Jangan Asal, 7 Bahan Makanan Ini Tidak Boleh Dimakan Mentah

Sebelum memakan makanan mentah, pastikan dulu untuk mengetahui bahayanya

2 Desember 2020

Jangan Asal, 7 Bahan Makanan Ini Tidak Boleh Dimakan Mentah
Unsplash/ja ma

Makanan mentah memang banyak dinikmati oleh sebagian orang. Selain itu, banyak orang juga merekomendasikan makanan mentah untuk menjalani diet, seperti sayur-sayuran atau biji-bijian.  

Padahal perlu dipahami bahwa tidak semua makanan bisa dikonsumsi secara mentah karena butuh diolah terlebih dahulu. Makanan mentah yang dikonsumsi bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan, apalagi kalau di dalamnya terdapat bakteri jahat. 

Jika Mama ingin mengetahui beberapa bahan makanan, tak perlu khawatir karena Popmama.com telah merangkumnya.  

Yuk Ma, disimak dengan baik!

1. Jamur mengandung karsinogenik yang bisa memicu kanker

1. Jamur mengandung karsinogenik bisa memicu kanker
Unsplash/Waldemar Brandt

Jamur memang salah satu bahan yang bisa diolah menjadi berbagai jenis makanan. Tak hanya cita rasanya yang enak, namun jamur kaya akan antioksidan, vitamin B, potasium dan kalsium yang memiliki manfaat untuk tubuh. 

Nutrisi di dalam jamur akan didapatkan ketika sudah diolah atau dimasak. Namun, semua itu tidak akan didapat jika jamur tidak dimasak dengan baik atau dikonsumsi secara mentah. Hal itu dikarenakan, jamur mentah mengandung karsinogenik yang bisa menyebabkan kanker.

Demi menghindari risiko kanker, maka ada baiknya untuk memasak jamur dengan tepat. Mama bisa memasak jamur dengan suhu tinggi agar kandungan karsinogenik hilang. 

2. Susu mengandung bakteri jahat yang menyebabkan diare

2. Susu mengandung bakteri jahat menyebabkan diare
Unsplash/Jagoda Kondratiuk

Tentunya bukan susu yang beredar di supermarket atau minimarket itu yang dimaksud ya, Ma.

Susu yang berbahaya ketika langsung dikonsumsi, yakni susu mentah susu yang baru saja diperah dari sapi. Tentu tubuh kita bukanlah seperti anak sapi yang bisa meminum susu tanpa harus diolah terlebih dahulu.

Susu yang baru saja diperah berbahaya karena memiliki bakteri jahat, yaitu Salmonella dan E.Colli. Bakteri jahat ini berbahaya bagi tubuh manusia karena akan menyebabkan muntah-muntah, diare, demam dan sakit kepala. 

Editors' Picks

3. Kentang memiliki zat berbahaya solaline yang menyebabkan lumpuh saraf

3. Kentang memiliki zat berbahaya solaline menyebabkan lumpuh saraf
Unsplash/ Lars Blankers

Kentang sebagai bahan makanan kaya karbohidrat yang cocok digunakaan saat diet ini ternyata tidak boleh dikonsumsi mentah. Hal ini dikarenakan terdapat zat berbahaya pada kentang yaitu solanine. 

Perlu Mama ketahui bahwa kandungan tersebut bisa menyebabkan berbagai masalah pada tubuh, apabila mengonsumsi kentang mentah. Masalah kesehatan yang umum terjadi, yakni sakit kepala, sakit perut serta paralisis atau lumpuh saraf.

Zat berbahaya banyak ditemukan pada kentang yang sudah bertunas dan berwarna hijau. Bahkan saat kentang dimasak pun, zat berbahaya masih melekat pada kentang tersebut.

Untuk meminimalisir adanya zat berbahaya pada kentang saat dikonsumsi, alangkah baiknya Mama memasak kentang dengan cara dipanggang atau direbus terlebih dahulu. 

4. Tauge menyebabkan keracunan saat dikonsumsi mentah karena mengandung bakteri jahat

4. Tauge menyebabkan keracunan saat dikonsumsi mentah karena mengandung bakteri jahat
Unsplash/Lightscape

Tauge merupakan kecambah yang berasal dari kacang hijau. Makanan kaya akan vitamin E ini tidak bisa dikonsumsi secara mentah.

Hal itu dikarenakan tauge memilki tiga bekteri jahat seperti, Salmonella, E.Coli dan Listeria. Bakteri jahat ini bisa menyebabkan manusia merasa keracunan apabila dikonsumsi tanpa diolah terlebih dahulu.

Selain itu, kondisi lingkungan yang lembab dan hangat membuat bakteri jahat pada sayuran kecambah ini menjadi berkembang. Alangkah lebih baik untuk memasak tauge sebelum dikonsumsi. Ini perlu dilakukan agar menghindari tubuh keracunan atau meningkatkan risiko kesehatan yang buruk, seperti diare, demam, sakit kepala dan muntah-muntah.

5. Telur yang dimakan mentah bisa membahayakan untuk tubuh

5. Telur dimakan mentah bisa membahayakan tubuh
Unsplash/Jakub Kapusnak

Banyak dari berbagai negara yang memakan telur mentah. Namun, banyak rumor mengatakan bahwa telur mentah lebih sehat daripada telur yang telah dimasak. Ternyata penelitian membantah rumor itu, bahkan menemukan kalau telur yang diolah akan menyerap protein lebih banyak daripada telur mentah.

Selain itu, terdapat bakteri jahat, yakni Salmonella pada bagian cangkang telur dan tidak bisa hilang tanpa dimasak. Maka dari itu, Mama perlu memasak telur sampai matang agar menghindari risiko yang berbahaya bagi tubuh.

6. Tepung tidak bisa dikonsumsi secara langsung karena menyebabkan diare

6. Tepung tidak bisa dikonsumsi secara langsung karena menyebabkan diare
Unsplash/Anshu A

Tepung sering menjadi bahan untuk membuat kue, cemilan atau olahan lainnya. Tentu kita tak boleh mengonsumsi kue yang masih belum matang karena ada banyak olahan bahan yang belum matang sempurna. 

Selain itu, tepung yang belum diolah sepenuhnya tidak boleh dikonsumsi. Hal ini dikarenakan terdapat bakteri jahat pada tepung, yaitu E.Colli.

Bakteri jahat tersebut bisa menyebabkan diare, sakit perut dan muntah-muntah sampai 10 hari lamanya. Demi menjaga kesehatan keluarga, Mama perlu menghindari membuat atau memakan kue yang setengah matang. 

7. Terong mengandung solanine yang mampu menyerang sistem pencernaan

7. Terong mengandung solanine mampu menyerang sistem pencernaan
Unsplash/PhotographyCourse

Sama seperti halnya kentang, terong juga memiliki kandungan zat berbahaya, yaitu solanine. Kandungan zat tersebut banyak ditemukan pada terong yang masih muda, namun sudah dipetik atau dikonsumsi.

Jika Mama memakan terong tanpa dimasak, maka akan menyebabkan efek gastrointestinal karena menyerang sistem pencernaan serta memicu alergi. Apabila ingin menginsumsi terong untuk lalapan dan dimakan mentah, sebaiknya dihindari agar tidak menganggu kesehatan pencernaan. 

Itulah beberapa bahan makanan yang tidak boleh dikonsumsi dalam keadaan mentah. Semoga informasi ini bisa menjadi pengetahuan baru ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.