8 Tanda Tubuh Kekurangan Zat Kapur yang Perlu Dicurigai!

- Kram otot dan kesemutan adalah tanda pertama kekurangan kalsium, karena kadar kalsium rendah membuat saraf dan otot lebih sensitif.
- Tubuh mudah lelah dan energi cepat habis karena kekurangan kalsium mengganggu fungsi saraf dan otot sehingga tubuh kesulitan mempertahankan energi.
- Kulit kering, rambut rontok, dan kuku rapuh dapat menjadi tanda kekurangan kalsium yang mempengaruhi kesehatan kulit, rambut, dan kuku Mama.
Kalsium adalah salah satu mineral paling penting bagi tubuh, tetapi banyak orang tidak menyadari ketika kadarnya mulai menurun. Kekurangan zat kapur atau hypocalcemia bisa muncul perlahan, namun efeknya mempengaruhi hampir seluruh sistem tubuh Mama.
Ketika tubuh tidak mendapatkan kalsium yang cukup, otot, saraf, tulang, dan jantung mulai bekerja tidak seoptimal biasanya. Beberapa tanda bahkan terlihat sepele sehingga sering diabaikan.
Padahal, semakin lama dibiarkan, kondisi ini bisa menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius. Mengenali gejala lebih awal akan membantu Mama mencegah dampak jangka panjang.
Berikut Popmama.com akan membahas tentang 8 tanda tubuh kekurangan zat kapur yang perlu dicurigai. Yuk simak!
1. Kram otot dan kesemutan

Menurut Cleveland Clinic, kadar kalsium yang rendah membuat saraf dan otot menjadi lebih sensitif. Kram otot yang sering muncul tanpa sebab bisa menjadi sinyal pertama bahwa tubuh Mama kekurangan kalsium.
Ketika kadar kalsium menurun, saraf menjadi lebih sensitif dan mudah teraktivasi. Inilah yang menyebabkan munculnya sensasi kram, kedutan, atau kesemutan di tangan, kaki, dan sekitar mulut.
Gejala ini sering disebut sebagai tanda awal hypocalcemia. Banyak orang mengira ini hanya akibat kelelahan, padahal ada kaitannya dengan mineral penting dalam tubuh.
Kesemutan bisa muncul saat istirahat maupun setelah aktivitas ringan. Jika dibiarkan, gejala bisa berkembang menjadi kejang otot. Ini menjadi peringatan kuat bahwa tubuh membutuhkan lebih banyak kalsium untuk menstabilkan fungsi saraf dan otot.
2. Tubuh mudah lelah dan energi cepat habis

Kalsium berperan penting dalam kontraksi otot, sehingga jika kadarnya rendah, tubuh cepat kehilangan energi. Dilansir dari Apollo, penderita sering merasakan lelah meski aktivitas tidak berat, bahkan disertai rasa lunglai di siang hari.
Mama mungkin merasa lemas bahkan setelah tidur cukup atau tidak melakukan banyak kegiatan. Sensasi lelah ini berbeda dengan kelelahan biasa karena sering disertai kelemahan otot.
Menurut Apollo Hospital, kekurangan kalsium dapat mengganggu fungsi saraf dan otot sehingga tubuh kesulitan mempertahankan energi.
Aktivitas sederhana bisa terasa lebih berat dari biasanya. Kekurangan kalsium juga dapat mengganggu metabolisme energi.
Jika kondisi ini berlangsung lama, kualitas hidup Mama bisa menurun karena tubuh tidak mampu mempertahankan stamina harian. Itulah mengapa rasa lelah yang tidak wajar perlu diperhatikan.
3. Kulit kering, rambut rontok, dan kuku rapuh

Penurunan kadar kalsium dapat langsung mempengaruhi kesehatan kulit, rambut, dan kuku Mama. Kulit bisa tampak lebih kering karena sel-sel tubuh tidak mendapat mineral yang membantu memperkuat struktur jaringan.
Healthgrades menjelaskan bahwa rendahnya kadar kalsium dapat mempengaruhi kesehatan kulit, rambut, dan kuku. Selain itu, defisiensi yang berlangsung lama membuat kuku mudah patah, kulit tampak kusam, dan rambut lebih mudah menipis.
Rambut juga bisa menjadi lebih rapuh dan mudah rontok karena akar rambut lemah. Kuku yang cepat patah atau terkelupas merupakan tanda lain yang cukup umum terjadi.
Beberapa orang bahkan mengalami pecah-pecah pada permukaan kuku. Penampilan fisik ini sering dianggap sekadar efek kekurangan nutrisi biasa, padahal bisa menandakan defisiensi kalsium.
Jika tidak diperbaiki, kondisi ini dapat memburuk dan mempercepat penuaan kulit. Perbaikan pola makan dan asupan mineral dapat membantu memulihkannya.
4. Masalah pada gigi dan sensitivitas enamel

