Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Studi Ungkap Mengupil Dapat Menyebabkan Risiko Demensia

pexels.com/@yankrukov
pexels.com/@yankrukov

Pernahkah kamu mengupil tanpa disengaja? Meski tanpa disengaja, mengupil tidak dianggap sebagai aktivitas yang berbahaya. Hanya saja, risiko lainnya bisa membuat hidung terluka jika dlakukan terlalu keras atau tergores kuku yang tajam.

Meski begitu, ternyata mengupil memiliki dampak tersembunyi untuk kesehatan otak. Benarkah demikian?

Ada sebuah studi yang diungkap mengenai aktivitas mengupil. Simak selengkapnya yang Popmama.com rangkum di bawah ini.

1. Riset mencatat bahwa aktivitas mengupil dapat menyebabkan risiko demensia

Freepik/Freepik
Freepik/Freepik

Sebuah riset terbaru mencatat bahwa mengupil bisa meningkatkan risiko demensia, terutama pada penyakit Alzheimer. Chlamydia pneumoniae adalah bakteri patogen yang umumnya menyebabkan radang paru-paru atau pneumonia.

Ternyata, bakteri ini bisa memengaruhi sistem saraf pusat. Bukti hubungan infeksi C. pneumonia di sistem saraf pusat dan demensia makin terlihat jelas.

2. Hubungan mengupil dan kesehatan otak

Freepik/8photo
Freepik/8photo

Dilaporkan bahwa hidung memiliki saraf olfaktori yang terhubung ke otak. jika bakteri menginvansi saraf tersebut, bakteri bisa melewati sawar darah-otak (bagian pelindung otak) sehingga bisa menginfeksi otak.

Para peneliti Australia telah menemukan, bahwa bakteri C. pneumonia menggunakan rute saraf olfaktori untuk bisa mencapai sistem saraf pusat. Sel otak kemudian merespons invansi C. pneumonia dengan menumpuk protein beta amiloid, yang merupakan senyawa yang menjadi penanda penyakit Alzheimer. Bahkan ini salah satu bentuk demensia yang paling umum.

3. Ini akibat mengupil yang terlalu sering, bisa menyebabkan invansi virus

Freepik/Marymarkevich
Freepik/Marymarkevich

Apakah mengupil hidung bisa meningkatkan risiko Alzheimer? Hal ini masih belum dipecahkan oleh studi dari Australia. Meski demikian, aktivitas mengupil yang terlalu serng bisa mengakibatkan risiko ini, antara lain:

  • Invansi virus, bakteri, dan kontaminan lain ke hidung.
  • Menyebabkan virus, bakteri, dan kontaminan tersebut ke lingkungan.
  • Merusak jaringan dan struktur rongga hidung.

4. Dampak lain dari mengupil

Pexels/Andrea Piacquadio
Pexels/Andrea Piacquadio

Selain menyebabkan kerusakan otak, aktivitas mengupil juga memiliki dampak lainnya. Apa saja dampak buruknya? Ini dia:

  • Sering mengupil dapaat membuat infeksi lubang hidung. Ketika jari yang dimasukkan ke dalam lubang hidung tidak bersih dan penuh bakteri, maka bakteri tersebut dapat berpindah dari jari bagian dalam hidung, sehingga memungkinkan untuk mengalami infeksi vestivulus.
  • Mengupil juga menimbulkan bisul di hidung bagian dalam. Bakteri dan kuman sangat memengaruhi untuk menginfeksi bagian rambut folikel hidung. Bakteri yang paling banyak ditemukan saat mengupil adalah Staphylococcus Auereus. Jenis bakteri ini dapat mengakibatkan timbulnya jerawat atau bisul di dalam lubang hidung.
  • Berisiko mengalami mimisan. Mimisan atau keluarnya darah dari lubang hidung juga merupakan efek samping dari kebiasaan sering ngupil. Saat mengupil dengan jari, kuku jari bisa melukai bagian dalam hidung sehingga menyebabkan luka dan pendarahan.

Demikian informasi terkait aktivitas mengupil yang bisa menyebabkan kerusakan pada otak. Hayo, kamu pasti pernah ngupil tanpa disengaja kan?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Onic Metheany
Denisa Permataningtias
Onic Metheany
EditorOnic Metheany
Follow Us

Latest in Life

See More

9 Arti Mitos Burung Gagak di Atas Rumah, Ada Menurut Primbon

02 Feb 2026, 22:18 WIBLife