Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Ternyata Ini Jumlah Langkah Kaki Harian yang Sehat Menurut Penelitian

Ternyata Ini Jumlah Langkah Kaki Harian yang Sehat Menurut Penelitian
Unsplash.com/Ryoji Iwata
Intinya Sih
  • Angka 10.000 langkah per hari awalnya berasal dari promosi pedometer Jepang, bukan hasil penelitian medis, namun kemudian menjadi standar populer untuk aktivitas sehat.
  • Penelitian NIH menunjukkan manfaat kesehatan sudah terasa mulai dari 8.000 langkah per hari, dengan risiko kematian lebih rendah dibandingkan yang hanya berjalan 4.000 langkah.
  • Kebutuhan langkah harian berbeda tiap usia: 8.000–10.000 untuk di bawah 60 tahun dan 6.000–8.000 bagi lansia, sementara konsistensi gerak lebih penting daripada kecepatan berjalan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Selain kesiapan finansial, menjaga kesehatan juga menjadi salah satu bentuk investasi masa depan yang kini mulai mendapat perhatian lebih dari banyak orang.

Berbagai upaya pun dilakukan, mulai dari mengatur pola makan yang lebih seimbang hingga rutin melakukan olahraga sehari-hari.

Bahkan bagi sebagian orang, olahraga saat ini tidak hanya dipandang sebagai cara untuk menjaga kesehatan tubuh. Tidak sedikit yang menjadikannya sebagai bagian dari lifestyle agar tetap terlihat aktif dan produktif dalam menjalani aktivitas harian.

Padahal, olahraga sebenarnya tidak selalu harus menggunakan alat khusus atau menghabiskan biaya yang besar. Dengan berjalan kaki santai atau melakukan jogging ringan setiap hari, kamu juga sudah dapat memulai kebiasaan hidup sehat secara sederhana.

Jika berjalan santai sudah menjadi bagian dari olahraga yang menyehatkan, lantas berapa sebenarnya jumlah langkah kaki harian yang tepat untuk menjaga kesehatan tubuh?

Pada kesempatan ini, Popmama.com akan membahas jumlah langkah kaki harian yang sehat bagi kamu yang masih bingung menentukan target langkah setiap hari. Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!

Table of Content

10.000 Langkah per Hari, Mitos atau Fakta?

10.000 Langkah per Hari, Mitos atau Fakta?

Jumlah Langkah Kaki Harian yang Sehat 2.jpg
Pinterest.com/Angela Rossi

Mungkin kamu sudah pernah mendengar anjuran untuk berjalan 10.000 langkah setiap hari sebelumnya. Angka ini sering dianggap sebagai standar ideal untuk menjaga kesehatan tubuh. Lalu, apakah anjuran tersebut benar-benar berasal dari penelitian medis atau hanya sekadar mitos yang dipercaya banyak orang?

Dilansir dari Healthline dan National Public Radio, anjuran 10.000 langkah per hari ternyata bukan berasal dari hasil penelitian kesehatan berskala besar seperti yang banyak dibayangkan. Angka tersebut justru mulai populer setelah salah satu perusahaan produsen jam di Jepang memperkenalkan alat penghitung langkah (pedometer) bernama Manpo-kei, yang secara harfiah memiliki arti “alat pengukur 10.000 langkah”.

Sejak saat itu, angka 10.000 langkah perlahan melekat di masyarakat global sebagai standar jumlah langkah harian yang dianggap sehat. Namun, kepercayaan tersebut kemudian mendorong para peneliti medis untuk meneliti lebih jauh mengenai berapa sebenarnya jumlah langkah yang benar-benar memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh.

Berapa Angka yang Benar-benar Menyehatkan?

Jumlah Langkah Kaki Harian yang Sehat 3.jpg
Pinterest.com/ktvstory

Menurut penelitian National Institute of Health (NIH), manfaat kesehatan dari berjalan kaki sebenarnya sudah dapat dirasakan bahkan sebelum seseorang mencapai angka 10.000 langkah per hari.

Studi tersebut menunjukkan bahwa orang yang berjalan sekitar 8.000 langkah per hari memiliki risiko kematian yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang hanya berjalan sekitar 4.000 langkah per hari. Bahkan, risiko tersebut diketahui dapat menurun lebih jauh lagi pada orang-orang yang mampu berjalan hingga 12.000 langkah per hari secara rutin.

Dengan kata lain, semakin sering tubuh bergerak aktif sehari-hari, maka manfaat kesehatan yang diperoleh juga akan semakin besar.

Target Langkah Setiap Usia Berbeda-beda

Jumlah Langkah Kaki Harian yang Sehat 4.jpg
Pinterest.com/Roger Wolfson

Menyesuaikan aktivitas fisik harian dengan pertambahan usia merupakan hal yang sangat penting agar tubuh tetap dapat memperoleh manfaat kesehatan secara optimal tanpa memberikan beban berlebih pada tubuh. Oleh karena itu, setiap kelompok usia memiliki kisaran target langkah harian yang berbeda-beda.

Dilansir dari Medical News Today dan UCLA Health, kisaran 8.000 hingga 10.000 langkah per hari dianggap sangat ideal bagi usia di bawah 60 tahun untuk membantu mengurangi risiko penyakit jantung sekaligus mendukung umur yang lebih panjang dan sehat.

Sementara itu, bagi kelompok usia lanjut yang kondisi fisiknya cenderung lebih rentan, jumlah langkah harian yang dianjurkan biasanya berada pada kisaran 6.000 hingga 8.000 langkah per hari.

Aktivitas berjalan kaki ini juga sebaiknya dikombinasikan dengan aktivitas fisik ringan lainnya seperti peregangan, latihan kekuatan ringan, atau latihan keseimbangan agar tubuh tetap aktif dan stabil.

Jumlah Langkah vs Kecepatan

Jumlah Langkah Kaki Harian yang Sehat 5.jpg
Unsplash.com/Dominic Kurniawan Suryaputra

Pertanyaan lain yang juga sering muncul adalah, apakah kecepatan berjalan memengaruhi manfaat kesehatan yang bisa didapatkan dari aktivitas ini?

Kabar baiknya, total jumlah langkah yang berhasil dicapai setiap hari ternyata jauh lebih berpengaruh terhadap kesehatan tubuh dibandingkan dengan seberapa cepat seseorang berjalan.

Artinya, jika kamu berjalan santai hingga mencapai 8.000 langkah per hari, manfaat kesehatan yang diperoleh akan tetap sama dengan seseorang yang menyelesaikan 8.000 langkah dengan berjalan cepat atau bahkan dengan berlari.

Tubuh kita pada dasarnya lebih menghargai kebiasaan untuk terus bergerak secara konsisten setiap hari, dibandingkan dengan seberapa besar kecepatan atau tenaga yang dikeluarkan saat berjalan.

Nah, itu dia jumlah langkah kaki harian yang sehat yang bisa kamu coba terapkan dalam aktivitas sehari-hari.

Perlu diingat, memulai kebiasaan hidup sehat sedini mungkin merupakan langkah penting agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang di masa depan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias
Follow Us

Latest in Life

See More