Menurut Cleveland Clinic, tubuh dapat “mengambil” cadangan kalsium dari gigi saat asupan kurang, sehingga menyebabkan gigi sensitif dan lebih mudah rusak.
Ketika tubuh kekurangan kalsium, ia akan mengambil cadangan mineral dari tulang dan gigi Mama untuk memenuhi kebutuhan vital lainnya.
Proses ini membuat gigi menjadi lebih sensitif, terutama saat mengonsumsi makanan panas atau dingin. Enamel gigi dapat melemah sehingga gigi lebih mudah berlubang.
Mama mungkin juga merasakan nyeri ketika menggigit makanan keras. Kekurangan kalsium jangka panjang dapat menyebabkan penurunan kekuatan gigi secara signifikan.
Beberapa orang bahkan mengalami gusi mudah berdarah karena jaringan di sekitarnya ikut melemah. Jika Mama sering merasakan masalah gigi tiba-tiba, itu bisa menjadi tanda tubuh meminta lebih banyak kalsium.
5. Tulang melemah dan mudah patah

Kalsium adalah komponen utama yang menjaga kepadatan dan kekuatan tulang Mama. Ketika kadarnya menurun, tubuh secara otomatis mengambil kalsium dari tulang sehingga strukturnya perlahan melemah.
Dilansir dari Cleveland Clinic, kekurangan kalsium jangka panjang meningkatkan risiko osteopenia hingga osteoporosis karena tulang kehilangan mineral pentingnya.
Kondisi ini meningkatkan risiko osteopenia hingga osteoporosis. Tulang menjadi lebih rapuh dan mudah patah meski hanya terkena benturan ringan.
Gejala ini sering tidak disadari karena kerusakan tulang biasanya terjadi secara perlahan. Mama mungkin baru menyadarinya ketika mengalami nyeri tulang kronis atau cedera kecil.
Penurunan kepadatan tulang adalah efek serius dari kekurangan kalsium jangka panjang. Maka penting bagi Mama untuk memastikan kebutuhan mineral ini terpenuhi setiap hari.
6. Nyeri tulang dan sendi

Nyeri pada tulang atau sendi bisa menjadi tanda bahwa tubuh Mama kekurangan kalsium dalam jumlah signifikan. Ketika tulang kehilangan kepadatannya, rasa sakit dapat muncul terutama saat bergerak.
Menurut Orami Health yang mengutip penelitian neurologi, defisiensi kalsium dapat memengaruhi cara otak mengirimkan sinyal.
Sendi juga bisa terasa lebih kaku karena struktur pendukungnya tidak sekuat biasanya. Gejala ini sering muncul bersamaan dengan rasa tidak nyaman saat berdiri lama atau berjalan.
Meski sering disalah artikan sebagai kelelahan fisik, sebenarnya tubuh sedang menunjukkan adanya masalah pada keseimbangan mineral. Nyeri dapat bertambah parah jika aktivitas dilakukan tanpa istirahat cukup.
Jika Mama mulai merasakan nyeri yang muncul berulang tanpa sebab jelas, ada baiknya cek kadar kalsium. Ini adalah tanda tubuh yang tidak boleh diabaikan.
7. Gangguan konsentrasi dan perubahan mood

Selain berpengaruh pada otot dan tulang, kekurangan kalsium juga mempengaruhi sistem saraf pusat Mama. Mama bisa merasakan sulit fokus atau mengalami gangguan daya ingat ringan.
Perubahan mood seperti mudah marah, cemas, atau gelisah bisa muncul tanpa alasan jelas. Kalsium berperan dalam pengaturan sinyal otak, sehingga kekurangannya dapat mengganggu stabilitas emosional.
Beberapa orang bahkan melaporkan merasa bingung atau kurang tenang. Gejala ini sering disalahpahami sebagai stres biasa, padahal bisa berkaitan dengan defisiensi mineral penting.
Jika suasana hati Mama berubah-ubah dalam waktu singkat, perhatikan apakah ada gejala lain yang menyertai. Kombinasi ini adalah indikator kuat bahwa tubuh kekurangan kalsium.
8. Detak jantung tidak teratur (aritmia)

Kalsium memiliki peran penting dalam mekanisme kontraksi otot jantung Mama. Ketika kadarnya menurun, ritme jantung bisa menjadi tidak stabil.
Mama mungkin merasakan jantung berdebar lebih cepat atau lebih lambat dari biasanya. Aritmia ini bisa muncul sesekali atau berulang tergantung tingkat kekurangannya.
Gejala ini termasuk tanda yang lebih serius karena berkaitan dengan sistem vital tubuh. Beberapa orang juga merasakan sesak ringan akibat gangguan kontraksi jantung.
Ketidakteraturan ritme ini tidak boleh diabaikan, terutama jika disertai pusing atau rasa lemas. Jika Mama mengalami kondisi ini, segera periksakan kadar kalsium agar tidak berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih besar.
Kekurangan kalsium dapat muncul melalui berbagai tanda yang memengaruhi tubuh Mama dari kepala sampai kaki. Meski beberapa gejala terlihat ringan, semuanya memiliki dampak besar jika diabaikan.
Memahami 8 tanda tubuh kekurangan zat kapur yang perlu dicurigai, dapat membantu Mama mengambil langkah pencegahan lebih cepat sebelum kondisi berkembang menjadi penyakit serius.
Asupan kalsium yang cukup dari makanan maupun suplemen sangat penting untuk menjaga fungsi saraf, otot, dan tulang. Jika Mama merasakan beberapa gejala di atas secara bersamaan, ada baiknya melakukan pemeriksaan kadar kalsium.
Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang tubuh Mama kembali stabil. Jaga kesehatan dengan mengenali sinyal tubuh sejak dini.



















