau melukis, melainkan menemukan dan mengembangkan ide.

Pasalnya, sebuah lukisan besar bisa selesai dalam dua hari, sedangkan proses merancang konsepnya dapat memakan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.

Tantangan lain ia hadapi saat berkolaborasi dengan seniman asal Purwokerto, Ashraf Rahmattan. Keduanya perlu menyatukan konsep dan elemen visual masing-masing dalam satu kanvas.

Kolaborasi ini juga mendorong Nirang mengeksplorasi warna yang lebih vibrant agar berpadu dengan karakter karya Ashraf yang cenderung menggunakan warna merah.

4. Mono no Aware, karya Nirang tentang keindahan momen yang sementara

Popmama.com/Najla Dewi Effendi

Selain mengeksplorasi karakter Riani, Nirang juga menghadirkan karya berjudul Mono no Aware yang mengangkat filosofi Jepang tentang kesadaran terhadap kefanaan dan keindahan sesuatu yang tidak berlangsung selamanya.

Melalui karya ini, Nirang mencoba menggambarkan gagasan tentang pentingnya hadir dan menikmati momen saat ini (being present).

Ia menggunakan buah apel sebagai objek visual untuk menunjukkan bahwa segala sesuatu memiliki batas waktu.

Apel yang dibiarkan setelah dipotong akan mengalami perubahan warna dan perlahan membusuk.

Perubahan tersebut menjadi inspirasi bagi Nirang untuk meromantisasi proses yang sederhana, tetapi dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Lewat Mono no Aware, pengunjung diajak untuk melihat keindahan bukan hanya pada sesuatu yang masih utuh atau sempurna, tetapi juga pada perubahan yang terjadi seiring berjalannya waktu.

5. Kolaborasi dengan ARTOTEL hadirkan perjalanan artistik Nirang

Popmama.com/Najla Dewi Effendi

Pameran ini merupakan hasil kolaborasi Nirang dengan ARTOTEL yang menampilkan perjalanan artistiknya melalui karya lama dan karya terbaru.

Tantangan ini menjadi kesempatan bagi Nirang untuk memperlihatkan perkembangan eksplorasi visual dan gagasannya dari waktu ke waktu.

Sebanyak 32 karya ditampilkan dalam pameran ini, dengan proses persiapan yang berlangsung sekitar dua bulan.

Melalui karya-karyanya, Nirang berharap pengunjung dapat memahami pentingnya merawat rasa penasaran untuk terus mengeksplorasi dan mengembangkan kreativitas.

Pameran ini bisa menjadi pilihan bagi kamu yang ingin menikmati karya seni dengan beragam cerita dan makna. Tertarik mengunjunginya?

Curated For You

Editorial Team

Related Article